
Selama dalam perjalanan menuju ke kantor polisi,Rani memilih untuk terus diam sambil mengingat bagaimana jahat nya dia dengan mantan suami nya dulu.mereka bahkan sampai hati menipu keluarga korban yang sudah sepuh dan tidak memiliki uang sama sekali.semua tanah dan usaha yang mereka berdua miliki adalah dari hasil menipu dengan berkedok bantuan suka rela.mantan suami Rani yang merupakan preman tersohor di kampung nya sengaja memalsukan tanda tangan dengan dalih membuat kartu berobat gratis.
Air mata Rani jatuh menyesali kecerobohan nya, apalagi musibah ini datang setelah dia mengenal Bayu dan hidup satu atap bersama lelaki pilihan nya.
" Apa ini yang di nama kan karma?" batin Rani dalam hati.masih ingat jelas di ingatan Rani bagaimana Bayu pergi meninggalkan dia tanpa mau melihat atau menolong dia dari jeratan hukum.pria itu menyelamatkan diri nya sendiri seolah cuek dengan apa yang terjadi di depan mata nya.
" Aku yakin harta ku pasti akan di ambil semua nya. dan Bayu sudah pasti pergi meninggalkan Aku." imbuh nya menyeka kasar air mata menggunakan punggung tangan nya.
Rani terlihat gusar karena sangat yakin tidak ada lagi tempat untuk dia mengadu dan meminta pertolongan.dia tidak tahu lagi kapan akan menghirup udara bebas dengan bukti yang menjerat nya.
Rani duduk di depan penyidik dan terpaksa mengakui semua perbuatannya dengan banyak bukti yang sudah di perlihatkan sebelum nya, apalagi di ruangan sebelah ada puluhan korban yang datang memberikan kesaksian.Rani menatap heran kenapa para korban sudah berani membuka mulut padahal selama ini mereka begitu takut mendengar kan ancaman maut yang keluar dari mulutnya.tanpa Rani sadari,lagi dan lagi pak Ridwan lah yang berada di belakang semua nya.Pak Ridwan bahkan sengaja menyiapkan pengacara terhebat calon besan nya sendiri demi memuluskan rencana nya untuk menghancurkan Bayu dan juga kekasih gelapnya.
" Tuan ! Semua nya sudah berjalan lancar,Bayu dan kekasih nya sudah mendapatkan balasan yang sesuai dengan Tuan berikan." ucap Komo memberikan laporan dari sambungan telepon.
" Bagus! Pasti kan wanita itu membusuk di penjara dan tetap selidiki kasus adik dari bajingan itu." perintah Pak Ridwan tegas.
" Siap Tuan.akan Saya selidiki." pamit Komo lalu mematikan sambungan telepon dan bergegas menjalankan rencana selanjutnya.
Pak Ridwan bertepuk tangan begitu kencang nya di dalam ruangan kerja.Mama Meri yang kepo mendengar suara tawa milik suami nya menerobos masuk begitu saja karena memang pintu yang tidak di tutup rapat.
" Kenapa Papa tertawa seperti orang kesetanan seperti itu?" tanya Mama Meri menatap curiga.
lalu mengambil posisi duduk di depan kursi suami yang di batasi oleh meja.
" Papa sedang senang dan gembira sekali melihat mantan menantu Mama yang secara perlahan mendapatkan balasan atas apa yang sudah dia lakukan kepada putri ku." ucap Pak Ridwan menjelaskan.mata pria paruh baya ini menatap tajam ke arah depan,kata cerai yang keluar dari mulut Naya merupakan belati tajam yang menghantam dada Pak Ridwan, meskipun dia mengiyakan permintaan putri nya untuk bercerai dari suami nya,namun demikian kata cerai itu menyakiti hati nya begitu besar.dan membuat syok jantung yang sudah lama tidak pernah sakit lagi.
" Ingat ya Pa! Dia itu juga mantan menantu Papa.jangan menyembunyikan fakta." Mama Meri berdecak kesal menyadari suami nya yang enggan mengakui status Bayu dalam keluarga mereka.
" Memang nya apa yang sudah Papa lakukan kepada lelaki pengecut itu?" imbuh Mama Meri.dua telinga nya sudah terpasang sempurna untuk mendengar berita baik ini.dia sangat mengenal betul bagaimana sikap suami nya selama ini.tidak mungkin suami nya diam dan memberikan pelajaran kecil kepada mereka yang sudah mengganggu ketenangan keluarga Hermansyah.pasti ada hal besar yang telah terjadi sampai membuat suami nya bersorak gembira.
" Papa sengaja....." Pak Ridwan menjelaskan secara detail mulai dari pemecatan Bayu sampai kejadian penangkapan Rani.Mama Meri mengangguk tanpa ekspresi karena tidak perduli atau merasa sedih atas apa yang sudah menimpa mantan menantu bajingan nya.
__ADS_1
" Bagus lah! Biarkan saja mereka menikmati hari-hari tanpa kebahagiaan,ini balasan atas apa yang telah mereka lakukan kepada putri ku." Mama Meri lalu berdiri mengambil beberapa foto yang tergeletak di atas lantai ruangan kerja suami nya.
Srekkk..
" Bukan kah ini adik dari lelaki pengecut itu Pa?" tanya Mama Meri yang masih mengingat jelas siapa yang ada di dalam foto ini.seorang gadis mungil sedang tidur berpelukan dengan seorang lelaki tua tanpa memakai sehelai baju pun.dan di lembar foto berikut nya terlihat jelas adegan dewasa yang sedang mereka mainkan.dan sayang nya Mama Meri terlihat enggan membuka lembaran berikutnya karena terlanjur merasa jijik dengan apa yang dia lihat nya tadi.
" Apa dia juga mempunyai skandal panas?" imbuh Mama Meri mulai bisa menebak.
" Hmm." Pak Ridwan mengangguk mengiyakan.
" Ini bukan Papa yang menjerumuskan dia, tetapi dia sendiri yang masuk ke dalam lubang dosa nya.hanya karena masalah uang dia rela menemani si Butef yang tua dan mata keranjang bahkan sampai berhari-hari lama nya." jawab Pak Ridwan yang begitu mengenal dekat sosok Butef si pria tua-tua keladi.Pak Ridwan bahkan sudah beberapa kali bertemu dengan kedua istrinya yang memang sudah berumur dan tidak secantik anak remaja ini.
" Mama tidak menyangka melihat semua ini, ternyata mereka satu keluarga memiliki kelakuan yang sangat minus sekali." Mama Meri geleng-geleng kepala sambil mengusap dada.
" Untung saja Naya sudah keluar dari keluarga laknat itu,kalau tidak mungkin Naya akan terkena imbas dan kerepotan menutupi kelakuan bejat mereka semua." imbuh Mama Meri mensyukuri kepergian Naya dari rumah masa lalu nya.
" Iya Ma,Papa juga mikir nya seperti itu, apalagi saat ini Ibu dari bajingan itu juga sedang tertimpa musibah karena tertipu oleh bisnis investasi ilegal.semua uang nya sudah di habiskan untuk berfoya-foya oleh penipu itu dan sekarang sedang mendekam di dalam penjara." tutur Pak Ridwan mengeluarkan satu lagi kejadian lucu dan mengenaskan untuk mantan besan nya.
Setelah beberapa jam melakukan interogasi.pihak kepolisian akhir nya memutuskan untuk menahan Rani yang sudah terbukti bersalah.wanita yang malang ini tidak lagi bisa berkutik dan memilih pasrah tinggal di dalam sel penjara karena tidak lagi bisa melawan hukum.semua uang dan harta benda yang dimiliki juga sudah habis di sita tanpa sepeserpun yang tersisa sebagai pegangan hidup nya.
" Biasa nya Aku tidur dengan di temani hembusan pendingin udara,tapi sial nya sekarang Aku harus rela tidur tanpa kasur empuk dan juga udara sejuk." gumam Rani menjatuhkan tubuh nya secara kasar di atas lantai dingin.
Naya yang sudah selesai mandi memutuskan untuk keluar kamar mengambil air minum untuk membasahi tenggorokan nya yang haus oleh sentuhan air segar.
" Kamu sudah pulang ya sayang?" tanya Mama Meri yang baru keluar dari ruangan kerja sang suami.
" Iya Ma." jawab Naya sambil menuangkan segelas jus ke dalam gelas tinggi yang berada di atas meja.
" Kamu juga sudah mandi? Kapan pulang nya? Kok Mama ngga ngelihat ya."ucap Mama Meri lirih.
" Tadi Mama sibuk lari masuk ke ruang kerja Papa,maka nya ngga perduli lagi dengan kedatangan Naya.memang nya ada apa sih Ma?" tanya Naya heran lalu mengajak sang Mama duduk mengobrol di atas sofa.
__ADS_1
" Oh...Tadi itu Mama....." Mama Meri menjelaskan semua yang sudah terjadi kepada Bayu sekeluarga dan juga kekasih gelapnya tanpa ada yang tertinggal.
Bola mata Naya membulat dengan bibir yang tersenyum puas.
" Bagus lah Ma,jadi Naya tidak perlu lagi memberikan dia sebuah peringatan keras." balas Naya yang memang sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan mantan suami nya.
" Iya sayang,mereka semua memang pantas mendapatkan balasan pahit ini, ngomong-ngomong bagaimana kelanjutan hubungan Kamu bersama Tio?" Mama Meri mengubah posisi duduk nya karena penasaran dengan cerita cinta dari Naya.
" Kelanjutan bagaimana sih Ma?" Naya sebenarnya tahu kemana arah pembicaraan sang Mama, tetapi dia memilih berpura-pura bodoh agar tidak salah langkah dalam bertindak.
" Kamu udah terima belum ungkapan cinta Tio? Jangan di gantung terus dong sayang Tio nya,kasihan! Buka lah sedikit hati mu untuk Tio agar dia bisa membuat Kamu yakin dan membuktikan cinta nya untuk mu.jangan lagi melihat kebelakang, sekarang fokus lah untuk masa depan mu yang masih panjang." Mama Meri tidak ingin melihat putri nya terpuruk hanya karena di tinggal selingkuh oleh mantan suami nya.
" Hati ku sudah terbuka sangat lebar untuk dia Ma, mungkin sudah penuh oleh rasa cinta." batin Naya tersenyum simpul.
" Iya Ma.Naya sedang mencoba nya." jawab Naya asal.
" Jangan di coba-coba lagi sayang,tapi harus."seru Mama Meri ngotot.
" Oke Mama ku sayang, sekarang Aku mau ke kamar dulu ya,mau siap-siap pergi makan malam sama Tio." pamit Naya yang memang baru mendapatkan kabar dari Tio yang akan menjemput nya jam 19:00 nanti.
" Baiklah,semoga berhasil sayang." Mama bersorak kegirangan.
" Apa perlu Mama bantu Kamu untuk memilih kan gaun?" tanya Mama Meri sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Tidak perlu Ma,Aku bisa sendiri." Naya lalu berlari masuk ke kamar nya mencari gaun yang cocok untuk acara makan malam yang begitu formal ini,Tio meminta secara khusus agar Naya mau menemani dia memenuhi undangan makan malam dari kolega bisnis nya.
Huft..
Naya menghela nafas lega setelah berhasil mendapatkan pakaian yang cocok berikut dengan sepatu dan juga tas mewah yang senada dengan warna baju nya.
" Lebih baik Aku segera mandi lalu dandan secantik mungkin agar tidak membuat malu Tio di depan teman-teman nya." Naya bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan segera membasahi tubuh nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰