Saksi Bisu

Saksi Bisu
Orang Asing


__ADS_3

Aku kembali kesepian setelah Hakim dan kedua anak itu pergi. Aku penasaran dan


bertanya-tanya, peristiwa apa yang akan terjadi berikutnya?


Akankah kedua anak itu akan akur seperti yang diharapkan?


xxx


Telah berlalu dua hari sejak Hakim mengunjungiku terakhir kali. Malam ini, sepertinya dia juga tidak akan melakukannya.


Aku penasaran, apa yang telah terjadi


dengannya? Biasanya dia selalu menghabiskan waktunya hingga larut malam di sini.


Aku mendengar suara langkah kaki dari arah perpustakaan umum. Aku bisa merasakan


langkah itu semakin mendekat. Mungkinkah itu Hakim?


Tapi.. Mengapa dia mengunjungiku menjelang dini hari seperti ini?


Tidak..


Aku tidak mengenali langkah kaki ini.


Tapi siapa yang mengetahui tempatku ini selain Hakim?


Apakah penguntit dua hari yang lalu? Atau dua generasi penerus, Ari dan Ali?

__ADS_1


Belum sempat seluruh kebingungan ini menemukan jawabannya, orang itu kini telah


berdiri di ruanganku menghadap tepat ke arahku.


Aku sangat kaget dengan kecepatannya menemukan tempat ini dan membukanya. Bahkan yang tidak kusangka, mengapa orang seperti dia menemukan tempat ini?


Selang beberapa detik dia hanya memandangiku dengan penuh selidik. Aku tidak bisa memastikan siapa orang ini.


Sejak aku diproduksi hingga saat ini, aku hanya melihat para generasi penerus keluarga beserta orang yang memproduksiku.


Aku tidak pernah melihat orang lain selain mereka.


Pada akhirnya, aku menarik kesimpulan


bahwa manusia hanya memiliki satu desain bentuk.


Yang membedakan mereka hanyalah ukuran tinggi dan gemuk atau tidaknya. Satu hal yang menarik dari mereka adalah tidak ada satupun dari mereka yang memiliki wajah yang sama.


Karena itu, satu-satunya pembeda diantara mereka sekaligus untuk mengenali satu sama lain hanyalah wajah.


Dari bentuknya aku bisa pastikan yang dihadapanku ini memang manusia. Tapi aku sama sekali tidak mengenalinya.


Aku mulai memandanginya berharap menemukan petunjuk tentang siapa dirinya dan mengapa dia di sini.


Dia memakai sepatu butut berwarna hitam yang sudah kelabu. Aku tidak tahu apakah dia memakai kaos kaki atau tidak karena tertutupi jeans warna kelabu dengan sobekan di kedua


lututnya.

__ADS_1


Dia memakai kaos hitam dibalut jaket usang bersaku bagian dada kiri dan kanan. Serta kepala yang mengherankan karena ditutupi kain yang hanya memberikan celah pada mulut dan matanya. Jelas sekali dia tak ingin dikenali.


Dia kini mengambil sesuatu di belakang punggungnya, sebuah karung.


Buat apa?


Aku terus mengawasi setiap geraknya. Tangan kanannya mulai meraba saku jaket yang berada di dada kirinya mengambil sesuatu, sebuah kunci.


Aku tercengang, darimana dia menemukan kunci itu?!


Tanpa basa-basi, dia mendekati lemari tempatku dan membukanya.


Apa yang akan dilakukannya?


Tanpa mendapatkan jawaban dari semua kebingunganku, dalam sekejap aku telah berpindah dari lemari menuju karung yang dibawanya.


“Hei.. Kemana kau akan membawaku?”


Aku berteriak panik. Meski aku tahu kalau itu usaha yang sia-sia. Kurasakan tubuhku


dipanggul dan dibawa pergi.


Apa maksudnya orang ini?


Mengapa dia membawaku keluar dari sini? Tidakkah dia tahu bahwa aku adalah arsip rahasia keluarga yang tidak boleh dibawa kemana-mana?


Bahkan aku pun tidak pernah meninggalkan ruangan itu sejak aku diproduksi!

__ADS_1


Aku merasakan secara perlahan orang ini membawaku keluar dari ruangan.


__ADS_2