
" Saya terima nikah dan kawin nya Kanaya Putri Hermansyah binti Ridwan Hermansyah dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." dengan satu tarikan nafas Tio begitu lantang mengucapkan janji suci nya di hadapan para saksi, penghulu dan tamu undangan lain nya.
" Bagaimana saksi?" tanya Pak penghulu kepada para saksi yang duduk di samping nya.
" Sah..."
" Sah..." jawab mereka secara bersamaan dan di ikuti oleh tamu undangan yang lain nya.
Naya dan Tio menghembuskan nafas lega ketika mendengar kata sah dari para saksi yang di minta khusus untuk menjadi saksi di pernikahan nya.akhir nya mereka berdua kembali bersatu dan tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan mereka kecuali maut yang datang.
Tio melirik sekilas Naya yang duduk dalam balutan kebaya yang semakin membuat anggun penampilan nya pagi ini.mulut Tio sudah gatal ingin memuji wanita yang sudah menjadi istri nya, tetapi dia tahan karena tidak ingin membuat orang-orang menatap curiga kepada mereka.
Tio dan Naya lalu di minta untuk menandatangani dokumen pernikahan yang di bawakan oleh Pak Penghulu.
Setelah itu Naya langsung memakai kan cincin pernikahan di jari manis Tio begitu juga sebaliknya.
Dengan rasa haru Naya mencium lama punggung tangan suami nya dan Tio membalas mengecup kening Naya begitu lembut dan terasa hangat sekali.
Kedua insan ini sudah sah menjadi pasangan suami istri.meskipun ini bukan lah pernikahan yang pertama kali untuk Naya, tetapi dia sangat merasa bahagia sekali dan tidak bisa lagi melukis kan dengan kata-kata.semua terasa begitu spesial terlebih lagi mereka menikah dengan persiapan yang sangat matang.
" Selamat ya sayang, sekarang Kamu sudah sah menjadi istri Tio,semoga Kamu bisa menjaga rumah tangga mu dan berbakti lah kepada suami mu." ucap Mama Meri sambil memeluk tubuh Naya.
" Terimakasih Ma." balas Naya lalu berpindah memohon doa restu kepada sang Papa.
" Layani suami mu dengan baik Nak,patuhi semua kebaikan yang sudah dia tetap kan,jika Kamu terluka dan tidak bahagia dengan pernikahan ini,beritahu Papa dan Papa sangat berharap keterbukaan dari Kamu." ucap Pak Ridwan dengan mata yang berkaca-kaca.dia tidak menyangka sang putri tunggal Hermansyah akan menikah untuk yang kedua kali nya.tetapi untuk pernikahan yang kedua ini Papa Ridwan benar-benar iklhas melepas sang putri berbeda dengan pernikahan nya yang terdahulu.
Suasana haru biru memenuhi aula hotel yang di jadikan tempat berlangsungnya proses ijab kabul.Melati serta karyawan lain nya juga turut serta menjadi saksi penyatuan cinta mereka berdua.
" Selamat ya Nak, sekarang Kamu sudah memiliki seorang istri, bertanggung jawab lah dan bahagia kan istri mu semampu yang Kamu bisa.jangan pernah sekali pun Kamu menyakiti perasaan ataupun bermain tangan kepada menantu kesayangan Mama.jika itu sampai terjadi suatu hari nanti,Mama sendiri yang akan memberikan Kamu pelajaran yang tidak akan pernah Kamu lupakan seumur hidup." nasehat Mama Sari sekaligus ancaman keras kepada sang putra.
" Iya Ma, terimakasih sudah mendukung hubungan kami dan membantu Tio mendapatkan kembali hati Naya." Jawab Tio pelan lalu memeluk sang Mama yang merupakan pahlawan kehidupan nya.
" Selamat son,Papa tidak bisa lagi berkata apa-apa.Kamu sudah besar dan tentunya sudah tahu apa saja yang boleh untuk dilakukan dan apa yang tidak boleh.Papa titip menantu Papa ya." Pak Dirga menepuk pundak sang putra yang merupakan kebanggaan keluarga.
Satu persatu semua tamu yang ikut hadir menyaksikan pernikahan Tio dan Naya berdiri memberikan selamat kepada kedua nya.begitu juga dengan Melati sahabat dari Naya dan beberapa orang sahabat dari Tio turut memberikan selamat kepada pengantin baru ini.
Setelah acara nya selesai,Naya dan Tio di minta oleh kedua orang tua masuk ke dalam kamar sebelum mengikuti acara pesta meriah yang akan di gelar nanti malam.
Tio menuntun Naya yang kesusahan berjalan akibat kebaya yang di pakai.
Kedua nya bergantian masuk ke kamar mandi dan berganti pakaian santai.akibat rasa lelah yang mendera tubuh mereka berdua sehingga waktu senggang ini mereka manfaatkan untuk tidur dan mengistirahatkan tubuh yang terasa sangat lelah sekali.
" Tidur lah sayang,nanti malam baru kita berperang panjang." bisik Tio di samping telinga Naya.wajah Naya memerah menahan rasa malu,Naya tersenyum manis lalu menyembunyikan wajah nya di dada Tio yang sedang tidak memakai apapun.
Cup..Cup...Cup...
__ADS_1
Tio mengecup wajah Naya dan melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Naya .lalu menarik selimut sebatas pinggang agar tidur mereka semakin terasa nyenyak.
Setelah beristirahat selama beberapa jam dan berganti gaun untuk yang kedua kalinya akhir nya Naya dan Tio keluar dan berdiri di singgasana bak sepasang raja dan ratu yang begitu romantis nya.
Setelah berjam-jam menyambut dan menyapa Tamu undangan yang hadir di pesta pernikahan mereka berdua.akhir nya pesta pernikahan Naya dan Tio selesai juga.Kaki Naya terasa sakit karena terpaksa harus berdiri berjam-jam lama nya demi menghormati tamu yang ingin memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.
Tio langsung menggendong tubuh Naya ala bridal style masuk ke kamar berbeda dengan yang mereka tempati tadi siang,kamar ini memang di persiapkan khusus oleh kedua orang tua mereka sebagai tempat malam pertama.
" Tolong bukain pintu nya sayang." pinta Tio yang kesusahan karena sedang menggendong Naya.
Naya mengangguk lalu dengan cepat menekan pin yang di bisik kan oleh Tio.
Naya merasa takjub saat melihat kamar yang luas dan di hias dengan banyak bunga.tempat tidur mereka berdua juga di hiasi dengan banyak kelopak bunga mawar yang di tata begitu rapi dan menampilkan nama mereka berdua.
" Sayang ! Aku mandi dulu ya,tolong ambilkan handuk?" ucap Tio di samping telinga Naya.
Naya mengalihkan pandangan mata nya, mengangguk lalu berjalan mencari handuk di dalam lemari besar yang ada di ujung kamar ini .
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan,Naya lalu menyerahkan nya kepada sang suami.
" Ini sayang." Naya memberi handuk yang berwarna merah ke tangan Tio.
" Aku sangat ingin mandi bersama Kamu! Tetapi sebelum itu terjadi Aku menginginkan Kamu terlebih dahulu sayang." bisik Tio dengan menggigit pelan telinga Naya.
Nafas Naya terengah-engah saat ciuman mereka berdua terlepas.
Tio membantu sang istri membuka gaun pengantin nya dan membawa tubuh Naya menuju ranjang manis lalu merebahkan nya secara lembut dan penuh kasih sayang.
Tio juga membuka seluruh kain penutup yang ada di badan nya.dia bungkuk kan setengah badan nya dan mulai bermain di bagian sensitif sang istri.Naya memilih diam dan mengikuti permainan tangan suami nya dengan mata yang merem melek.
" Boleh Aku meminta hak ku malam ini sayang?" tanya Tio dengan mata yang berkabut gairah.
Naya mengangguk kan kepala dan dengan cepat menyesap bibir tipis sang suami.
Tio yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini,segera mengambil alih permainan dan melakukan sampai mabuk kepayang.
"Sayang! Kamu sangat sempit sekali,ini membuat Aku gila." teriak Tio saat kesusahan menerobos palang pintu Naya.di hentakan ke 3 baru lah pusaka sakti nya bisa masuk seutuhnya dan merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Naya tersenyum manis dengan wajah tersipu malu.meskipun dia sudah pernah menikah tetapi Naya selalu merawat tubuh nya dengan begitu sempurna tentunya dengan harga yang mahal juga.
Penyatuan ini pun tidak bisa terelakkan lagi.Tio mempercepat tempo permainan nya dan berhasil membuat kedua nya mengerang panjang.permainan yang begitu menggairahkan mengantar kan Tio mencapai klimaksnya.Tio semakin mengeratkan pelukan nya di tubuh Naya setelah mereka berdua berhasil mendapatkan kenikmatan surga dunia.
Setelah deru nafas mereka berdua kembali normal,Tio bergegas mengajak sang istri mandi dan membersihkan diri secara bersamaan.
" Aku ingin mengulang kembali permainan enak tadi di dalam kamar mandi ya sayang?" pinta Tio tanpa ragu.sempit nya gawang basah milik Naya membuat Tio kecanduan seolah ingin melakukan nya lagi dan lagi.
__ADS_1
" Jangan bercanda sayang." keluh Naya yang merasa lelah sekali.
Tio hanya tersenyum miring lalu menggendong tubuh polos Naya masuk ke dalam kamar mandi.Naya yang kaget ikut melingkar kan kedua tangan nya di leher sang suami.
Tio benar-benar mewujudkan ucapan nya tadi,dia mengajak Naya bermain di bathtub dan di bawah guyuran air shower yang hangat.malam pertama ini terasa begitu nikmat untuk kedua pengantin yang sedang di mabuk asmara.kedua nya saling meracau hebat dengan memanggil nama pasangan masing-masing.
Hampir 4 jam lebih mereka melakukan nya di kamar mandi sampai membuat tubuh kedua nya sangat lelah sekali,dingin nya udara malam tidak membuat mereka menyerah begitu saja,bahkan permainan mereka terus berlanjut memberikan kesan yang begitu dalam.Naya di buat menyerah melayani hasrat suami nya yang begitu menggebu-gebu.
" Sayang!" rengek Naya dengan cepat saat Tio memeluk dia dari belakang.Tio lalu merebut hairdryer yang ada di tangan Naya.
" Aku hanya ingin membantu Kamu, sayang." jawab Tio saat menyadari tatapan mata sang istri.
Tio begitu lincah membantu mengeringkan rambut sang istri,dia bak seperti pemain handal yang sangat melakoni peran nya.
"Mas! Siapa wanita yang mencium pipi mu tadi?" tanya Naya yang sejak tadi menahan rasa penasaran nya.sudah sejak tadi Naya menahan diri untuk mencari momen yang tepat menanyakan tentang wanita ganjen itu.namun Naya tidak menemukan waktu yang tepat dan baru mendapatkan kesempatan malam ini.
" Dia hanya teman ku sayang,nggak lebih." jawab Tio santai.karena mereka berdua memang tidak punya hubungan yang spesial sejak dulu.hati dan cinta Tio selalu untuk Naya.
" Kalau hanya teman,kenapa dia begitu berani mencium Kamu seperti tadi?" tanya Naya dengan wajah di tekuk.
" Kamu cemburu?" tebak Tio sambil mengecup wajah Naya.
" Kalau Kamu berada di posisi ku,apa yang Kamu rasakan?" Naya membalik kan keadaan agar Tio bisa memahami keadaan.
" Aku minta maaf sayang,Aku sama sekali nggak punya hubungan sama dia, wanita itu yang selalu mengejar Aku dan menempel seperti ulat bulu." jawab Tio menjelaskan.
" Dia mencium ku secara mendadak dan Aku tidak bisa menghindari nya." imbuh nya agar Naya tidak marah lagi.
" Lain kali Aku tidak ingin lagi melihat kejadian seperti ini,kalau sampai Kamu berani menerima cinta nya dan bermain api di belakang ku,akan Aku cincang barang mu sampai habis." ancam Naya yang memang sudah muak mendengar kata perselingkuhan.
" Aku bukan bajingan itu yang membuang berlian demi memungut batu kerikil,Aku sangat mencintai Kamu sayang.kalau ada yang mendekati ku,akan Aku tendang dengan keras agar menjauh dari ku."Tio memeluk Naya untuk meredam kan amarah wanita nya yang sedang marah.
" Sudah telat,harus nya dari tadi Kamu melakukan itu. biar dia tidak kegirangan lagi." balas Naya menarik selimut menutupi tubuh nya.
Tio tertawa kecil melihat tingkah sang istri yang sedang cemburu.ternyata istri nya kalau sedang marah sangat ganas sekali.
" Sayang!Jangan marah dong." bujuk Tio begitu lembut.
Tanpa Tio sadari sang istri yang dia bujuk sudah mengeluarkan suara dengkuran halus dengan nafas yang sudah teratur.Naya sudah tertidur pulas meninggal kan dia yang sedang sibuk ngomong sendiri.
" Maafkan Aku yang sudah membuat Kamu kelelahan sayang." ucap Tio mengusap rambut Naya yang menutupi wajah nya.
" Kamu adalah candu ku sayang." imbuh Tio ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk pinggang Naya dengan erat.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1