Saksi Bisu

Saksi Bisu
Prolog


__ADS_3

Aku sedang ‘duduk’ di brankas keluarga Husain yang terletak di sebuah ruangan khusus dalam perpustakaan keluarga.


Keluarga besar Husain adalah orang-orang yang sangat mencintai pendidikan atau lebih tepatnya mungkin adalah memaksakan diri untuk mencintainya.


Bagaimana tidak, mereka ditugaskan untuk menjadi panutan rakyat karena mereka merupakan salah satu keluarga terpandang dalam pemerintahan.


Keluarga Husain diberikan tugas oleh pemerintah untuk menjamin kesejahteraan ekonomi masyarakat.


Aku bukanlah seseorang yang dapat beraktivitas sesuai kehendak. Karena itu, aktivitas penguras waktu yang selalu kulakukan hanyalah duduk diam (jika kalian ingin menyebutnya demikian) dan bermalas-malasan.


Meski demikian, aku merasa sangat disayangi keluarga ini. Aku selalu menjadi prioritas daripada teman-teman yang lain.


Aku selalu disertakan dalam setiap aktivitas penting keluarga atau bahkan pemerintahan. Teman-teman banyak yang iri ataupun salut padaku.


Meski tak dapat bergerak sesuai kehendak, tapi aku bisa membawa kebahagiaan ataupun masalah di keluarga ini. Mungkin karena itulah mereka bersikap sangat menyayangiku.


Aku selalu khawatir bahwa mereka hanya terpaksa melakukannya. Mungkin memang itulah yang terjadi. Dapatkah kalian menebak siapa aku dan bagaimana wujudku?

__ADS_1


Ketahuilah, aku hanya sebuah buku! Aku bisa menceritakan banyak hal padamu tentang keluarga Husain jika kamu ingin meluangkan waktu untukku.


Ups.. maaf, aku lupa bahwa aku adalah buku yang diistemewakan di keluarga ini. Karena itu, hanya orang tertentu yang berhak menghabiskan waktu denganku.


Tapi jangan khawatir, terdapat ribuan atau bahkan jutaan teman-temanku yang lain yang bisa menjadi teman baik untukmu. Kalian hanya perlu mendekat untuk berteman atau bersahabat dengan mereka.


Saat ini, hanya Kepala Keluarga yang boleh berinteraksi secara langsung denganku. Meski demikian, jangan khawatir, aku bisa berinteraksi dengan kalian dengan cara yang unik.


Sebelum sebuah tulisan mengisi lembaran-lembaran kertas kosongku, tulisan-tulisan itu haruslah melalui tahap diskusi panjang keluarga.


Karena itulah, aku selalu memiliki draft tulisan terlebih dahulu untuk diajukan dalam rapat bulanan keluarga. Nah, tulisan di draft inilah yang akan mewakiliku untuk keluar dari brankas Keluarga Husain untuk berinteraksi dengan Anggota Dewan Penasihat Keluarga.


Jika kalian adalah anggota Dewan Penasihat Keluarga, maka kalian pasti akan bertemu denganku di ruang rapat keluarga.


Nah, setelah draft tulisan tersebut disetujui dalam rapat Anggota Dewan Penasihat, maka dibuatlah draft final rangkap dua yang dibubuhi cap legal oleh Ketua Dewan Penasihat. Salah satu draft tulisan disimpan sendiri oleh Dewan Penasihat. Draft lainnya diserahkan kepada pimpinan keluarga.


Tulisan dari draft inilah yang akan ditulis ulang oleh Pimpinan Keluarga padaku. Setelah tulisan dari draft itu berpindah tempat padaku, draft itu kemudian dikirim ke perpustakaan keluarga untuk disimpan dalam arsip penting keluarga.

__ADS_1


Jadi, saat kalian ingin berjumpa denganku, datangilah perpustakaan keluarga Husain bagian arsip penting keluarga.


Dijamin, kalian akan bertemu dengan draft tulisan cap legal yang memiliki konten tulisan yang sama denganku.


Tapi ingat, bawa identitas diri kamu yah, seperti KTP dan KK.


Siapkan pula Surat Izin Masuk yang ditandatangani oleh ketua Dewan Penasihat. Jika tidak, kalian tidak akan pernah mendapatkan izin untuk bertemu dengan draft tulisanku itu.


Ribet yah??


Maafkan aku..


Sungguh, bukan aku yang membuat aturan konyol seperti itu. Jika aku dapat berkehendak sendiri,


maka aku akan membebaskan kalian untuk bertemu denganku tanpa proses panjang dan ribet.


Tentu saja, bukan sekedar bertemu dengan draft tulisanku tapi juga bertemu denganku yang asli.

__ADS_1


__ADS_2