Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 72


__ADS_3

Naya sama sekali tidak menolak saat Tio mengajak dia masuk ke dalam sebuah toko perhiasan ternama untuk mencari cincin yang mereka mau.baru melihat-lihat nya saja ingatan Naya sudah berputar ke belakang saat dia masih bersama mantan suami nya dulu,Bayu sama sekali tidak membiarkan Naya memilih sendiri cincin yang dia mau, melainkan sudah di persiapkan oleh ibu nya seorang diri,Naya yang berasal dari keluarga biru cukup tahu betul cincin model apa yang dia kenakan di jari manis,namun demi menghargai calon suami dan juga ibu mertua nya,Naya iklhas menerima dan berusaha acuh dengan apa yang ada.


Bersama dengan Tio,Naya sangat merasa di hargai dengan baik.


" Apa Kamu punya toko langganan yang lain nya sayang? Aku memilih toko ini karena rekomendasi dari Mama dan juga Mama Kamu." ucap Tio meremas lembut tangan Naya, sedang kan tatapan mata nya selalu berhasil membuat dada Naya bergemuruh hebat.


" Nggak ada sayang,biasa nya Aku sama Mama juga selalu cari di sini." jawab Naya membalas tatapan mata Tio.


" Baiklah,ayo kita pilih cincin terbaik dan paling bagus,jika Kamu tidak suka dengan koleksi mereka,beri tahu Aku dan kita bisa berpindah ke toko yang lain nya." Tio memeluk pinggang Naya sambil menatap banyak perhiasan yang ada lemari kaca.tatapan genit dari pria nakal yang ada di samping Naya membuat Tio geram dan menggeser Naya lebih rapat ke dada nya.


" Bagaimana sayang?Kamu suka yang mana?" tanya Tio sengaja menekan kata nya dengan suara nyaring lalu berpindah tempat untuk menutupi tubuh Naya dari pandangan mata lelaki yang juga seumuran dengan mereka.


" Sayang emang boleh Aku beli perhiasan ini?Aku nggak mau membebani Kamu.emas biasa juga boleh kok."Naya tidak ingin di anggap matre dan memanfaatkan keadaan.dia sangat hapal betul berapa kisaran harga perhiasan di toko semegah ini.


Tio tertawa kecil melihat sikap Naya yang memang tidak pernah berubah.padahal dia sengaja mengajak Naya ke sini untuk menyenangi hati wanita kesayangan nya.


" Ya boleh dong sayang,uang ku tidak akan habis hanya karena membeli cincin di sini,bahkan jika Kamu mau Aku bisa memindahkan toko ini ke rumah kita nanti." goda Tio menangkup wajah Naya karena merasa gemas.


" Lagian cincin ini akan kita pakai seumur hidup,jadi harus memiliki kualitas yang bagus." imbuh nya mengacak rambut Naya dan memberikan kecupan hangat meskipun mereka berada di tengah keramaian.


Naya tersenyum mendongakkan kepalanya lalu dengan cepat mengangguk kan kepala sebagai jawaban atas ucapan Tio.


" Baiklah,jangan salahkan Aku karena menghabiskan saldo kartu sakti mu." balas Naya semakin mengeratkan pelukan nya.wanita ini sudah tidak canggung lagi memperlihatkan kemesraan mereka.dia tidak ingin memberikan wanita di luar sana memiliki kesempatan mendekati cinta pertama nya.


Semua pengunjung toko perhiasan ini merasa cemburu melihat keromantisan yang mereka tunjukkan.


" Benar-benar pasangan yang sangat serasi." ucap salah satu pengunjung wanita kepada teman nya.


" Iya benar,Aku jadi iri melihat nya." jawab teman nya.


Naya dan Tio hanya menanggapi nya dengan tersenyum manis.


Naya terus berkeliling dan menajamkan penglihatan nya.kali ini dia harus jeli dan tidak boleh salah pilih lagi.


" Mbak! Saya mau lihat yang ini dan ini ya."pinta Naya kepada penjaga toko dengan jari telunjuk yang mengarah kepada dua pasang cincin dengan motif yang berbeda.cincin ini di hiasi berlian murni di tengah nya, terlalu mewah tapi sangat elegan sekali.Tio yang juga tertarik dengan pilihan Naya ikut menatap penuh minat.


pegawai toko tersebut langsung mengiyakan permintaan Naya dan mengambil kan dua pasang cincin bertahta berlian kemudian menyusun nya di atas etalase.


" Gimana menurut Kamu,sayang? Bagus nggak?" tanya Naya meminta pendapat Tio.


Pria ini dengan cepat mengangguk kan kepala nya.


"Bagus! Aku juga suka ." jawab Tio santai.


" Tapi Aku bingung mau pilih yang mana, menurut Kamu lebih bagus yang mana Sayang?" Naya yang sedang di landa kegalauan kembali meminta pendapat Tio,dia pikir dengan keputusan berdua maka hasil nya akan bagus sekali.


" Dua-duanya sama-sama bagus sayang,pilihan mu tidak pernah gagal,Aku jadi bingung untuk memilih nya,kalau Kamu mau ambil semua juga boleh." tawar Tio tanpa berpikir panjang,toh selama ini Naya memang tidak pernah meminta yang aneh-aneh dari nya.jadi dia memutuskan untuk membeli semua perhiasan ini.


" Jangan ngaco sayang! Aku hanya butuh satu aja." tolak Naya lalu kembali fokus menatap dua set perhiasan itu.


" Udah bungkus saja semua nya Mbak.ini kartu nya." Tio menghentikan aksi Naya dan sengaja mengalihkan perhatian Naya agar tidak lagi memandangi perhiasan itu.

__ADS_1


" Tapi sayang....." mulut Naya berhenti berbicara karena mendapat kan kecupan singkat dari bibir manis Tio.


" Sayang!" tegur Naya merasa malu.


" Kamu bisa menyimpan nya untuk tabungan kita kelak.jangan menolak terus Sayang,Aku seperti lelaki yang tidak bertanggung jawab saja." tutur Tio sengaja menampakkan wajah bersedih nya agar Naya tidak lagi menolak pemberian nya.


" Baiklah, karena Kamu yang memaksa ya! Bukan karena Aku yang minta." Naya mengingat kan karena tidak ingin terjadi kesalahpahaman.


" Iya...Aku terpaksa memaksa Kamu yang keras kepala ini.lagian kalau Papa tahu Aku hanya membeli menantu nya satu perhiasan,bisa habis Aku kena omel 7 hari 7 malam." Tio yang mengetahui betul bagaimana sayang nya kedua orang tua nya kepada Naya tidak ingin menjadi sasaran amukan mereka,bahkan jika Naya ingin meminta lagi pun dia dengan senang hati akan mengabulkan nya.


" Terimakasih sayang." Naya semakin mengeratkan pelukan nya.pernikahan pertama nya yang serba di batasi oleh Bayu dan juga Ibu nya membuat Naya ingin menertawai diri nya sendiri.kenapa bisa dia jatuh cinta kepada lelaki model Bayu dan mertua serakah seperti Bu Romlah.


" Kalau mau nambah lagi juga boleh kok sayang." ucap Tio kembali mencium kening Naya.


" Nggak usah Sayang,yang itu saja.Aku akan menghabisi uang mu nanti saja setelah kita menikah,jadi persiapkan kartu sakti mu untuk Aku kuras habis." celetuk Naya sengaja mengalihkan ke pembicaraan lain agar Tio tidak lagi memaksa kan kehendak nya.


" Baiklah, apapun untuk Kamu,sayang." balas Tio tersenyum lebar.


Tio lalu mengajak Naya mencari makan siang di sebuah restoran mewah yang menjadi langganan mereka berdua.Naya memesan beberapa makanan yang menjadi favorit mereka berdua.kedua insan ini bergegas menghabiskan semua makanan ini karena sebentar lagi Tio harus kembali ke kantor menemui rekan bisnis nya yang sudah datang membahas proyek baru.


Di saat mereka berdua ingin masuk ke dalam mobil Tio yang terparkir di depan mall.tiba- tiba saja kehadiran orang dari masa lalu Naya menghentikan langkah kaki mereka berdua.


" Naya!" lirih Bayu berdiri dari tempat duduk nya.Bayu tidak menyangka bisa bertemu Naya di tempat ini,di saat dia sedang berjuang mendapatkan sebuah pekerjaan meskipun harus merendahkan harga diri nya.Bayu rela menghadang panas untuk melamar pekerjaan sebagai Office boy di mall ini.


Naya menoleh dan menatap heran Bayu yang bermandikan keringat memakai kemeja hitam putih.


" Mas Bayu!" sahut Naya dengan spontan.


Bayu bergeming di tempat nya.mata nya menatap kagum wajah Naya yang semakin cantik dari biasa nya.sekian lama tidak pernah bertemu dengan mantan istri membuat pesona Naya semakin bertambah ratusan juta kali lipat.


" A-ku aku sedang menunggu teman." jawab Bayu asal,dia tidak ingin harga diri nya jatuh di depan Naya dan juga sosok lelaki yang menggenggam tangan dia.


Tio yang mengetahui jika lelaki itu adalah mantan suami dari calon istri nya menarik Naya masuk ke dalam pelukan nya agar tidak terlalu dekat dengan bajingan itu.


" Maafkan Aku yang sudah menyakiti Kamu Nay,Aku sangat menyesal sekali."ucap Bayu lirih tertunduk malu dan mengabaikan tatapan intimidasi dari Tio.


" Nggak usah di bahas lagi,masa lalu sudah Aku tinggal kan di belakang dan tidak perlu di ungkit lagi." tolak Naya dengan cepat karena tidak ingin lagi membahas luka yang sudah dia tutup rapat.


" Kami akan segera menikah,nanti undangan nya akan Saya kirim ke rumah anda." sahut Tio menimpali lalu bergegas membawa Naya pergi dari hadapan bajingan tukang selingkuh ini.


Bayu terhenyak dengan tubuh lemas nya.mendengar Naya yang sudah move on dari diri nya membuat pria ini iri dan bertekad ingin merebut kembali Naya seperti waktu dulu.


" Aku tidak boleh kehilangan kesempatan emas ini." batin Bayu dengan dada yang bergemuruh.


" Aku sangat merindukan Kamu Nay,Kamu semakin cantik saja,kita balikan yuk Nay?"ajak Bayu tanpa merasa berdosa sedikit pun.Bayu berlari mengejar Naya dan menggenggam tangan kiri Naya.


" Awww..." Naya yang terkejut refleks berteriak sehingga membuat Tio naik darah.


" Kurang ajar! Jangan pernah Kamu sentuh lagi calon istri ku,Aku tidak akan pernah membiarkan Kamu mendekati nya lagi.berhayal lah setinggi mungkin sampai Kamu jatuh dalam penyesalan."


Buk...Buk...Buk...

__ADS_1


Tio menghajar Bayu sampai lelaki itu babak belur dan sudut bibir nya mengeluarkan darah segar.


" Sayang! Sudah hentikan...Lebih baik kita pergi saja." Naya menahan Tio yang akan kembali melayangkan gumpalan tangan nya kepada Bayu yang meringis kesakitan.


" Lebih baik kita pergi saja." ajak Naya lalu membawa Tio menuju ke mobil nya.


Bayu yang sudah tidak berdaya lagi untuk berdiri hanya bisa terdiam mengusap pelan darah yang menetes mengotori kemeja dan juga celana nya.


" Siaall! Bagaimana ini? Baju dan celana ku kotor lagi,belum sempat Aku melakukan interview tapi penampilan ku sudah kusut tidak berbentuk lagi." ucap Bayu dalam hati.dia tidak yakin bisa lolos dalam tahap seleksi pertama ini.


" Akan Aku balas semua ini! Aku akan merebut kembali Naya seperti apa yang pernah Aku lakukan dulu, bagaimana pun caranya! Naya harus menjadi milik ku." imbuh Bayu berusaha berdiri dari lantai kotor dan membersihkan celana bahan nya sebelum masuk menemui pihak pengelola pusat perbelanjaan.


Semalaman Bu Romlah tidak bisa tidur dengan nyenyak.dia kepikiran terus kepada putri bungsu yang merupakan kesayangan keluarga.


Sejak berpamitan pagi tadi.sampai dini hari Clara sama sekali tidak memberi kabar tentang keberadaan dan kondisi nya saat ini.Bu Romlah bertambah khawatir saat ponsel Clara tidak bisa di hubungi sama sekali.wanita paruh baya ini tidak tahu lagi harus menghubungi siapa lagi.sedangkan untuk melaporkan kepada Bayu saja dia bingung mau mengatakan apa nanti nya.


" Ya Tuhan! Kemana pergi nya Clara? Kenapa dia belum pulang juga,tidak biasa nya dia seperti ini.biasa nya dia selalu mengabarkan Aku." gumam Bu Romlah berjalan mondar-mandir di ruang tengah menunggu kepulangan Clara.meskipun jam sudah menunjukkan pukul 02.15 dini hari, tetapi mata Bu Romlah sama sekali tidak bisa di pejamkan akibat ulah anak perempuan nya.


Bahkan sampai sang Surya menampakkan diri nya yang begitu terang,Clara masih belum juga ada kabar berita.tidak ada pesan atau pun kabar yang dia tinggal kan selain rasa gelisah untuk sang Ibu.


Di saat Bu Romlah sudah selesai memasak nasi goreng seafood.tiba-tiba saja ponsel Android yang berada di atas meja makan berbunyi dengan begitu nyaring.


" Halo! Ini siapa?" tanya Bu Romlah yang memang tidak menyimpan nomer ponsel penelpon.


" Selamat pagi,apa benar anda memiliki anak perempuan yang bernama Clara ?" tanya seorang pria dari ujung sana.


Bu Romlah refleks mengangguk kan kepala dengan meremas kuat ponsel yang ada di samping telinga nya.


" Iya benar dia anak Saya,Kamu siapa?Kenapa Kamu bisa tahu tentang anak saya? Apa Kamu lelaki yang akan membeli kan mobil untuk kami? Lalu dimana Clara sekarang?" tanya Bu Romlah secara beruntun.


" Saya dari pihak kepolisian Bu! Saya ingin mengabarkan kalau anak Ibu tadi pagi kami temukan di semak belukar dalam keadaan pingsan dan kaki bersimbah darah.untuk lebih jelas nya lebih baik Ibu segera datang ke rumah sakit Bunga Melati di jalan payung hitam." Ucap pria itu menjelaskan.


" Apa? Kenapa bisa begitu? Padahal kemarin dia pamit ingin menjemput mobil nya.sebenarnya apa yang terjadi kepada anak Saya Pak?" tanya Bu Romlah berderai air mata.bahkan ponsel yang berada di genggaman tangan nya hampir saja terjatuh jika tidak dia genggam erat.


" Segera lah datang kesini,Ibu harus melihat secara langsung kondisi anak Ibu saat ini." ucap pihak kepolisian lalu mematikan sambungan telepon.


Bu Romlah bergegas masuk ke dalam kamar berganti pakaian dan mengambil tas nya,karena panik Bu Romlah bahkan sampai lupa mengabari Bayu yang sedang terlelap di dalam kamar nya.


Setelah sampai di depan rumah sakit,Bu Romlah membayar ongkos ojek dan berlari mencari ruang inap sang putri.


Setelah mendapatkan informasi dari pihak receptionist,Bu Romlah setengah berlari menuju ruangan yang dimaksud oleh pihak penjaga.di depan ruangan itu ada 4 polisi berseragam lengkap sedang berjaga.


Hati Bu Romlah tersayat-sayat melihat sang putri yang terbaring lemah tidak berdaya,tidak ada lagi wajah cantik dan tubuh seksi,yang tersisa hanya lah tubuh penuh lebam dan darah yang tidak berhenti keluar dari bagian intim nya.


" Ya Allah Nak! Apa yang sudah terjadi kepada Kamu." teriak Bu Romlah dari luar ruangan .pihak polisi yang berjaga sampai kaget dengan kedatangan Bu Romlah yang meraung-raung meminta ingin masuk.


" Maaf Bu! Anda siapa?" tanya pihak kepolisian.


" Sa-ya Ibu dari Clara." jawab Bu Romlah terjatuh tidak sadar kan diri.


Pihak kepolisian yang mengetahui Bu Romlah sedang syok melihat kondisi anak nya langsung membopong tubuh Bu Romlah masuk ke dalam sebuah ruangan istirahat dan membiarkan perawat menangani nya sampai dia sadar kembali.

__ADS_1


" Malang sekali nasib mereka berdua." ucap salah satu pihak kepolisian kepada teman nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2