Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 62


__ADS_3

" Bucket bunga mawar merah , dari siapa?" tanya Melati yang baru saja turun dari mobil baru nya.semua ini dia dapat kan berkat kerja keras nya dalam membangun sebuah cafe ternama milik Naya.


" Eeuu...Aku juga baru melihat nya." jawab Naya yang baru keluar dari dalam rumah nya.dia sengaja meminta di jemput oleh Melati karena mobil nya masih tertinggal di parkiran cafe, sebenar nya ada banyak mobil yang terparkir di dalam garasi rumah nya, tetapi Naya hanya ingin memakai mobil dia sendiri dan sangat malas kalau harus mengemudi kan mobil mewah milik orang tua nya, sedang kan mobil yang sering di pakai oleh Bayu, sudah dia jual di bantu oleh anak buah sang Papa.


" Tio!" seru Melati kala melihat kartu ucapan yang terselip di antara rangakaian bunga indah dan harum ini.


Naya menjadi salah tingkah dan tersenyum malu-malu.


" Be-narkah?" tanya Naya gelagapan.


" Iya Nay! Seperti nya sebentar lagi ada yang CLBK nih." goda Melati tersenyum mengejek.


" Aku lihat ya Nay,pria itu sangat gigih sekali memperjuangkan Kamu kembali ke pelukan nya.dia begitu cinta mati.Aku sangat mendukung sekali jika kalian kembali bersama dan melanjutkan ke sebuah hubungan yang lebih serius lagi." ucap Melati.


" Entah lah Mel,Aku masih mencoba untuk memulai nya." jawab Naya dengan hembusan nafas pasrah.


" Bukan kah selalu ada pelangi setelah hujan badai? Aku bisa melihatnya dan merasa kan sendiri bagaimana cara dia menatap dan memperlakukan diri mu.jangan sia-sia kan lagi kesempatan ini Nay." Melati masuk ke dalam mobil agar mereka tidak terjebak dalam kemacetan panjang ibu kota.


Naya tidak lagi mendengar kan ucapan sahabat nya, pikiran nya sudah melayang jauh kembali kepada kejadian malam tadi.Naya tersenyum manis sambil memegang bibir nya.


" Nay! Kamu kenapa tersenyum seperti itu? Kamu dengar kan apa yang Aku bilang barusan?" Melati menatap penuh kebingungan kepada sahabat nya yang sedang mengelus bibir yang sudah memakai lipstik.


" Aaa.. I-Iya dengar kok." jawab Naya asal.


" Bagus! Kamu harus berjanji untuk selalu mengingat pesan Aku tadi,kalau kalian sudah jadian segera hubungi Aku ya."Melati mengedipkan sebelah mata nya sambil menghidupkan mesin mobil dan melaju meninggalkan pekarangan rumah Naya.


Sesampai nya di dalam ruangan nya yang berada di lantai satu cafe ini.Naya kembali di kaget kan dengan sebuah coklat berbentuk hati dengan sepucuk surat yang berada di atas nya


.


" Tio!" gumam Naya lirih dan tersenyum bahagia membaca kata-kata romantis yang di berikan Tio kepada nya pagi ini.


Drt...Drrt..

__ADS_1


Di saat Naya sedang menatap takjub coklat kesukaan nya dalam bentuk hati, ponsel yang berada di dalam tas nya terdengar berdering kuat.


" Dia selalu tepat waktu." batin Naya menggeser tombol hijau demi bisa berbicara dengan pria yang mulai mengisi relung hati nya.


" Halo sayang." sapa Tio begitu sambungan telepon sudah tersambung.


" Sayang?" Naya bergumam tidak percaya.


" Sayang! Kamu masih bisa mendengar kan suara ku kan?" tanya Tio ketika tidak mendapatkan sahutan dari lawan bicara nya.


" Sayang!" lagi-lagi Tio tetap memanggil Naya dengan panggilan manis nya.


" I-Iya Tio.Aku baru saja sampai di cafe." jawab Naya gugup.


" Terimakasih untuk kejutan luar biasa nya hari ini." imbuh Naya memberanikan diri.


" Apa Kamu menyukai nya Sayang? Aku sengaja mengirim semua itu sebagai tanda jadian kita,dan mungkin sampai seterusnya akan seperti ini." Tio tersenyum membayangkan hubungan mereka yang sudah melangkah satu tahap lebih maju.


" Iya Aku sangat menyukai nya.seharus nya Kamu tidak perlu melakukan ini semua,kita bukan anak ABG lagi Tio."


" Baiklah, terserah Kamu saja Aku sangat bersyukur mendapatkan coklat sebagus ini.Kamu lagi dimana sekarang?" Naya takut melarang Tio karena pasti akan berujung salah paham,toh dalam hal ini dia sangat di untungkan sekali.


" Aku sudah berada di kantor sayang,dan sebentar lagi mau meeting,Kamu jangan lupa makan ya,dan tidak boleh terlalu kecapean." jawab Tio penuh perhatian.


" Iya,Kamu juga seperti itu ya.Aku tutup dulu sambungan telepon nya, nanti kita sambung lagi.anak-anak udah nunggu Aku mau meeting." pamit Naya sambil melirik jam di pergelangan tangan nya.


" Oke,Aku juga mau ke ruang meeting juga.dada sayang." balas Tio memberi kecupan jauh.


Naya hanya tertawa lalu menyimpan kembali ponsel nya dan bergegas keluar dari ruangan nya menuju tempat meeting.


Sedang kan di dalam rumah Ibu Romlah,Bayu yang baru saja bangun dari tidur nya langsung pucat pasi melihat pesan balasan yang cukup menohok dari Naya.susah payah dia membujuk Naya untuk kembali lagi membina rumah tangga dan berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi, tetapi Naya langsung menolak mentah-mentah permintaan nya itu dan saat ini nomer ponsel nya sudah di blokir dan tidak bisa lagi mengirim kan pesan balasan.


" Sial! Aku tidak boleh kehilangan dia.hati ku hanya untuk dia meski pun tubuh sering berkhianat." batin Bayu meremas kuat sprai yang menjadi alas tidur nya.

__ADS_1


Bayu keluar dari kamar nya tanpa mencuci muka atau pun membersihkan badan nya,rasa lapar yang sangat menyiksa perut nya membawa Bayu duduk di dekat meja makan.


" Ibu kenapa tidak masak? Perut ku sudah sangat lapar sekali Bu?" hardik Bayu meminum segelas air putih sebagai penunda lapar nya.


Bu Romlah yang sedang memegang gagang sapu menghela nafas dengan memutar jengah kedua bola mata nya.


" Bagaimana ibu mau masak? Uang saja tidak punya,sudah sejak tadi malam Ibu membangun kan Kamu untuk meminta uang belanja, tetapi Kamu malah diam saja.Ibu saja belum makan sejak semalam suntuk." balas Ibu Romlah yang kenyang meminum air putih.


" Benarkah? Kemana uang yang baru saja di Aku kirim kemarin Bu?" tanya Bayu tidak percaya, padahal baru dua hari yang lalu di mengirim uang untuk kebutuhan keluarga nya, tetapi hari ini Ibu nya malah mengeluh kehabisan uang bahkan sampai menahan rasa lapar nya.


" U-uang nya su-sudah habis di pakai Clara untuk membayar tunggakan SPP sekolah nya." jawab Bu Romlah berbohong.dia tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepada Bayu,bisa jadi Bayu akan marah besar ketika mengetahui masalah penipuan yang menimpa dirinya.Bu Romlah lebih baik tutup mulut dari pada mendapatkan hukuman dari anak kesayangan nya.


" Tunggakan? Lalu kemana pergi nya anak itu?" tanya Bayu yang belum melihat keberadaan Clara padahal pagi sudah hampir berubah menjadi siang.


" Di-a dia pergi ke tempat teman nya untuk belajar kelompok." jawab Bu Romlah kembali berbohong.walaupun sebenar nya dia juga sangat cemas sekali.


" Ya sudah lah,ini ada sedikit uang untuk Ibu, lain kali Ibu harus bisa berhemat dan juga menabung,Aku sudah tidak bisa lagi memberikan kalian uang seperti dulu lagi, saat ini Aku sudah menjadi pengangguran dan tidak lagi bekerja di perusahaan itu." ucap Bayu menjelaskan agar sang Ibu mau berubah dan mengerti kondisi keuangan nya saat ini.


" Benarkah? Kenapa bisa di pecat?" Bu Romlah menyambar uang pemberian Bayu dengan cepat sekali.


" Aku juga nggak tahu pasti kenapa Bos gila itu memecat ku,tapi Aku sangat yakin kalau semua ini ada hubungan nya dengan Naya dan juga kedua orang tua nya."


" Kurang ajar sekali mereka satu keluarga,awas kalian!" mata Bu Romlah berkilat merah mengetahui kelicikan mantan menantu nya.


" Aku harap Ibu tidak lagi menghambur kan uang untuk keperluan yang tidak penting.sampai Aku menemukan jalan keluar nya."


" Kenapa Kamu harus bingung seperti itu si Bay,bukan kah saat ini kita sudah memiliki tambang emas yang begitu menguntungkan hidup kita.Kamu bisa memanfaatkan Rani dan Kamu tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan, cukup duduk berdiam diri di dalam rumah,maka uang akan datang menghampiri mu."ucap Bu Romlah tersenyum simpul.


" Rani juga sedang di timpa musibah Bu,rumah makan nya kemarin malam terbakar habis sampai tidak bersisa lagi, dia mengalami kerugian yang sangat besar sekali."


" Itu masalah kecil untuk dia yang sangat kaya raya,masih ada banyak usaha dan rumah kontrakan yang bisa menghasilkan uang untuk dia.Kamu harus bisa bersilat lidah jika tidak ingin jadi gembel." Bu Romlah berlalu pergi menuju warung terdekat demi mencari makanan yang bisa dia gunakan untuk mengisi perut lapar nya.


" Semoga saja Rani masih punya banyak uang simpanan,Aku harus bisa menguras semua harta nya sebelum dia sadar dan berubah pikiran." batin Bayu dalam hati nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2