
Bayu berjalan dengan tubuh lemas nya menuju ruangan nya.
" Apa yang sudah terjadi Pak Bayu?" tanya salah satu rekan kerjanya.
Bayu hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum masam.
" Kenapa semua barang-barang nya di masuk kan ke kardus itu?" tanya karyawan wanita yang berada di belakang nya.
Bayu masih berusaha untuk tetap diam dan tidak melayani semua pertanyaan yang mereka ajukan.dengan gerakan cepat Bayu mengemasi barang-barang nya dan memastikan tidak ada yang tertinggal lagi.
Melihat Bayu yang hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan dari mereka semua, membuat semua isi ruangan ini menatap penuh tanya dan sangat curiga dengan tingkah aneh Bayu.
" Apa Pak Bayu di pecat Atau pindah ruangan?"
" Pasti naik jabatan kan? Pengaruh ordal(orang dalam) memang luar biasa ya."
" Jangan lupa traktir kita-kita ya Pak."
Bayu memilih mengabaikan semua teman-teman nya berjalan cepat keluar dari ruangan ini dengan bersusah payah membawa satu buah kardus berisi penuh oleh barang pribadi nya.
Belum sempat pria ini menaiki ojek online yang sudah datang untuk menjemput nya.jantung Bayu kembali di buat syok oleh isi pesan balasan yang dia terima dari Naya.
" Kita tidak akan pernah bercerai sampai kapan pun, Kamu masih tetap sah menjadi istri ku dan tidak akan pernah menjadi mantan.Aku sangat mencintai mu sayang." balas Bayu dengan penuh emosi.
Naya menghela nafas lega setelah semua berkas perceraian nya di nyatakan lengkap oleh sang Papa dan sudah di masukkan oleh pengacara mereka ke pengadilan agama berikut dengan bukti konkrit nya.Pak Ridwan sengaja tidak mau membocorkan isi video itu kepada putri nya karena tidak ingin Naya syok dan semakin tertekan.pria paruh baya ini sangat menjaga sekali kewarasan otak putri nya.
Sudah pasti ada yang terasa mengganjal di dalam perasaan Naya saat ini.di sudut hati yang paling dalam, terbesit sebuah rasa sakit yang teramat dalam kala menyadari bahwa sebentar lagi dia akan menyandang status sebagai janda di umur yang sangat masih muda.pernikahan yang awal nya dia kira akan bertahan seumur hidup harus kandas di titik terendah batas kesabaran nya.
Naya sama sekali tidak menyesal jika harus berpisah dengan Bayu.dia bahkan sangat bersyukur mendapati suami nya berselingkuh dan mengkhianati pernikahan mereka.
Setelah sambungan telepon dia dan sang Papa berakhir,Naya kembali ke meja yang dia tempati bersama dengan Melati.
" Loh?"Naya dia buat kaget dengan kehadiran Tio yang sudah duduk manis sambil menikmati segelas capuccino di samping dia.
" Hai Nay!" sapa Tio begitu lembut nya.sebenarnya di dalam hati pria ini tengah bersorak gembira karena bisa kebetulan bertemu dengan Naya di restoran ini.Tio yang baru saja menyelesaikan meeting nya dengan rekan bisnis nya tidak sengaja menangkap bayangan Naya yang sedang berdiri dengan memegang ponsel di samping telinga nya.Tio yang juga sedikit mengenal Melati bergegas menghampiri meja itu.
__ADS_1
" Kenapa Kamu ada di sini io?" tanya Naya kembali duduk di kursi nya.
"Kebetulan Aku baru saja selesai meeting dengan teman Aku,dan nggak sengaja ngeliat ada Kamu di sini." jawab Tio menjelaskan.
" Oh..." Naya mengangguk kan kepala nya karena tidak mungkin mengusir Tio yang sudah duduk manis di samping dia.
" Nay,mobil nya Aku antar langsung ke rumah nyokap Kamu aja ya?" tanya Melati yang sudah merasa lelah karena takut mendapatkan teror dari suami Naya.malam tadi tidur Melati sama sekali tidak bisa nyenyak dan pulas akibat kepikiran tentang keberadaan mobil Naya .
Naya langsung melotot kan mata nya sebagai bentuk ketidaksukaan nya kepada Melati yang membahas masalah rumah tangga nya di depan Tio.
" Maaf!" seru Melati pelan sambil menutup mulut nya.
" Kalian lagi bahas apaan sih? Kasih tau dong!Aku juga pengen denger loh?" sahut Tio pura-pura tidak mengerti padahal dia adalah suhu nya.
"Mmm ...."Melati menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal karena kesulitan menjawab pertanyaan dari Tio.
" Bukan apa-apa kok io." kali ini Naya yang membuka suara agar Melati tidak lepas kontrol lagi.
Tio mengangguk seolah percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Naya.
" Kamu beneran udah pindah kerumah Om Ridwan,Nay?" tanya Tio berharap Naya mau membagi kisah pahit nya kepada dia.
" Iya." jawab Naya singkat.
" Loh! Terus suami Kamu ikut pindah juga?" tanya Tio terlihat biasa saja.
" CK..." Naya berdecak sebal sambil menendang kaki Tio yang berada di bawah meja.
" Jangan pura-pura nggak tahu segala io! Aku yakin Kamu sudah mendengar semua nya dari Om Dirga." ucap Naya lirih.
Tio yang merasa ketahuan oleh Naya memegang asal dagu nya sambil nyengir.
" Aku hanya ingin mengetes kejujuran Kamu saja." kilah Tio tersenyum ramah.
" Kejujuran?Memang nya Aku tukang berbohong apa?" sahut Naya judes.
__ADS_1
Hahaha...
Tio tertawa puas melihat wajah jutek Naya.
" Jangan galak-galak Nay?Jatuh cinta lagi baru tahu rasa!" seru Melati yang sudah bosan hanya menjadi obat nyamuk untuk mereka berdua.
" Nah tuh! dengerin." Tio lekas-lekas mengiyakan ucapan Melati dengan menjentikkan jemari nya di hadapan Naya berharap agar Naya sadar.
"Aku hanya mengingatkan! Agar Kamu tidak lepas kontrol dan menjadi wanita pengidap darah tinggi." celetuk Melati yang buru-buru membekap mulut nya menahan tawa nya yang ingin pecah.melihat pipi Naya yang sudah bersemu merah membuat Melati yakin bahwa di relung hati Naya saat ini masih tersimpan nama Tio.
" Mel..." Naya kembali mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal di ejek oleh Melati.
Di saat ketiga nya sedang berdebat tentang yang tidak pasti.dari arah meja sana terdengar sebuah percakapan yang ingin membuat Naya tertawa.
" Uang ku nggak cukup loh sayang untuk membayar semua makanan kita."suara perempuan itu terdengar dari belakang Naya.
" Kamu serius nggak punya uang? Terus bayar nya gimana dong?" tanya perempuan itu kembali dengan nada suara takut nya.
" Tadi kan Aku sudah bilang sayang,Aku lagi nggak bawa dompet dan untuk makan kita siang ini Kamu yang harus membayar nya." ujar sang pria kasar.
Naya melirik sekilas ke arah mereka,dan ternyata itu benaran suara adik ipar nya yang sebentar lagi akan menjadi mantan adik ipar.meja mereka berjarak hampir 3 meja.dengan volume suara Clara yang cukup keras sehingga Naya bisa ikut mendengar percakapan yang terjadi dia antara mereka berdua.mata Naya sedikit risih melihat penampilan Clara yang kelewat terbuka dari usianya.lagi-lagi siang ini gadis remaja ini kedapatan keluyuran di mall dan kembali bolos sekolah.wajah pria yang berada di samping Clara juga tidak luput dari tatapan mata tajam Naya.
" Benar-benar cocok." batin Naya begitu melihat penampilan mereka berdua.yang satu nya terlewat seksi,yang satu nya terlewat brutal dengan baju robek di sana sini di lengkapi dengan tato yang berada di kedua tangan nya.
" Saya boleh meninggalkan kartu pelajar ini dulu nggak?" tanya Clara dengan tatapan memohon nya, sebenar nya dalam hati nya Clara merasa malu sekali di perlakukan seperti ini,tapi apa boleh buat,rasa cinta nya sudah terlanjur besar kepada pria itu dan kehormatan nya pun telah dia serahkan kepada pria yang dia panggil dengan sebutan sayang.
" Saya mau jemput uang nya dulu sama Mama Saya, nanti Saya balik lagi untuk menjemput nya." tawar Clara seolah-olah jika mereka berasal dari keluarga berada.
" Maaf Dek,nggak bisa seperti ini.kalau kalian tidak punya uang,kenapa kalian memesan makanan sebanyak ini, apalagi harga makanan yang kalian pesan kan semua nya rata-rata memiliki harga yang tinggi." jawab sang pelayan yang menunggu Clara membayar semua tagihan makanan nya.
" Duh!Gimana ini sayang?" bisik Clara di samping telinga pria itu.
Naya menatap tidak percaya dengan pemandangan lucu ini,Clara yang begitu terkenal sombong nya ternyata bisa di permalukan sendiri oleh watak buruk nya sendiri.
Naya tersenyum miring menanggapi nasib tragis adik ipar nya yang berlagak sok kaya makan di restoran mewah yang memiliki harga fantastis.
__ADS_1
" Mbak Naya!" panggil Clara ketika mata nya tidak sengaja melihat keberadaan Naya di dekat meja nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰🥰