
Clara masih di kurung di dalam kamar yang berukuran sangat sempit ini.gadis remaja ini sengaja di pasung karena penyakit nya semakin parah dan tidak bisa kendalikan lagi oleh sang Ibu.butuh biaya besar untuk membawa Clara ke rumah sakit dan menebus obat yang memiliki harga mahal. Bu Romlah hanya bisa pasrah karena terlalu pusing dengan kondisi hidup mereka saat ini.
" Maafkan Ibu ya Nak! Kamu terpaksa harus di pasung seperti ini." Ucap Bu Romlah dengan nada suara bergetar.tangan nya terulur menyuapi Clara nasi kuning yang dia dapat kan dari hajatan tetangga sebelah.kulit kusam,wajah penuh noda serta bau tubuh yang menyengat sudah menjadi pemandangan biasa bagi Bu Romlah dan juga putra nya.mereka tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan biaya.
Clara yang sudah tidak bisa lagi di ajak berkomunikasi dengan baik hanya tertawa tidak jelas sambil menatap kuku yang menghitam.
" Makan yang banyak ya Nak,biar Kamu kuat dan sehat." imbuh Bu Romlah merapikan rambut Clara yang tidak pernah lagi tersentuh oleh sisir.Clara yang selalu mengamuk membuat Bu Romlah menyingkir dan tidak berani berdekatan dengan jarak yang sangat dekat.gadis ini akan patuh jika di ajak makan saja.
Air mata Bu Romlah menetes setiap kali mengingat bagaimana nasehat yang dia dengar saat melintasi mesjid.hati Bu Romlah tergerak untuk berubah ke lebih baik dan tidak ingin lagi terjebak ke dalam bisikan setan yang semakin membuat hidup dia dan keluarga nya hancur.
" Jika kita merasa bersalah,maka mohon ampun lah.barangkali dosa kita sudah terlalu banyak maka nya tuhan memberi kan kita cobaan sebagai teguran untuk mendekatkan diri kepada nya.tidak ada kata terlambat untuk berubah.hanya perlu usaha dan hati yang lapang." kata-kata ini terus saja terngiang-ngiang di telinga Bu Romlah sampai membuat tidur nya tadi malam menjadi tidak nyenyak.
" Ya Tuhan! Jika semua ini adalah sebuah pembalasan yang harus hamba bayar,hamba iklhas ya tuhan.tapi hamba mohon jangan persulit kan lagi jalan hidup hamba yang sudah tidak berdaya ini.hamba bersimpuh memohon ampunan mu." Bu Romlah terisak-isak mengingat sudah begitu banyak dosa yang dia perbuat selama hidup nya.sudah begitu banyak hati yang terluka oleh mulut berbisa nya.sudah begitu banyak pula cacian dan fitnah yang dia tebarkan demi meraih popularitas.
" Maafkan Aku ya Tuhan..." Clara yang sedang melamun dengan memainkan jari tangan nya sama sekali tidak merespon atas apa yang sudah terjadi kepada sang ibu.kejiwaan Clara benar-benar terguncang hebat.
Tap...Tap..Tap...
Suara langkah kaki yang semakin mendekat membuat Bu Romlah dengan cepat mengusap air mata menggunakan punggung tangan nya.dia tidak ingin Bayu melihat wajah basah penuh oleh air mata.biar lah dia sendiri yang memendam rasa bersalah ini tanpa melibatkan anak-anak nya lagi.
" Bu! Bagi duit Bu!" pinta Bayu dengan tangan mengembang sempurna di depan mata sang ibu.untung saja saat ini posisi Bu Romlah sedang memunggungi Bayu sehingga putra nya tidak akan bisa melihat pemandangan sedih ini.
Bu Romlah mengangguk lalu mengeluarkan dompet kecil yang terselip di dekat pinggang nya.
"Ibu cuman punya segini Nak." Bu Romlah menyerahkan selembar uang 50 ribuan kepada Bayu tanpa mengalihkan pandangan nya.sedangkan di dalam dompet nya masih tertinggal satu lembar lagi mata uang yang sama.
" Hm..." Bayu menerima uang tersebut dan melirik sekilas sang adek yang meringkuk ketakutan melihat kehadiran nya.Bayu memutar badan nya dan keluar begitu saja tanpa mengucapkan kata terima kasih atau pun pamit.
" Ya Tuhan! Semua ini salah ku.Aku yang sudah salah mendidik anak ku sampai membuat dia seperti itu." batin Bu Romlah mengusap dada nya yang terasa sesak.sedangkan Clara masih bergetar dengan menggeleng kepala mengingat perlakuan kasar Bayu terhadap nya selama ini.
" Sudah nggak papa sayang,Mas mu sudah pergi,jangan takut lagi ya." bisik Bu Romlah lembut menenangkan putri nya yang semakin parah.
Hiks...Hiks...Hiks...
"Dia jahat! Jahat! Bajingan." teriak Clara mengobrak-abrik pasung yang begitu berat.
Di depan kediaman megah nya saat ini,Naya sedang melepas kepergian sang suami untuk berangkat bekerja.Naya begitu lihai menjalan kan peran nya sebagai seorang istri.
" Kamu jadi pergi ke mall nya?" tanya Tio menatap wajah Naya dan menyelipkan rambut Naya yang terbang terkena hembusan angin.
" Iya sayang,bolehkan?" Naya memeluk tubuh Tio yang merupakan tempat ternyaman untuk nya saat ini.
" Boleh,tapi ingat nggak boleh kecapean ya.karena nanti malam kita harus melanjutkan memproduksi dedek bayi supaya cepat hadir di tengah-tengah keluarga kecil kita." bisik Tio membalas memeluk tubuh Naya.
" Mesum!" seru Naya mencubit pinggang Tio.
" Sakit sayang." Tio meringis merasa panas di terkena jepitan tangan Naya.
" Salah sendiri.siapa suruh mesum terus." Naya melonggarkan pelukannya dan tidak ingin membuat pusaka Tio semakin menegang.
" Mesum seperti ini tapi ganteng kan sayang,tampan dan perkasa.yang pasti selalu berhasil membuat Kamu terbang melayang dengan jeritan nikmat." bisik Tio lau mengecup kening Naya dan berlari menuju mobil.
" Mas!" teriak Naya tidak terima.saat dia ingin menjawab tuduhan sang suami,langkah Naya terpaksa berhenti ketika melihat Adnan sedang menutup pintu mobil nya.
" Dada Sayang, hari ini Aku akan pulang cepat,jadi persiapkan diri mu sebaik mungkin." Tio tersenyum puas lalu menutup pintu kaca mobil sambil melempar ciuman jarak jauh untuk sang istri yang sedang kesal.
" Nyebelin banget sih." Naya mencak-mencak tidak bisa membalas keusilan sang suami.
Adnan menghela nafas lega melihat Tuan Bos nya yang akhir -akhir ini selalu tersenyum manis.jika suasana hati Tuan bos baik,maka dia dan Samsul bisa selamat dari yang nama nya amukan dan bentakan keras.
" Nona Naya adalah pawang terbaik untuk Tuan Bos,selama mereka menjalin hubungan dan menikah.Tuan Bos sudah berubah menjadi lembut dan sudah jarang mengeluarkan amarah nya." batin Adnan menatap lurus jalanan yang belum terlalu macet.sesekali dia melirik ke arah belakang memperhatikan penampilan Tuan bos nya yang semakin paripurna karena di rawat oleh istri tercinta.
" Ada apa Nan? Kenapa Kamu selalu melihat kebelakang?" tanya Tio yang sejak tadi sudah mengawasi pergerakan Adnan dari ekor mata nya.
" Ti-tidak apa-apa Tuan! Saya hanya kagum melihat penampilan Tuan yang semakin berubah dari biasa nya." puji Adnan begitu gamblang.
" Jadi maksudnya selama ini penampilan ku biasa aja, begitu? Haah?" tanya Tio tidak terima dengan ucapan Adnan.
" Bu-bukan seperti itu Tuan." Adnan memegang tengkuk nya kebingungan mau berkata apa.
" Jadi seperti apa?" Tio menatap tajam Adnan melalui kaca spion.
" Nona Naya sudah berhasil membuat anda berubah total, penampilan anda selama ini sudah bagus, tetapi semenjak menikah dengan Nona Naya! Anda semakin terlihat tampan dari biasa nya.aura pada diri anda juga semakin terpancar nyata membuat siapa pun yang melihat anda menjadi pangling,Tuan juga sudah jarang marah-marah di kantor." Adnan berbicara dengan tenang karena tidak menyimpan sedikit pun kebohongan.
Tio tersenyum mengangguk kan kepala membenarkan ucapan Adnan.
" Kamu benar,Naya memang membawa perubahan besar dalam hidup ku.Aku merasa sangat beruntung sekali bisa mendapatkan dia kembali dan menjadi kan dia pendamping hidup ku.tidak akan pernah Aku buat dia menderita dan akan Aku pasti kan dia selalu merasa bahagia dan tenang hidup berdampingan dengan ku." Tio tersenyum lebar mengingat manis nya kehidupan nya setelah berumah tangga.
" Sebaiknya Kamu juga mencari pendamping hidup untuk mu Nan,apa Kamu tidak ingin tidur ada yang nemenin dan di peluk,makan ada yang menyiapkan.baju sudah tersusun rapi .jangan lupa mencari kekasih hati.jangan hanya kerja aja yang ada di dalam kepala mu itu." imbuh Tio penuh sindiran.
Adnan melotot mendengar ucapan Tuan nya,ingin marah tapi yang berbicara adalah Bos,yang ada Adnan yang akan di lempar ke jalanan.
__ADS_1
" Mentang-mentang sudah nikah! Gaya nya sombong sekali." batin Adnan mengumpat kesal.
Naya saat ini tengah Bersiap-siap untuk berangkat ke mall.kemarin malam dia sudah janjian dengan Melati untuk menemani dia pergi ke salon dan juga berbelanja kebutuhan lain nya.
" Cantik deh!" seru Naya lalu memakai tas branded nya dan tidak lupa membawa kunci mobil menuju lantai bawah.
" Anda mau kemana Nona? Apa perlu Saya antar?" tanya Pak Win yang merupakan sopir pribadi khusus untuk mengantar kemana pun Naya pergi.
" Tidak perlu Pak, hari ini Aku ingin menyetir sendiri.sebaiknya Pak Win istirahat saja.oh ya tolong bilangin sama Bibi ya Pak,kalau Saya mau pergi keluar jadi tidak perlu menyiapkan makan siang." Naya memakai kaca mata hitam yang semakin membuat dia terlihat cantik sekali.
" Baik Non akan Saya sampaikan, hati-hati bawa mobil nya Non." Pak Win terpaksa mengiyakan permintaan sang Nyonya karena tidak berani membantah.
Naya mengacungkan jempol nya lalu menghidupkan mesin mobil meninggalkan pekarangan kediaman pribadi nya.
Mobil yang Naya kemudikan membelah jalanan yang begitu ramai.Naya yang sedang fokus menatap ke arah jalanan tidak menyadari ada seseorang yang tengah melihat dia.kaca mobil yang sedikit terbuka membuat pria itu dengan mudah mengenali siapa pemilik mobil mewah berwarna putih ini.
Naya yang tidak ingin terjebak kemacetan memilih mencari jalan tikus agar lebih cepat sampai pada tujuan nya.namun naas sekali, keputusan yang di ambil Naya semakin membuat diri nya terpojok dan sang penguntit tersenyum sinis mendapatkan kesempatan untuk menjatuhkan lawan nya.
Srekkk....
Suara decitan ban dengan aspal jalanan terdengar begitu keras.untung nya jalanan ini sepi oleh pengendara lain.sehingga membuat Naya selamat dari tabrakan maut.Naya memejam kan mata nya dan belum menyadari jika motor yang menghadang jalan nya belum pergi dan sudah berdiri tepat di samping pintu mobil nya.
Naya menghela nafas,mencoba tenang agar bisa melanjutkan kembali perjalanan nya.
Di saat kedua mata nya terbuka lebar,Naya di buat kaget oleh suara gedoran kaca dari arah luar yang begitu kencang.
" Astaga ! Siapa dia?" batin Naya yang sama sekali belum mengenali sosok yang berada di balik helm hitam ini.
Naya yang sedang kebingungan sekaligus takut,dengan cepat mengambil ponsel mencari nomer sang suami.panggilan yang Naya lakukan semakin membuat gedoran kaca itu berbunyi dengan kuat.
" Buka pintu mobil nya,kalau tidak ingin Aku pecahkan dengan batu." ancam sosok misterius yang masih belum menampakkan batang hidung nya.
Ponsel Naya terjatuh ke bawah kursi mendengar ancaman menakutkan itu, apalagi tidak ada satu orang pun yang melintasi jalan tikus ini.
" Ya Allah bagaimana ini? Angkat dong sayang telpon nya." Naya semakin resah tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Buk...Buk...Buk...
Untung saja kaca mobil ini tebal sehingga tidak mudah retak.Naya yang gugup dengan perlahan membuka kaca mobil dan menyerahkan begitu saja di dompet yang berisi beberapa lembar uang ratusan.
" Aku tidak butuh itu." Tolak pria ini dan langsung menerobos masuk duduk di samping Naya.tidak ingin duduk bersebelahan dengan pria yang tidak dia kenali,Naya dengan cepat menggeser tempat duduk nya dan bersiap-siap ingin melompat keluar.namun aksi Naya dengan mudah di tebak sehingga membuat pelaku langsung mengunci pintu mobil.
" Buka pintu nya,Kamu boleh mengambil mobil ini atau uang ku,tapi biarkan Aku pergi." teriak Naya ketakutan.
" Mas Bayu!" cetus Naya dengan membelalakkan mata nya.
" Apa yang mau Kamu lakukan Mas? Keluar dari mobil ku!" teriak Naya semakin ketakutan dengan kehadiran Bayu yang secara tiba-tiba.
Naya semakin memundurkan tubuh nya tidak ingin terlalu dekat dengan sosok yang ingin dia hindari.
" Aku sengaja mengikuti mobil mu dan ternyata Kamu membuka jalan untuk kita bertemu."Bayu menyeringai nakal seraya memperhatikan penampilan Naya dari atas sampai ke bawah.sampai membuat Naya merasa ilfil dan ingin segera melompat keluar dari mobil.
" Kamu sudah terlalu banyak berubah setelah berpisah dari Aku."ucap nya menatap penuh makna.
" Apa Kamu terlalu bahagia dengan perpisahan kita? Dan membuat Kamu dengan cepat kembali ke cinta masa lalu mu yang begitu memuakkan." tanya Bayu lagi.
" Tentu saja Aku bahagia, bukan kah Kamu juga bahagia bisa bersama wanita simpanan mu itu? Jadi untuk apa lagi Kamu datang menemui Aku,lebih baik sekarang juga Kamu keluar dari mobil ku sebelum Aku berteriak memanggil orang." sahut Naya sambil meraih ponsel dan kembali mencoba menghubungi nomer sang suami.Bayu yang sedang tertawa palsu tidak menyadari apa yang tengah di lakukan oleh Naya.
" Aku merindukan Kamu sayang,Aku tidak bahagia dengan wanita itu, hidup ku sudah hancur tidak berbentuk lagi."Bayu mulai sadar bahwa Naya adalah sosok wanita yang manis dan sangat cantik sekali,entah kenapa dulu dia bisa tergoda dan terjerat cinta dengan janda pirang itu.mata Bayu seolah buta menentukan kebenaran untuk hidupnya.
" Tidak bisa kah Kamu kembali menjadi istri ku,dan kita akan membina rumah tangga kita mulai dari awal lagi." pinta Bayu dengan tatapan sendu.
Hahaha....
Naya tertawa lepas melihat tingkah Bayu yang menurut nya sangat tidak tahu diri sekali.setelah dia mencampakkan dan memperlakukan nya secara tidak adil,lelaki ini malah datang memohon dengan keadaan Naya yang sudah memiliki suami.
" Aku tidak akan mau kembali kepada Kamu? Apa yang sudah terjadi kepada Kamu sampai membuat Kamu berani berkata seperti itu kepada ku?" Naya berdecih merasa jijik dan juga muak.
" Aku menyesal karena telah menyakiti dan menduakan cinta mu,Aku ingin kita rujuk kembali dan tinggal kan Lelaki brengsek itu."ucap Bayu tanpa merasa malu.
" Aku bukan Kamu yang rela meninggalkan pasangan halal demi kerikil sampah yang berserakan di jalanan, simpan saja tawaran gila mu itu untuk wanita lain.keluarlah dari sini." Naya mendorong tubuh Bayu hingga membuat diri nya terjerembab ke dalam pelukan Bayu.
" Lepaskan Aku brengsek." teriak Naya berusaha memukul Bayu untuk menjauh dari tubuh nya.
" Buka pintu nya!" teriak Naya menahan rasa kesal.
" Kamu tidak boleh keluar dan harus ikut bersama ku." balas Bayu tersenyum devil semakin melingkar kan tangan di pinggang Naya.
" Jangan sentuh Aku bajingan! Lepaskan." Naya berusaha pindah ke kursi sebelah meskipun harus menggunakan tenaga lebih.
" Bersabar lah sayang, sebentar lagi kita akan kembali bersama." Bayu semakin menyeringai melihat rencana nya yang sebentar lagi akan berhasil.
__ADS_1
Sementara itu Tio yang merasa geram seraya mengepal kuat tangan nya ketika mendengar percakapan yang terjadi di ponsel nya.Tio yang baru selesai melaksanakan meeting di kaget kan dengan panggilan tidak terjawab dari sang istri.ketika panggilan Naya kembali masuk ke dalam ponsel nya,Tio dengan cepat menekan tombol hijau dan malah mendengar suara lelaki lain yang sedang mengancam istri nya.
" Sayang! Apa yang sedang terjadi?" tanya Tio semakin khawatir.
" Lepaskan Aku! Aku mau turun." teriak Naya begitu keras.
Tio semakin terbalut emosi ketika mendengar istri nya berteriak.dia langsung mematikan sambungan telepon itu dan melacak keberadaan sang istri saat ini melalui GPS.
Tio berlari keluar dari ruangan nya dan menitipkan pekerjaan kepada sang sekretaris yang terpaku melihat raut wajah Tio yang sedang tidak bersahabat.tidak ingin dirinya celaka dan menjadi korban dari amukan sang Tuan bos.Samsul dengan cepat mengangguk kan Kepala meskipun Tio sudah pergi menjauh meninggalkan dia.
" Apa yang sudah terjadi? Sampai membuat Tuan seperti singa yang mengamuk?" batin Samsul menerka-nerka.
Tio melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh menuju titik merah yang terlihat di layar ponsel nya.dia menekan klakson mobil nya ketika ada pengguna jalan lain yang menghalangi jalan nya.
Tio bernafas lega saat menyadari mobil tersebut belum pindah dari posisi awal.Tio kembali menambah kecepatan mobil nya agar lebih cepat sampai pada tujuan nya.dia tidak ingin terlambat menyelamatkan sang istri yang sangat berharga untuk hidup nya.
" Awas! Kau..." teriak Tio saat menyadari sebentar lagi dia akan sampai di titik merah itu.
" Sedikit lagi." batin Tio.amarah nya kian berkecamuk ketika menyadari bahwa posisi yang mereka berada saat ini sangat lah rawan dan tidak akan ada pengganggu yang datang menghentikan pergerakan pria yang menahan istri nya.
Di dalam mobil itu,Naya berusaha melepas kan diri dari tangan Bayu yang semakin nakal ingin menyentuh tubuh nya.
" Aku mohon jangan sentuh Aku lagi! Lepas kan Aku." pinta Naya dengan mata yang mengembun.
" Tidak akan pernah sayang, sebelum Aku mendapatkan Kamu lagi." balas Bayu yang sudah siap ingin menyentuh Naya.
Naya semakin menggigil ketakutan,dia tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk lepas dari tawanan masa lalu nya yang sudah tidak waras lagi.
" Kamu memang lelaki pengecut Mas!" teriak Naya di sela isakan tangis nya.baju Naya sudah sedikit terbuka akibat tarikan tangan Bayu.
" Terserah apa katamu sayang,yang jelas Aku akan membuka jalan untuk kita kembali bersama." balas Bayu tersenyum simpul.
Bugh...
Bayu yang hendak menindih Naya tertarik ke belakang hingga menyentuh aspal panas.seketika tubuh dan Kepala nya terasa sakit sekali.
Bayu pun memegang kepala bagian belakang yang sudah basah oleh darah yang menetes akibat benturan keras yang dia dapat kan.
" Apa yang Kamu lakukan kepada istri ku?" teriakkan menggelegar milik Tio membuat Bayu menegang dan tertunduk pasrah.Tio melangkah maju dan menghajar Bayu secara membabi buta.kaki dan tangan silih berganti menerjang tubuh Bayu sampai membuat Lelaki itu meringis mengeluarkan darah segar.
Naya yang masih bertahan di dalam mobil memeluk tubuh nya dengan erat.dia tidak sanggup lagi membuka mata dan merasa takut dengan apa yang sudah menimpa nya saat ini.
Air mata Naya jatuh berhamburan membasahi pipi nya.dia membiarkan begitu saja suami nya membalas rasa takut dan juga rasa sakit hati nya.
" Berani sekali Kamu menyentuh istri ku,sampai membuat dia ketakutan seperti itu.apa Kamu sudah bosan untuk hidup? hah?" ucap Tio menggebu-gebu.
" Terima saja hukuman yang akan Aku berikan,Kamu tidak akan bisa hidup tenang lagi, dasar pecundang." imbuh Tio melempar jauh tubuh Bayu yang sudah bersimbah darah dengan wajah yang babak belur.
Bayu berusaha berdiri dengan tubuh yang sudah remuk.dia menatap tajam ke arah Tio yang dengan sengaja menginjak tangan nya.
" Aku akan mengambil kembali milik ku,Kamu tidak pantas menjadi suami nya." Teriak Bayu tanpa merasa takut.
" Milik mu yang seperti apa yang Kamu maksud? Apa Kamu sudah gila atau sengaja lupa ingatan? Tunggu pembalasanku." hardik Tio kembali menjatuhkan Bayu dengan gumpalan tangan kanan nya.
Tio lalu masuk kedalam mobil memeluk tubuh istri nya yang bergetar hebat.
" Sayang! Jangan menangis lagi,maafkan Aku yang tidak bisa menjaga Kamu dengan baik." ucap Tio menggosok punggung Naya dengan lembut.
Tangis Naya semakin pecah ketika berada di pelukan suami nya.dia menumpahkan semua ketakutan yang dia rasakan tadi.ingin rasa nya Tio menanyakan kenapa sang istri tidak memakai sopir pribadi nya, tetapi urung dia lakukan karena Naya masih terlihat syok.
Bayu yang tidak suka melihat pemandangan ini hanya bisa mengumpat kesal dengan membuang pandangan nya ke arah lain.
Dari arah jauh,terdengarlah bunyi sirine mobil polisi yang menghadang jalan Bayu secara bersamaan.Bayu yang ingin melarikan diri pun terpaksa duduk kembali di posisi awal nya karena merasa terkepung.tubuh yang sudah tidak bertenaga lagi membuat Bayu menyerah begitu saja.
Di belakang polisi itu ada beberapa anak buah Tio yang datang setelah mendapatkan pesan singkat dari Tio.
" Apa Nona baik-baik saja Tuan?" tanya mereka bersamaan.
" Iya,kalian urus bajingan itu dan pastikan dia membusuk di dalam penjara." titah Tio menatap tajam Bayu yang sudah di borgol oleh polisi.
" Baik Bos." jawab Mereka menunduk kan Kepala dan membiarkan saja Tio melewati mereka dengan menggendong Naya dalam pelukan nya.
" Amar!Jual mobil itu,Aku tidak ingin istri ku trauma dengan kehadiran mobil ini lagi " titah Tio yang sangat memahami betapa terguncang nya Naya saat ini.dia memilih menjual mobil pemberian nya untuk Naya dari pada membiarkan Naya larut dengan kejadian kelam ini.
"Baik Bos." Amar menangkap kunci mobil yang di lemparkan oleh Tio.
Beruntung nya Tio mempunyai kunci cadangan mobil yang di pakai oleh istri nya sehingga dia tidak perlu bersusah payah membuka mobil yang di kunci oleh Bayu tadi.saking fokus nya membuka kancing baju nya,Bayu Sampai tidak menyadari kalau Tio sudah berada di belakang nya dan bersiap menghentikan aksi gila nya.
"Jangan lagi keluar tanpa menggunakan sopir,mereka Aku gaji untuk melindungi Kamu dari kejadian seperti ini." ucap Tio lembut mengusap wajah Naya yang pucat.
" Maaf." jawab Naya dengan wajah sembab nya.
__ADS_1
" Hari ini Aku maafkan,tapi tidak untuk hari esok dan seterusnya." Tio kembali membawa Naya masuk ke dalam pelukan nya.hati nya tidak akan pernah bisa melihat Naya menangis sesenggukan seperti ini.jika boleh memilih,dia akan menggantikan posisi itu dan tidak akan pernah membiarkan wanita nya terluka atau pun kesakitan.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰