
“Sekarang dengar..” Hakim menatap lekat keduanya. “Kalian tentu sudah tahu tugas keluarga kita dalam pemerintahan bukan?”
“Bertanggung jawab di bidang ekonomi kan?” Ari menjawab dengan enggan.
“Yang punya tanggung jawab dan kekuasaan penuh adalah generasi penerus yang terpilih sebagai pemimpin dibantu wakil. Apa itu artinya bahwa generasi penerus itu kami paman?” Tanya Ali yang terlihat mengerti situasinya.
“Betul.. Kamu selalu kritis seperti biasanya, Ali.”
“Buku ini adalah buku yang dicetak khusus untuk keluarga. Fungsinya adalah untuk mengabadikan jejak pemerintahan tiap generasi penerus yang memimpin.
Tiap generasi penerus yang terpilih sebagai pemimpin berhak untuk menorehkan sejarahnya sendiri dalam buku ini."
"Apapun yang ditulis pemimpin dalam buku ini, jika itu berkaitan dengan perintah atau aturan baru maka itu akan menjadi hukum yang harus diterapkan keluarga. Aturan itu secara otomatis akan menghapus aturan yang lama.”
“Bukankah dengan demikian, pemimpin bisa seenaknya membuat aturan paman?”
__ADS_1
Hakim memandang ke arah Ali sambil tersenyum. Bukankah pikiran anak ini telah melampaui usianya yang baru saja tujuh tahun?
“Hal itu bisa ditanggulangi dengan adanya Dewan Penasihat keluarga, Ali. Sebelum pemimpin menulis dalam buku ini, maka dia wajib berkonsultasi terlebih dahulu dangan mereka. Harus kalian ketahui pula bahwa dalam tubuh Dewan Penasihat juga ada orang-orang yang berasal dari pemerintahan. Tugas mereka adalah untuk memastikan apakah keluarga kita telah menjalani tugasnya secara benar atau tidak.”
Keduanya terlihat mengangguk tanda mengerti. Sepertinya mereka sudah tahu kenapa di ruang rapat keluarga selalu hadir orang-orang yang tidak mereka kenali.
“Tadi paman mengatakan kalau yang menulis sejarah itu adalah pemimpin sendiri. Apa itu artinya wakil tidak disertakan? Lalu apa fungsi wakil?”
“Memang benar, hanya pemimpin yang berhak untuk menorehkan sejarahnya. Tujuannya, untuk menghindari perpecahan di tubuh keluarga.
Akibatnya tidak bisa dihindari, keluarga akan terbagi menjadi dua kelompok yang bersaing dan akhirnya dapat melalaikan mereka dari tugas utamanya, yakni penanggungjawab ekonomi.”
“Wakil, berperan untuk membantu pemimpin dalam menjalankan tugas-tugas kepemimpinan. Pemimpin dan wakil sejatinya ada untuk bekerja sama. Dan hasil kerjasama itulah yang kemudian dituliskan oleh pemimpin dalam buku ini.”
“Itu artinya, aku dan Ali akan menuliskan sejarah kami sendiri di buku ini, Ayah?” Ari terlihat berseri-seri yang menunjukkan kalau dia sangat bersemangat.
__ADS_1
“Yang benar adalah hanya pemimpin terpilih yang menulis. Entah itu aku atau kamu.” Koreksi Ali.
Koreksi Ali membuat Ari memandang ke arahnya dengan tatapan bingung.
Ali sepertinya mengerti tatapan bingung Ari dan berkata, “Yang tertulis dalam buku ini bukan hanya tentang hasil kerjasama pemimpin dan wakil. Tapi juga terkait dengan perasaan pemimpin sendiri.
Selain itu, yang diperbolehkan untuk menulis hanya pemimpin. Saya bisa pastikan meskipun pemimpin menuliskan hasil kerjasama, sudut pandang yang digunakan sudah pasti milik pemimpin sendiri. Wakil, mau atau tidak harus menerima hasilnya apa adanya.”
“Tapi sebelum ditulis ada diskusi dulu kan? Nanti hasil diskusinya akan dituangkan oleh pemimpin dalam buku itu. Jadi, wakil juga dapat menuangkan perasaannya dan dituliskan oleh pemimpin.” Kata Ari.
“Iya, jika perasaannya sama. Jika berbeda, itulah masalahnya.”
“Kan didiskusikan, aku yakin jika mereka dekat seperti kita apalagi keluarga maka pasti akan saling mengerti.”
“Bisa jadi. Tapi jika masalahnya adalah kekuasaan maka ceritanya bisa berbeda.”
__ADS_1
Ari tidak mengerti.