Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 80


__ADS_3

Naya berulang kali menghembuskan nafas lega nya ketika menyadari sang suami datang tepat waktu.dia tidak bisa membayangkan lagi kalau saja suami nya telat datang dan tidak ada yang datang memberikan pertolongan,entah apa yang akan di lakukan oleh Bayu kepada nya tadi,dan Naya tidak bisa menebak seperti apa kehidupan nya kelak.


Tio mendudukkan istri nya di kursi depan bersebelahan dengan dia.Tio tidak sempat meminta sopir untuk mengantar nya akibat pikiran yang sedang kalut.


" Kita mau kemana sayang? Aku sudah tidak berminat lagi pergi ke mall.Aku akan menghubungi Melati saja kalau Aku tidak bisa datang menemui dia." ucap Naya menatap Tio yang sedang fokus menyetir mobil.jalanan yang berbeda membuat Naya mengernyit kan dahi nya.


" Sebaiknya memang seperti itu,tapi maafkan Aku yang nggak bisa mengantarkan Kamu langsung pulang sayang,baru saja Adnan mengabari Aku kalau terjadi masalah di divisi keuangan yang membuat perusahaan rugi besar." Tio menjelaskan menatap sebentar Naya dan kembali fokus pada jalanan.


" Kamu mau kan ikut Aku sebentar ke kantor ? Setelah itu baru kita pulang.Aku akan menemani Kamu sepanjang hari." imbuh nya berusaha membuat Naya tersenyum dan melupakan kejadian yang hampir saja merusak suasana bahagia rumah tangga mereka.


" Lama nggak? Kalau Kamu masih sibuk, sebaiknya Aku pulang naik taksi aja." tanya Naya yang entah kenapa ingin segera sampai di rumah dan merebahkan tubuh lelah nya di atas kasur empuk.


" Nggak kok sayang,hanya sebentar saja,nggak sampai memakan waktu satu jam kok.memang nya Kamu nggak takut pulang sendirian?" Saat ini Tio mulai khawatir melepas istri nya pergi seorang diri, apalagi publik sudah tahu kalau mereka berdua adalah sepasang suami istri.Tio khawatir Lawan bisnis nya akan memanfaatkan Naya untuk membalas dendam mereka kepada diri nya.


" Ya sudah Aku ikut Kamu saja.Aku sebenar nya nggak takut,bukan kah kadal buntung itu sudah Kamu jebloskan ke dalam penjara,maka tidak akan ada lagi yang mengusik ketenangan ku." balas Naya santai,sama sekali tidak memperlihatkan sisi kelemahan nya.


" Tapi Kamu harus tetap memakai bodyguard,Aku akan mempekerjakan 3 orang pria untuk mengawasi kemanapun Kamu pergi,Aku tidak menerima penolakan sayang,ini semua Aku lakukan demi keselamatan Kamu." Tio menggenggam tangan Naya berharap sang istri mau mengerti kegelisahan hati nya.


" Tapi Sayang...." Naya menghentikan ucapan nya karena Tio sudah kembali membuka mulut.


"Aku seorang pebisnis, musuh ku sudah pasti ada di mana-mana,bukan hanya Bayu saja,kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi kedepannya.Aku hanya berusaha menjaga Kamu di saat Aku tidak berada di samping mu."


" Mau ya? Mereka akan menjaga Kamu dari jarak jauh.sedangkan Pak Win akan tetap menjadi sopir Kamu." ucap Tio begitu lembut karena sudah tahu Naya pasti akan menolak karena merasa risih jika di kawal secara langsung.


Naya akhirnya mengangguk kan Kepala pasrah dan tidak bisa memberikan bantahan.


" Aku mau mengabari Melati dulu ya sayang, Kasihan dia sudah menunggu Aku terlalu lama." Naya mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas yang dia bawa,lalu bergegas mencari nomer sang sahabat dan melakukan panggilan.


Tio hanya berdehem dan tidak ingin ikut campur dengan urusan Naya bersama sahabat nya, setidaknya hati nya sudah bisa tenang karena Naya menyetujui usulan nya.


" Sayang! Apa Kamu tidak ada yang terluka?" tanya Tio ketika sambungan telepon Naya belum tersambung.


" Nggak ada sayang,Aku hanya kaget saja.dia tidak sampai melukai Aku." jawab Naya lalu meminta Tio untuk diam ketika Melati sudah menerima panggilan telepon nya.


" Mel! Maafkan Aku yang tidak bisa memenuhi janji ku,Aku nggak bisa menyusul Kamu ke mall karena terjadi sesuatu kepada ku sewaktu di jalan tadi." tutur Naya menjelaskan namun tidak secara rinci.dia akan menjelaskan nanti saat mereka sudah bertemu.


" Baiklah,apa Kamu baik-baik saja? Aku sebenarnya sedang menunggu Kamu sejak tadi, berhubung Kamu tidak jadi datang ke sini Aku memutuskan untuk pulang ke cafe saja. nggak seru kalau belanja tanpa kehadiran Kamu yang super cerewet." ledek Melati meskipun sedikit merasa kecewa karena tidak bisa bertemu sang sahabat yang sudah beberapa hari tidak pernah bertatap muka secara langsung.


" Sekali lagi Aku minta maaf banget ya Mel, lain kali Aku janji akan mentraktir Kamu deh,tapi jangan marah." ucap Naya merasa tidak enak.


" Iya..Tapi benaran ya jangan lupa dengan janji mu ini.Aku nggak akan bisa marah jika sudah berhubungan dengan Kamu, bagaimana juga Kamu adalah sosok penyelamat hidup ku." Melati tersenyum sambil berdiri dari duduk nya.jalan sendirian di tengah keramaian membuat dia seperti orang bodoh saja.Melati membayar minuman dan makanan yang sudah dia pesan lantas keluar menuju mobil nya yang terparkir.


" Sayang! Apa yang akan Kamu lakukan kepada Bayu?" tanya Naya saat mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di lobby perusahaan milik Tio.


" Akan Aku buat hidup nya menderita.tidak ada kata maaf lagi karena dia sudah berani mengusik kehidupan kita." ucap Tio berapi-api,dari sorot mata nya terlihat amarah yang begitu besar dan tidak akan bisa di kendalikan lagi.


" Apa dia bertindak di luar batas kepada Kamu? Apa yang sudah dia lakukan di dalam mobil tadi kepada Kamu,sayang?" tanya Tio berubah menjadi lembut.


" Ah...Oh...Dia hanya memegang pergelangan tangan ku,dan belum sempat menyentuh wajah ku, karena Aku selalu menghindar dan bersembunyi di jok mobil." jawab Naya tanpa ada yang di tutupi.


" Baiklah,Aku akan menghapus jejak tangan si brengsek itu dan membuat Kamu melupakan kejadian tadi.Kamu tidak usah turun dulu,biar Aku gendong saja." Tio turun terlebih dahulu tanpa mau mendengar bantahan atas ucapan nya barusan.

__ADS_1


" Sayang! Turun kan Aku.Aku bisa jalan sendiri." teriak Naya menggoyang kan kaki nya.


" Aku akan menggendong Kamu sampai ke ruangan ku,baju mu sudah terlanjur kusut seperti ini dan satu bagian kancing nya sudah terlepas,Aku tidak akan membiarkan lelaki lain menikmati pemandangan indah ini." Tio menutup pintu mobil menggunakan kaki nya.dan berjalan masuk kedalam kantor dengan Naya yang bersembunyi dibalik dada kekar nya.sesekali Naya merapikan bagian bawah dress nya agar tidak terbuka dan tidak lupa merapatkan baju bagian atas.


Banyak pasang mata yang iri melihat kedatangan mereka berdua.Naya dan Tio merupakan pasangan yang sangat serasi,namun terkadang orang yang tidak suka melihat kemesraan mereka berdua malah menjatuhkan dengan gosip murahan tentang Naya yang merupakan seorang janda.


" Hei! Apa kalian Aku gaji untuk menonton yang tidak perlu Kalian lihat?" bentak Tio karena tidak ingin membuat Naya merasa risih.


Semua karyawan dan karyawati menggeleng gelagapan dan segera membubarkan diri tanpa meninggalkan celotehan kasar.


Tio menekan tombol lift khusus Presdir dan membawa mereka sampai ke lantai paling atas.Tio memanfaatkan keadaan sepi ini dengan ******* lembut bibir Naya.


" Nanti kita sambung sampai di ruangan ku." bisik Tio begitu sensual.


Naya hanya tersenyum dan menggeleng melihat tingkah mesum suami nya.


Adnan dan Samsul yang baru keluar dari pantry di buat kaget dengan kedatangan Tio yang menggendong Naya.


" Apa yang sudah terjadi kepada Nona Naya ,Tuan?" tanya Adnan menghampiri,sedangkan di samping dia ada Samsul yang mengekor.


" Bajingan itu sudah melampaui batas nya, Sekarang Kamu telpon kantor Papa dan minta mereka mengirim satu pengacara terhebat untuk membantu anak buah kita menjebloskan bajingan itu ke dalam penjara." tutur Tio tanpa menurunkan Naya dari gendongan nya.


Adnan yang sudah tahu siapa yang di maksud oleh Tio dengan cepat mengangguk kan kepala nya lalu mengeluarkan ponsel menghubungi kantor pengacara Dirgantara.


" Samsul! Minta pengkhianat itu menemui Aku di ruangan Adnan.sekarang juga." titah Tio masuk terlebih dahulu ke dalam ruangan nya mengantar kan Naya yang sejak tadi meronta-ronta ingin jalan sendiri.


" Sayang! Aura mu kalau lagi berada di kantor berbeda sekali saat berada di rumah." celetuk Naya yang masih menatap garis sempurna wajah suami nya.


" Aku seorang pemimpin,Aku harus tegas dan tidak boleh lembek.berbeda ketika bertemu Kamu karena Kamu adalah tulang rusuk ku ,penyempurna hidup ku,semua yang menyangkut diri mu adalah kebahagiaan ku."


" Kamu sudah semakin pintar membuat Aku salah tingkah,sebaik nya Kamu selesaikan masalah mu dengan cepat,agar kita bisa segera pulang." Naya yang merasa dalam bahaya bergegas mengusir suami nya sebelum dia di terkam di dalam ruangan ini.


" Ah.. Baiklah,Aku akan segera kembali .jika Kamu butuh apa-apa minta saja kepada Samsul atau OB." Tio mengecup dan memainkan bibir Naya sebelum dia tinggal untuk menyelesaikan masalah keuangan perusahaan nya.


" Sayang! Sana kerja dulu." Naya memukul dada Tio saat kedua tangan Tio mulai masuk ke dalam pakaian nya.


Hahahaha...


" Aku hampir saja kebablasan, sebentar ya sayang." Tio keluar dari ruangan nya menuju ruangan asisten nya,dia tidak ingin Naya melihat bagaimana sisi jahat dan kejam yang dia miliki selama ini.untuk itu dia memutuskan untuk menggunakan ruangan Adnan sebagai tempat persidangan.


Naya yang sudah merasa lelah akibat peristiwa yang dialami memilih menidurkan tubuh nya di atas sofa yang berukuran panjang,dia belum yakin Tio akan menyelesaikan pekerjaan nya dalam waktu yang singkat.tetapi selama ini Tio belum pernah menjilat ludah nya sendiri dan selalu menepati janji nya.


Perlahan dengkuran halus mulai terdengar secara beraturan dari mulut Naya.jas Tio yang tertinggal di meja kerja nya dia gunakan sebagai selimut paha.


Sedang kan di dalam ruangan kerja Adnan.suasana berubah mencekam dan terasa sangat panas sekali.sorot mata tajam dari Tio membuat dua pelaku penggelapan dana menegang tidak berani lagi mengangkat wajah pias mereka.ingin rasa nya mereka menyesali perbuatan yang sudah mereka perbuat ,namun sudah terlambat, Tio sudah terlebih dahulu mencium kecurangan yang mereka lakukan dan uang yang mereka gelapkan pun sudah habis tidak bersisa lagi.


"Apa gaji dan tunjangan yang kalian dapatkan selama ini masih kurang untuk hidup foya-foya kalian berdua? Hah?" bentak Tio begitu keras.Samsul yang berada di luar ruangan ini sampai terlonjak kaget di buat nya.


" Mampus! Siapa suruh sok-sokan bermain licik,nangis darah pun kalian,Aku yakin Tuan Bos tidak akan mengampuni kesalahan yang telah kalian perbuat." batin Samsul mencuri pandang ke dalam ruangan Adnan melalui jendela yang tidak tertutup gorden.


" Apa kalian mendadak bisu setelah menghabiskan uang ku? Dimana keberadaan keberanian yang selama ini kalian miliki?" bentak Tio merasa semakin geram ketika dua orang pria ini hanya diam tanpa menyahuti ucapan nya.

__ADS_1


" Jawab!" Tio menggebrak meja ketika sudah 10 menit lebih dia menunggu Jawaban namun kedua pengkhianat ini masih bertahan dengan kebisuan mereka masing -masing.


" Baiklah! Jika kalian masih tetap bertahan dengan diam kalian ini,jangan salahkan Aku jika terjadi sesuatu kepada seluruh keluarga kalian dan hidup kalian berdua sebaiknya cukup sampai di sini saja." ancam Tio tersenyum licik.


Kedua pria ini dengan cepat mendongak kan Kepala mereka menatap Tio dengan penuh ampunan.


" Maafkan Kami Tuan,jangan libatkan keluarga Kami dalam masalah ini.semua murni kesalahan kami berdua." ucap salah satu di antara mereka.


" Kami khilaf Tuan." sambung yang satu nya lagi.


" Aku sudah tidak butuh lagi kata maaf atau alasan lain nya.kesabaran ku sudah terlanjur habis dan tidak ada kata damai lagi." Tio pergi meninggalkan ruangan Adnan.dan kemudian masuk lah beberapa algojo berbadan besar yang akan membawa kedua pria ini ke kantor polisi.


" Nanti pengacara kita akan mendampingi kalian,pastikan mereka berdua mendapatkan hukuman yang paling berat." titah Adnan mengambil alih tugas Tio.


" Siap Asisten Adnan,kami harus segera berangkat ke kantor polisi." pamit algojo langsung menyeret kedua pengkhianat keluar dari ruangan Adnan.


Tio yang sudah bertekad tidak akan lagi mengotori tangan nya hanya untuk melampiaskan rasa sakit hati nya memilih keluar dari ruangan Adnan dari pada terlanjur terbakar amarah dan tidak bisa lagi mengontrol diri nya.


Ceklek.


Kedatangan Tio membuat tidur Naya terusik dan dengan cepat membuka kedua matanya.


" Sayang! Maafkan Aku yang sudah mengganggu tidur mu." ucap Tio berjongkok lalu mensejajarkan posisi nya dengan sang istri yang masih tertidur di atas sofa.


Naya tersenyum dan sedetik kemudian bibir kedua nya sudah menyatu dengan ******* lembut yang mampu membakar gairah kedua nya.


Tio berlari mengunci pintu ruangan dan menggendong Naya masuk ke dalam kamar pribadi nya.


" Aku akan membantu Kamu menghapus jejak bajingan itu,lupa kan semua nya dan Kamu hanya perlu mengingat permainan manis ini sayang."bisik Tio begitu merdu.


Naya yang melihat mata Tio sudah merah menahan gairah hanya bisa pasrah mengikuti kemauan suami nya.toh dia melakukan nya dengan pasangan halal dan demi keutuhan rumah tangga nya.


Cup.


Tio yang sudah tidak bisa lagi menahan hasrat untuk bercinta nya menyesap habis bibir Naya meskipun dengan posisi mereka yang masih berdiri.


Tio menidurkan Naya dengan perlahan di atas ranjang yang masih rapi dan kembali melanjutkan permainan bibir yang begitu menggelora.tangan Tio dengan cepat menekan tengkuk Naya untuk memperdalam pagutan mereka.Naya juga ikut membalas permainan suami nya.saling bermain di dalam rongga mulut masing-masing.Tio mengabsen satu persatu anggota tubuh sensitif milik Naya sampai membuat sang istri menggelinjang hebat ke kanan dan ke kiri.dengan lihai tangan Tio melepas semua pakaian yang menempel di tubuh Naya dan berhasil membuat Naya polos tanpa sehelai benang pun.


Tio semakin menggila di buat nya.hasrat nya semakin memuncak dan kembali menyesap bibir manis Naya yang menjadi candu nya.tangan Tio tidak tinggal diam saja dan ikut memainkan benda kenyal Naya yang semakin montok dan memenuhi tangan nya.Tio menurunkan wajah nya dan perlahan menyesap benda kenyal itu secara bergantian dan berhasil membuat Naya mengeluarkan suara merdu nya.


" Aaa..." erangan panjang keluar dari mulut Naya dan semakin membuat Tio bersemangat melakukan penyatuan.


Tio sudah tidak terkendali lagi.dengan cepat Tio bangkit lalu melepas semua pakaian yang melekat di tubuh nya.dengan gerakan cepat Tio menerkam Naya dan mulai memasukkan pusaka nya yang sudah menegang.


" Engh....." Tio mengerang saat merasakan milik nya di jepit habis oleh milik Naya yang terasa sempit seperti anak perawan.


Tio mulai bergoyang memainkan peran nya mencari kenikmatan yang akan membuat kedua nya melayang tinggi.


Tio memutar badan nya dan membiarkan Naya menjadi pemimpin permainan.


"Aaaa...." kedua nya mengerang panjang merasakan sensasi hebat yang begitu dahsyat.Cukup lama mereka bermain sampai membuat kedua nya berhasil mencapai puncak pelepasan untuk yang kesekian kali nya.

__ADS_1


Naya yang sudah merasa lelah memilih memejamkan mata nya membiarkan saja Tio yang masih betah berada di atas nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍


__ADS_2