
Aku bingung.
Saat aku dicuri, aku pikir akan dibawa ke suatu tempat yang asing di mana musuh keluarga Husain berkumpul. Aku sama sekali tidak menyangka akan dibawa ke tempat ini.
Tempat yang sangat kukenali.
Tempat bagian-bagian diriku diproduksi sebelum aku menuju ke tempat peruntukanku di rumah Keluarga Husain bagian perpustakaan untuk merekam aktivitas keluarga tersebut.
“Keluarga Husain? Aku pun diperuntukkan buat keluarga itu. Jadi kamu yang kata orang-orang itu akan diubah karena isimu mengandung penyesatan?”
“Penyesatan? Apa maksudmu?”
“Aku juga belum mengerti soal itu. Intinya, aku diproduksi untuk memperbaiki kesalahan yang tertulis padamu karena mengandung penyesatan publik. Pantas saja aku dibuat sangat mirip denganmu.”
Penyesatan apa yang terkandung padaku? Aku bingung.
Sejauh perjalananku di keluarga Husain, aku tidak pernah melihat adanya kontradiksi antara fakta dengan apa yang ditulis padaku.
“Bisakah kamu memberikan contoh kesalahan tulis yang ada padaku yang akhirnya diperbaiki olehmu?”
“Hm.. Salah satunya tentang status kepemilikan tambang emas. Menurut informasi dari salinanmu, tambang emas yang dikelola keluarga Husain selama kurang lebih dua ratus tahun bukanlah milik mereka. Tapi milik pemerintah yang hak pengelolaannya diberikan kepada keluarga Husain. Tujuannya untuk membantu pemerintah saat itu yang belum mampu untuk mengelolanya sendiri karena kekurangan dana.”
“Yah.. Saat itu memang kondisinya demikian. Lalu apa yang salah dari situ?”
__ADS_1
“Orang-orang ini mengatakan bahwa, pemilik tambang emas bukanlah pemerintah, tapi milik Keluarga Husain.”
Aku terkejut.
“Apa? Tambang emas itu milik publik yang status kepemilikannya mutlak harus diserahkan kepada pemerintah. Undang-undang sendiri telah menjamin itu. Tidak boleh ada satu pun yang berhak mengklaim kepemilikan seenaknya.” Aku jelas tidak terima.
“Yah.. Nyatanya orang-orang ini mengklaimnya demikian. Diantara mereka juga terdapat orang yang berasal dari pemerintahan. Jadi kupikir, mungkin saja mereka benar.”
“Orang pemerintahan? Bukankah seharusnya merekalah yang paling tahu bahwa tambang emas itu bukanlah milik keluarga tertentu?”
“Entahlah.. Mungkin saja mereka mengubah undang-undangnya.” Buku Agung penggantiku berkata santai.
“Mengubah undang-undang itu tidaklah mudah. Apalagi jika menyangkut sektor vital seperti ini. Butuh persetujuan dari berbagai pihak terutama rakyat sang pemilik utama. Jika mereka melakukannya, aku yakin akan ada banyak penolakan dari sana-sini.”
Jadi, sebenarnya apa yang terjadi???
“Itu mungkin saja. Kecuali jika mereka yang menginginkan perubahan undang-undang melakukannya dengan cara yang ‘cantik’.”
“Cara yang ‘cantik’. Bagaimana?”
“Menutupi fakta yang ada dengan mengampanyekan sesuatu yang berbahaya melalui penyampaian yang memikat. Hasilnya, orang yang seharusnya menolak akan tertipu. Bahkan dengan senang hati menerimanya.”
“Maksudnya?” Aku benar-benar tidak mengerti.
__ADS_1
“Hm.. Suatu saat kau akan mengerti.”
“Tolong jelaskan padaku. Apa yang mereka rencanakan?”
“Menutupi fakta yang ada dengan mengampanyekan sesuatu yang berbahaya melalui penyampaian yang memikat.”
“Iya... Tapi itu maksudnya apa?” Aku benar-benar gemas dibuatnya.
“Mungkin suatu saat kau akan mengerti. Aku pun juga hanya mendengar dari mereka setiap kali mereka merasa pesimis dengan upayanya. Aku juga tidak tahu kampanye berbahaya yang akan mereka sampaikan dengan cara yang memikat itu seperti apa.”
“Tentang fakta yang akan ditutupi mungkin termasuk status kepemilikan barang tambang itu. Karena itulah aku diproduksi untuk menggantikan dirimu, yang memuat fakta yang sesungguhnya.”
“Apa itu artinya aku akan disingkirkan?” Tanyaku retoris tidak percaya.
Aku sangat takut.
“Mungkin saja.” Jawabnya iba.
“Maafkan aku. Tapi kamu tahu sendiri, kita hanyalah alat buat mereka. Kita tidak punya kehendak sendiri untuk menolak atau menerima apa yang mereka lakukan. Aku tidak mau menggantikan posisimu, apalagi jika kamu berada di pihak yang benar. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.” Katanya dengan ekspresi yang sangat menyesal.
“Itu bukan salahmu.”
Dia benar, kami hanyalah alat. Kami tak punya kehendak sendiri. Walaupun kami tahu apa yang sesungguhnya terjadi, kami tetap tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Aku hanya berharap, kebenaran akan terungkap. Semoga orang-orang yang memperjuangkan kebenaran akan bertahan dan bersabar hingga kemenangan berada di pihak mereka.