
Bayu yang sedang terduduk memikirkan nasib hidup nya yang semakin tidak tentu arah hanya bisa tertunduk lesu dengan sekelebat bayangan masa lalu yang mendominasi.tidak pernah terbayang kan oleh dia sebelumnya bisa berpisah dari wanita yang dulu susah payah dia dapat kan.bahkan dia harus rela bertaruh nyawa berbuat curang demi memenangkan proyek cinta nya.
Bayu bahkan semakin sering mendapatkan perlakuan kasar dari anggota tahanan lain nya.tidak jarang mereka meminta Bayu untuk melakukan pekerjaan yang tidak seharusnya dia lakukan.
Bayu yang tidak ingin keselamatan nya terancam memilih patuh walaupun karena terpaksa.
Satu hari berdiam diri di dalam penjara ini membuat kepala nya semakin buntu dan terlintas ingin mengakhiri hidup yang begitu menyedihkan ini.
Di tengah lamunan konyol nya, tiba-tiba saja Bayu di kaget kan oleh kedatangan seorang petugas lapas yang membuka sel.
" Saudara Bayu,silahkan ikut kami keluar,ada seseorang yang datang mengunjungi anda." ucap nya tanpa menyebut siapa nama tamu tersebut.Bayu yang mengira bahwa tamu itu adalah sang Ibu, lantas berdiri dengan cepat dari tempat duduk nya dan berjalan menghampiri petugas lapas.
" Apa dia adalah Ibu Saya?" tanya Bayu meminta kepastian.
" Saya tidak tahu,lebih baik anda temui langsung orang nya."dengan tangan yang sudah terborgol erat,Bayu mengikuti langkah kaki yang akan membawa dia menghirup udara segar walaupun hanya sebentar saja.
Apa yang di bayangkan ternyata belum menjadi kenyataan.kedua bola mata Bayu membulat melihat sosok mantan mertua dan juga orang terhebat di negeri ini datang menemui dia dengan tatapan mata menakutkan.tajam dan penuh amarah.dia seperti di hadapkan pada malaikat penjemput nyawa.seluruh raga nya terasa kaku dan otot nya terasa tidak berfungsi dengan baik lagi.
" Apa ini terakhir kali nya Aku melihat dunia?" batin Bayu terpaksa berjalan karena di dorong dari belakang.
" Jangan membuang waktu lagi saudara Bayu, waktu anda tidak banyak." ucap Petugas ini mengingatkan.
" I-iya Pak." jawab Bayu lirih.
Orang yang datang mengunjungi dia saat ini adalah Pak Ridwan beserta besan kesayangan nya,siapa lagi kalau bukan Pengacara Dirgantara.
Bugh..
Bugh..
Dua pukulan keras mendarat di perut Bayu yang kempes.gumpalan tangan kuat yang di layangkan oleh seorang ayah yang merasa terhina melihat putri nya kembali di sakiti oleh pria yang sama.pria yang pernah dia selamatkan hidup nya.pria yang pernah dia terima dengan suka rela di tengah keluarga yang begitu harmonis.namun dengan tega nya dia melakukan percobaan penculikan dan pelecehan terhadap putri kesayangan nya.
Pak Dirga yang merasa geram hanya diam menyaksikan tanpa berniat melerai.
" Sudah Tuan! Kita sedang berada di kantor polisi,jaga sikap anda." ucap Reza mengingat kan.Reza yang merupakan sahabat masa kecil sekaligus cinta monyet Naya sebenarnya juga sakit hati mendengar kenyataan ini,namun dia masih bisa menahan emosi nya ketika melihat Naya yang sudah dia anggap adik di sakiti secara berkala oleh lelaki yang ada di hadapan nya.Reza yang merupakan anak yatim-piatu di salah satu panti asuhan di angkat dan di sekolah kan oleh Tuan Ridwan.dia sudah mengubur secara dalam rasa cinta dan suka nya kepada Naya sehingga yang tersisa saat ini adalah rasa Sayang seorang kakak kepada adik perempuan nya. mengingat kebaikan keluarga Hermansyah kepada dirinya membuat dia bertekad untuk menjaga Naya sampai dia menutup mata.akan tetapi penculikan kemarin membuat dia kembali merasa gagal karena sedang sibuk bekerja dan tidak bisa memantau Naya selama 24 jam utuh.
Reza menarik tubuh Pak Ridwan dan membawa Tuan nya duduk di atas kursi.
Sementara Pak Dirga yang juga datang bersama salah satu asisten nya memilih tetap berdiri sambil menghunuskan sorot mata membunuh kepada lelaki yang hampir merusak menantu nya.
Dengan di bantu oleh petugas lapas Bayu di minta untuk duduk di hadapan para tamu nya yang menatap penuh kebencian terhadap nya.
__ADS_1
Bayu tertunduk dalam dan tidak mampu lagi melakukan pembelaan untuk diri nya sendiri.
" Saya minta maaf." ucap Bayu nyaris tenggelam di tengah suasana mencekam ini.
" Untuk apa yang telah Kamu lakukan kepada anak satya? Lancang sekali Kamu? Masih untung Aku membiarkan Kamu sekeluarga hidup dan tidak Aku lenyap kan seperti masa depan putri ku yang hampir Kamu rusak." ucap Pak Ridwan dengan rahang yang mengeras,jiwa pebisnis nya keluar menghantam musuh yang ingin mengelabui nya.kemarahan di wajah Pak Ridwan tercetak jelas sampai membuat lawan nya menciut tak bernyali.
" Saya menyesal, ampunilah Saya yang khilaf ingin memiliki Naya kembali.Saya rela di hukum di dalam sini atau bahkan hukuman mati sekali pun.tapi Saya mohon jangan ganggu Ibu dan Adik Saya." ucap Bayu penuh penyesalan, mendengar ucapan mantan mertua nya membuat dia khawatir jika pria paruh baya yang berada di depan nya saat ini akan semakin menyulitkan kehidupan Ibu dan juga Adik nya.
Pak Ridwan mendengus muak mendengar permintaan maaf dari lelaki muda ini.hati beliau sama sekali tidak tersentuh dan berjanji akan membalas dengan yang lebih parah.
" Percuma saja Kamu memohon,jika keadaan nya Aku balikkan, apakah bisa Kamu menyembuhkan trauma yang mendalam di jiwa putri ku? Bisa tidak?" bentak Pak Ridwan semakin terbawa amarah.
" Tidak bisa kan? Maka Aku pun tidak bisa berjanji untuk tidak menyentuh hidup keluarga mu, mereka harus merasakan penderitaan seperti yang Kamu berikan kepada putri kesayangan ku." imbuh Pak Ridwan penuh penekanan.sejujur nya saat ini Pak Ridwan ingin sekali membunuh secara langsung pria ini menggunakan tangan nya sendiri.namun sayang nya tembok penjara menjadi penghalang mereka saat ini.
Dia bisa saja melenyapkan Bayu secara diam-diam dengan menyewa pembunuh bayaran,namun publik pasti akan curiga dan berimbas kepada nama baik keluarga nya.
" Sa-ya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada Anda Tuan,Saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi.biarkan Ibu Saya menjalani sisa hidup nya dengan tenang meskipun sudah terlanjur hancur." Bayu berkaca-kaca dan bingung harus mengatakan apa lagi bahwa saat ini dia benar-benar menyesali perbuatannya. ternyata dingin nya lantai penjara membuat isi kepala pria ini perlahan encer dan lagi menampakkan sisi gelap nya.
" Tidak salah lagi jika Naya meminta berpisah dari bajingan seperti Kamu,akan Aku pastikan Kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang sudah kamu lakukan." Pak Dirga akhirnya angkat suara saat melihat besan nya sudah terdiam dengan emosi yang memuncak.
" Kamu tahu bukan siapa Saya? Jadi jangan harap Kamu bisa bebas dalam waktu dekat.kalau perlu sisa umur mu akan Saya buat habis di dalam sini lengkap dengan penderitaan." Pak Dirga lalu keluar dari ruangan ini dan berjalan menemui pihak penyidik yang menangani perkara ini.
" Mampus kau!" teriak Pak Ridwan geram dan seolah belum puas.
" Hentikan Tuan." Reza menahan tangan Pak Ridwan dan membawa masuk ke dalam ruangan yang di dalam nya terdapat Dirgantara.
1 jam lebih Dirgantara berdiskusi menyelesaikan kasus hukum ini,dan besok Bayu akan mendapatkan hukuman atas apa yang telah dia tabur.
Dirgantara tersenyum puas melihat hasil dari kinerja nya.
" Berapa lama bajingan itu akan mendekam di sini?" tanya Pak Ridwan yang memilih duduk di kursi kain ketimbang ikut nimbrung dengan pembicaraan hukum yang belum tentu dia pahami.
" Kamu akan melihat nya besok,lebih baik sekarang kita segera pergi dari sini sebelum jurus karate mu keluar lagi." goda Pak Dirga tersenyum tipis.
" Dasar!!" Pak Ridwan berjalan terlebih dahulu keluar dari kantor polisi ini dengan Reza yang begitu setia mendampingi nya.
" Aku tidak bisa makan siang bersama Kamu,Wan! Aku akan kembali ke kantor saat ini juga." pamit Pak Dirga yang sudah di tunggu oleh client penting.
" Siapa sih yang ingin Kamu temui sampai membuat Kamu lupa dengan persahabatan kita,apa dia begitu cantik dan sangat seksi sekali?" Pak Ridwan ikut-ikutan menjahili sahabat nya yang super jahil sekali.
" Hei! Jangan sembarangan menuduh ya,kalau Sari mendengar kata -kata mu itu,bisa habis Aku di cincang."
__ADS_1
" Aku akan melaporkan kepada Sari,bisa Aku pastikan untuk beberapa hari ke depan Kamu akan tidur di luar dan tidak boleh meminta jatah makan Jumat."
Hahaha....
Pak Ridwan berlari masuk ke dalam mobil nya dengan terbirit-birit.
" Kurang ajar! Jangan sampai dia melaporkan yang tidak -tidak." Pak Dirga mengejar sahabat sekaligus besan nya.dia tidak bisa terima dengan fitnah keji yang di tuduh kan kepadanya.
Reza dan asisten pribadi nya menahan tawa melihat kelakuan mereka berdua.padahal baru saja mereka menampilkan wajah garang tetapi saat ini sudah kembali ke watak asli.
Tok...Tok...Tok..
" Ridwan! Keluar Kamu,awas saja kalau sampai berita bohong ini sampai ke telinga istri ku. Aku tidak akan membantu kasus ini."
" Hei! kerbau buntung,buka pintu mobil nya."
" Jalankan mobil nya Gus." titah Pak Ridwan tersenyum penuh kemenangan bisa mengerjai pengacara handal.
Sebenarnya ini hanya lah sebuah ancaman lelucon saja.Pak Ridwan sudah mengetahui bagaimana jadwal yang di miliki Sahabat nya.
lelah menampilkan wajah kalut nya, membuat Pak Ridwan mencari solusi lain menumbuhkan senyum pemanis wajah tua nya..
Baru setengah jalan yang di susuri oleh Bu Romlah di tengah teriknya panas matahari,tubuh Bu Romlah kembali harus terguncang dengan kabar yang dia dapat kan dari tetangga sebelah.
" Bu Romlah,mari ikut Saya pulang,ada beberapa polisi yang mencari Bu Romlah saat ini." ucap Pak Kadimin yang merupakan tetangga sekaligus petugas keamanan komplek.
" Ada apa mereka mencari saya Pak?" tanya Bu Romlah gemetaran.hari ini dia sengaja libur berjualan dan bekerja di mesjid demi mencari sang buah hati yang tidak tahu di mana rimba nya.
" Saya kurang tahu juga Bu! Kalau tidak salah ini menyangkut Clara." jawab Pak Kadimin kembali menghidupkan mesin motor nya karena tidak ingin membuat pihak kepolisian menunggu terlalu lama.
" Clara? Anak ku?" beo Bu Romlah dengan air mata yang mengucur deras.
" Iya Bu! Cepat lah naik sebelum mereka terlanjur pergi dan Ibu tidak akan bisa menemukan lagi keberadaan anak perempuan ibu itu." kesal Pak Kadimin saat melihat Bu Romlah yang masih belum naik ke atas motor nya.
" Ba- baik Pak! terimakasih banyak sudah menjemput Saya." Bu Romlah duduk dengan perasaan resah di atas motor.kabar tentang Clara membawa sebuah semangat untuk kehidupan nya yang terlanjur redup.
" Sabar ya Nak! Sebentar lagi kita akan bertemu." batin Bu Romlah masih berlinangan air mata.
" Apa ada orang yang menyakiti Kamu selama Kamu berada di luar rumah?" banyak sekali pertanyaan yang terpendam di benak nya saat ini.hanya Clara yang menjadi tumpuan hidup nya saat ini karena Bayu belum jelas kabar berita nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys..😍😍😍
__ADS_1