
" Apa? Rani di bawa ke kantor polisi?"pekik Bu Romlah mendengar kabar buruk yang baru saja di bawakan oleh putra nya.
" Iya Bu! Dia ketahuan menggelapkan tanah milik warga dan memalsukan tanda tangan." jawab Bayu kesal.pria ini bukan marah karena Rani di tahan oleh pihak kepolisian, melainkan karena niat terselubung nya yang belum terealisasi tetapi musibah sudah bertubi-tubi menggagalkan rencana busuk nya.
" Separah itu?' tanya Bu Romlah tidak percaya.
Bayu menggangguk kan kepala dengan malas.
" Tapi,Kamu tidak terlibat kan Bayu?" hardik Bu Romlah dengan mata tajam nya.
" Ya enggak lah Bu! Ini masalah Rani dengan mantan suami nya yang sudah meninggal." jawab Bayu masuk ke dalam dapur untuk mengambil air putih demi membasahi tenggorokan nya yang terasa sangat kering.jarak rumah mereka hanya terpisah beberapa kompleks saja, tetapi jika di lalui di bawah teriknya sinar matahari entah kenapa semakin terasa jauh sekali.apalagi tidak ada satu pun ojek atau pun kendaraan yang melintas sehingga memaksa Bayu untuk berjalan kaki menuju rumah orang tua nya.
" Tadi kami juga sempat di gerebek sama warga dan di usir dari rumah itu,tapi ....Belum sempat kami pergi eh 4 orang polisi datang menjemput Rani.mana Aku belum sempat lagi mengambil uang nya." keluh Bayu apa ada nya.lebih baik sang Ibu mengetahui masalah memalukan ini langsung dari mulut nya ketimbang dari mulut orang lain yang pasti akan beda cerita dari yang asli.
" Kamu di gerebek? Bodoh." teriak Bu Romlah merasa di permalukan.
" Aku juga nggak tahu kenapa mereka bisa masuk ke dalam rumah itu, padahal sebelumnya kami sudah mengunci pintu depan dengan rapat." jawab Bayu menghempaskan tubuhnya dengan kasar di atas sofa yang sudah usang.
" Kenapa kalian begitu ceroboh sekali? Untung saja kalian tidak di arak keliling komplek tanpa memakai baju,kalau sempat itu terjadi,Ibu tidak bisa memastikan apakah umur Ibu bisa panjang atau tidak." Bu Romlah menarik nafas dalam-dalam untuk menghirup udara sebanyak mungkin, jantung nya terasa sakit mengingat masalah yang menimpa sang putra.
Di saat kedua nya sedang terdiam dengan lamunan masing-masing.Clara yang sudah pulang di antar langsung oleh anak buah Butef menyelonong masuk dengan mata panda dan juga tubuh lelah nya.
" Dari mana saja Kamu ,Clara?" tanya Bayu mendapati penampilan Clara yang terlalu dewasa dari umur nya.
__ADS_1
" Aku habis dari rumah teman,Mas!"jawab Clara asal karena tidak ingin Bayu mengetahui pekerjaan yang tengah dia lakoni,di dalam tas selempang mewah yang di sandang oleh gadis remaja ini ada banyak lembaran uang ratusan pemberian Butef.
" Sudah lah Bayu,jangan emosi seperti itu kepada adik Kamu, seperti nya dia sangat capek sekali." bela Bu Romlah yang menyadari kalau Clara baru pulang mencari uang.
" Sebaiknya Kamu langsung masuk ke kamar saja sayang." imbuh Bu Romlah mengedipkan sebelah mata agar Clara bergegas masuk ke dalam kamar sebelum Bayu kembali bertanya.
Tanpa berpamitan kepada Ibu dan juga Kakak nya,Clara setengah berlari masuk ke dalam kamar dan tidak lupa mengunci pintu kamar agar tidak ada yang bisa mencuri uang nya saat dia tertidur pulas.
" Ya ampun tubuh Aku capek banget! Mata ku juga udah ngantuk sekali." keluh Clara menjatuhkan tubuh penuh keringat di atas ranjang tempat tidur.semalaman Clara sama sekali tidak bisa tidur karena terus menerus di ajak bergadang oleh Butef yang memiliki gaya baru untuk memenuhi fantasi nakal nya.Clara akhirnya bisa pulang setelah merengek minta waktu istirahat sejenak sambil berlutut mencium kaki Butef.awal nya Butef tidak ingin memberikan izin kepada Clara, tetapi mendengar Clara berjanji satu hal membuat Butef luluh dan membiarkan Clara pergi meninggalkan dia yang masih dalam keadaan polos tak terbalut apapun.
Dalam hitungan detik saja, kedua mata Clara sudah terpejam menikmati nyenyak nya tidur tanpa ada tangan yang merayapi tubuh seksi nya.sedangkan di dalam kamar hotel tempat mereka menginap, Butef sengaja memanggil wanita lain untuk memenuhi hasrat nya yang sangat tinggi, bagaimana tidak, sebelum dia melakukan itu bersama Clara, Butef sudah meminum obat kuat dua kali lipat dari dosis normal nya, lelaki tua ini nampak begitu bersemangat menggempur Clara yang masih minim sepak terjang.
" Terus sayang,lebih cepat lagi." teriak Butef menikmati hentakan yang di lakukan oleh wanita idaman nya yang lain.
" Bu! Jangan terlalu di manjakan anak gadis Ibu itu,jangan sampai dia salah pergaulan dan akhirnya membuat dia terjebak." ucap Bayu memperingati,sebejat apapun kelakuan dia di luar sana,Bayu tentu tidak ingin sang adik ikut merasa kan karma atas apa yang sudah dia lakukan kepada wanita di luar sana,dia ingin adik nya menjadi kebanggaan keluarga.
" Kamu mau tinggal di sini?" tanya Bu Romlah ragu-ragu.
" Ya iya lah Bu! Memangnya mau tinggal di mana lagi?" Bayu memejam kan mata memikirkan nasib mereka ke depan nya,apalagi saat ini tidak akan ada lagi dewa penolong yang akan menyelamatkan hidup mereka sekeluarga.
" Oh." Bu Romlah hanya membulat kan mulut nya sambil mengangguk pasrah.
" Bagaimana ini? Kalau Bayu tinggal di sini, pasti semua rahasia Clara akan terbongkar." batin Bu Romlah merutuki kehadiran putra sulung nya.
__ADS_1
Bu Romlah duduk dengan rasa gelisah yang menggerogoti ketenangan batin nya.baru saja dia mau menikmati hidup dengan uang pemberian Clara, tetapi Bayu malah datang menambah beban pikiran nya.
Mobil milik Tio sudah sampai di depan rumah Naya,sore ini mobil Naya terpaksa kembali harus menginap di cafe karena Tio yang bersikeras mengantar dia pulang.tangan Tio terulur membantu Naya membuka seat belt.hembusan hangat nafas Tio bisa di rasakan oleh Naya yang berada persis di depan wajah Tio.
Cup..
" I love you." ucap Tio lirih lalu menyatukan kembali bibir mereka berdua dengan begitu lembut dan penuh dambaan.
Tio sengaja menekan tengkuk Naya untuk memperdalam ciuman mereka yang begitu menggelitik perut dan persendian.perlahan Naya ikut membalas pagutan mesra ini sehingga membuat tubuh nya panas dan meminta lebih.
" Mhmpphmm." Tio bahkan tidak memperdulikan security yang sudah membukakan pintu gerbang,kaca mobil Tio yang sangat tebal membuat mereka aman dari tatapan mata tajam.
" Tio!" Naya memukul dada Tio karena kaget dengan serangan dadakan yang di lakukan oleh Tio.
" Maaf sayang,habisnya Aku tidak bisa lagi menahan diri, Kamu juga menikmatinya kok.malah terus-terusan mengeluarkan suara merdu mu." goda Tio membuat Naya semakin merasa malu.
" Udah ah Aku mau turun saja.terimakasih sudah menemani Aku di cafe dan mengantar kan Aku pulang dengan selamat." ucap Naya sengaja menekan kata-kata nya.
" Apapun untuk mu ,sayang." ucap Tio menyahut dengan cepat dengan sorot mata yang tidak terlepas memandangi wajah Naya.
" Kamu nggak mau nawarin Aku mampir?" imbuh nya masih memegang tangan Naya.
"No! Kamu langsung pulang saja,Aku mau langsung istirahat karena sangat capek sekali.apalagi bibir ku terasa mau lepas karena serangan licik mu." Naya bergegas keluar dari mobil meninggalkan Tio yang sedang tertawa lebar.
__ADS_1
" I love you sayang." teriak Tio sebelum Naya masuk ke dalam rumah."
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰