
Naya hanya tersenyum masam lalu kembali membalikkan wajah nya agar tidak lagi menyaksikan kegaduhan yang sedang di perbuat oleh adik ipar yang tidak pernah tahu diri ini.
" Siapa dia Nay?" tanya Melati merasa heran ketika wanita yang tengah bermasalah itu begitu mengenali wajah Naya yang super kaya dan juga baik hati.
" Dia adik nya Mas Bayu." jawab Naya malas.
Tio yang mendengar jawaban yang di berikan oleh Naya lantas kembali melirik gadis kecil yang sudah berdiri dari kursi nya.
" Ternyata perilaku nya tidak jauh berbeda dengan Abang nya." celetuk Tio dengan senyum mengejek nya.
" Apa maksud Kamu Tio?" tanya Naya yang merasa penasaran kenapa Tio bisa berbicara seperti itu padahal selama ini dia tidak pernah mengenal kan suami nya kepada Tio,dan bahkan Bayu sendiri juga sangat tidak suka jika berbicara dengan Tio.
" Bukan apa-apa,hanya menyimpulkan saja." kilah Tio terlihat biasa saja dan kembali menyeruput minuman nya.
" Jelaskan Tio! Aku tahu Kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari Aku?" pinta Naya yang mengenal betul tabiat Tio selama ini,dia tahu Tio sedang berbohong dan menyembunyikan sebuah rahasia dari nya dan itu terlihat dari mata nya yang sangat enggan sekali membalas tatapan mata nya.
" Tio!" seru Naya ketika melihat Tio mengabaikan permintaan nya.
Huft...Tio menghela nafas panjang nya.rasa nya berat sekali jika harus mengingat bagaimana perlakuan bajingan itu selama ini kepada Naya.rasa nya mulut Tio sangat malas untuk kembali menyebut nama bajingan itu.
" Sebe...."
Ucapan Tio di potong langsung oleh kehadiran Clara yang sudah berdiri di dekat meja yang mereka tempati bertiga.
Clara yang sejak tadi sibuk bermesraan dengan sang pacar sama sekali tidak melihat ada nya sosok wanita yang begitu dia kenal.begitu tahu keadaan nya sedang terpojok parah,Clara bergegas menghampiri sosok yang dia anggap mampu menyelamatkan harga diri nya di depan semua tamu restoran ini.
" Mbak! Tolong bantu Aku Mbak." pinta Clara dengan nada suara lembut dan juga wajah penuh tipu-tipu.baru kali ini Naya mendengar Clara berbicara dengan nada sebaik ini kepada dia.telinga Naya rasa nya sangat gatal sekali mendengar perubahan intonasi yang di berikan oleh adik ipar nya.
" Ada apa?" tanya Naya cuek tetapi tatapan mata nya terlihat sangat tidak suka dengan kehadiran adik ipar nya di depan mata nya,rasa nya Naya sangat menyesal sekali memalingkan wajah kehadapan bocah yang lebih mirip dengan tante-tante girang.
"Kamu pasti punya uang yang banyak kan Mbak,bayarkan dulu tagihan makanan ku ini.Aku lupa membawa dompet dan dompet teman Aku juga ketinggalan di kampus nya." ucap Clara begitu sangat berani tanpa merasa berdosa sedikit pun.
" Tadi Aku sudah meminta Mas Bayu untuk mengantar kan uang nya kesini, tetapi sejak tadi ponsel Mas Bayu tidak bisa di hubungi sama sekali." imbuh nya menjelaskan.telapak tangan nya terlihat sudah terbuka lebar menanti uang yang akan Naya berikan kepada dia.
" Kalau tidak punya uang! jangan bergaya sok-sokan memakan makanan mahal ini.ingat kondisi sakumu anak gadis." jawab Naya ketus. padahal dia jelas-jelas sudah melihat bahwa Clara tadi membawa dompet nya.
" Jangan sombong Kamu,Mbak! Kalau bukan karena sedang butuh, Aku juga tidak sudi meminta bantuan kepada Kamu yang kikir nya minta ampun ini." jawab Clara dengan suara keras nya bahkan dia tidak segan - segan mengarahkan jari telunjuk nya ke wajah Naya yang sedang duduk manis di atas kursi nya.
Tio dan juga Melati yang terhenyak mendengar ucapan gadis belia yang berada di dekat mereka, langsung berdiri menatap gadis itu dengan begitu tajam dan rasa nya ingin sekali mereka menenggelamkan wajah gadis ini di dalam air panas.
__ADS_1
" Jaga ucapan mu anak kecil! Jangan sampai Aku merobek mulut tajam mu yang tidak tahu diri itu." ucap Tio dengan tatapan mata tajam nya.
" Lebih baik Kamu pergi dari sini, karena Naya sudah tidak akan mau lagi menolong Kamu dan juga keluarga mu yang sangat parasit itu." kali ini Melati yang akan suara.
Naya yang sengaja ingin memancing tabiat asli sang adik ipar hanya bisa tersenyum mengejek melihat wajah pias Clara yang sudah menjadi tontonan semua pengunjung restoran ini.
" Akhir nya suara asli mu keluar juga,tidak perlu bersusah payah menggunakan nada bicara lembut yang sangat tidak cocok dengan wajah kasar mu itu." hardik Naya ikut mencela sang adik ipar yang sudah sangat keterlaluan kepada nya.
Cowok yang bersama Clara tadi hanya bisa terdiam di tempat duduk nya sambil menunduk menahan malu, melihat keadaan yang sudah tidak kondusif lagi,pria bertato itu lalu pergi secara diam-diam meninggal kan Clara seorang diri untuk menyelesaikan tunggakan makan mereka berdua.
" Lebih baik Aku pergi saja dari sini, sebelum Aku semakin di permalukan oleh betina jahanam itu." umpat nya lalu berpura-pura berjalan menuju toilet dan setelah melihat tidak ada orang yang sedang memperhatikan nya,pria ini langsung berlari menuju motor matic nya yang terparkir di ujung lapangan sana.
" Selamat! Selamat." batin nya sambil tertawa puas setelah berhasil terlepas dari suasana yang menegangkan itu.
Pria ini lalu menambah kecepatan motor nya sambil bersiul-siul riang melintasi pepohonan.
" CK..." Clara terlihat kesal dengan menghentakkan kaki nya di lantai.
" Aku hanya ingin meminjam sebentar saja uang mu Mbak,nanti kalau sudah sampai di rumah akan Aku kembalikan dengan jumlah yang lebih tinggi." ujar nya masih begitu meninggikan harga diri nya.
Naya yang mendengar kan nya terlihat santai dengan sengaja melipat kedua tangan nya di dada.
" Lebih baik Kamu pikirkan bagaimana caranya melunasi tunggakan biaya makan mu itu bersama pacar kesayangan mu yang tidak bertanggung jawab sama sekali karena Aku tidak akan pernah mau lagi membantu manusia tidak tahu terimakasih seperti Kamu dan juga keluarga mu." imbuh Naya lalu berdiri dari kursi nya sambil membawa tas dan juga ponsel nya.
" Biar Aku yang membayar nya Mel,sebaik nya Kamu susul Naya dulu." ujar Tio ketika melihat Melati mengeluarkan dompet nya.
" Baiklah." jawab Melati lalu berlari membawa tas nya mengikuti Naya dari belakang.
Clara yang merasa percaya diri saat melihat Tio mengeluarkan dompet tebal nya dengan sengaja langsung bergelayut manja di lengan Tio.
" Lepas." bentak Tio kasar dengan tatapan mata tajam nya.
Nyali Clara seketika langsung menciut menyadari keganasan lelaki yang berusaha dia dekati demi memuluskan rencana nya.
" To-tolong Aku ya Mas!" pinta Clara dengan terbata-bata.dia bahkan dengan sengaja menyilangkan kaki nya berharap Tio bisa tergoda melihat keseksian tubuhnya.
" Tolong? Aku bukan polisi yang harus menolong Kamu?" seru Tio dengan wajah senyum mengejek nya lalu menyimpan kembali kartu sakti yang di kembalikan oleh pegawai restoran itu.
" Minta saja kepada Mas mu yang sedang asyik berselingkuh itu." imbuh nya lalu pergi dengan sengaja menyenggol bahu Clara agar gadis belia ini sadar atas apa yang sudah dia lakukan.
__ADS_1
Clara semakin di buat frustasi ketika menyadari bahwa tidak ada lagi yang bisa dia mintai bantuan saat ini.kepala nya semakin kalut ketika melihat sosok pacar yang begitu dia agung kan dan sangat dia puja sudah tidak berada lagi di meja yang mereka tempati tadi.
" Kemana pacar ku ya? Tas dan ponsel nya juga sudah tidak ada lagi ?" gumam Clara mulai merasa was-was jika harus menghadapi kenyataan memalukan ini hanya seorang diri.
Clara berjalan mondar mandir sambil mengigit kuku nya mencari solusi yang tepat.ingin sekali dia menghubungi sosok kakak ipar baru nya yang bernama Rani, tetapi sayang nya Clara tidak menyimpan nomer ponsel wanita itu.
" Duh! Mas Bayu kemana lagi? Aku nggak mau kalau harus di suruh cuci piring di tempat ini." keluh Clara dalam hati nya.
" Bagaimana Dek? Ini sudah terlalu lama.segera lunasi pembayaran ini." ucap pegawai restoran itu mengingat kan.
" Sebentar! Kamu nggak lihat apa kalau Aku lagi mikir." bentak Clara masih begitu percaya diri tanpa melihat bahwa orang yang dia bentak itu lebih dewasa dari umur nya.
Pegawai restoran itu hanya bisa mengelus dada menghadapi remaja labil yang ada di hadapan nya saat ini.
" Jangan nyolot dong Dek,udah wajah jelek! Di tambah lagi sikap mu juga sangat jelek sekali."
ucap salah satu pengunjung restoran yang merasa terganggu dan sangat geram sekali melihat gaya angkuh gadis kecil ini.
" Kalau nggak sanggup bayar, jangan di paksakan masuk ke restoran ini, mending uang nya Kamu simpan untuk les privat agar otak mu itu pintar dan tidak melulu bodoh seperti ini." ucap pengunjung restoran dari sudut sana.
Clara yang mendapat penghinaan demi penghinaan hanya bisa terdiam menunduk kan wajah nya.kali ini harga diri nya benar-benar sudah hancur dan tidak bisa lagi di bawa kemana-mana.
" Ini semua gara- si Naya yang mandul itu." ucap nya di dalam hati.
" Awas Kamu wanita Mandul! Akan Aku laporkan semua ini kepada Mas Bayu dan juga Ibu." imbuh nya dengan tatapan mata penuh dendam.
" Aku titip ponsel mahal Aku sebentar ya Mbak,nanti Aku jemput lagi dengan membawa uang nya." ucap nya pelan agar tidak ada orang lain yang bisa mendengar nya selain mereka berdua.
" Baiklah,jangan lupa segera kembali!Jika tidak,ponsel mu ini akan kami jual untuk mengganti kan tagihan makanan mu itu." jawab Wanita ini yang juga sudah merasa capek meladeni pengunjung langka seperti gadis seksi dan sangat mencolok dari yang lain nya.
" Iya." jawab Clara ketus lalu memberikan ponsel yang baru saja dia belikan demi bisa menyelamatkan diri nya dari hukuman yang sudah menanti.
Clara lalu keluar dari restoran ini dengan wajah pucat dan sangat jelek sekali.
Karena uang yang ada di saku nya hanya tinggal satu lembar uang 50 ribu.Clara memutuskan untuk memanggil ojek pangkalan yang kebetulan sedang duduk di bawah pohon yang ada di sebrang sana.
" Zoro pergi kemana lagi? Dasar tukang kibul." umpat nya lalu duduk dengan kasar di atas ojek yang sudah berhenti di depan nya.
Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰
__ADS_1