
1 November 2019
Penulis: Tito'
Kasus palsu yang menimpa Hakim membuat posisi pemimpin dalam keluarga Husain menjadi kosong. Keluarga Husain harus mengangkat pemimpin secepatnya.
Aturan keluarga mengharuskan generasi peneruslah yang melanjutkan estafet kepemimpinan berikutnya.
Ali dan Ari adalah generasi penerus yang terpilih sejak sepuluh bulan yang lalu. Dalam waktu yang sangat singkat, mereka akhirnya harus diberi tanggung jawab besar di usia yang masih belia.
Pelaku kejahatan keluarga sepertinya dapat berpuas diri. Terpilihnya Ali sebagai pemimpin dan Ari sebagai wakil membuat mereka senang. Mereka berpikir, dua ‘anak kecil’ itu akan mudah untuk ditundukkan sesuai keinginan.
Sesuai rencana, mereka akan menjalankan aksinya untuk memperdaya keduanya saat rapat bulanan keluarga dilaksanakan tanggal 6 November nanti.
Akankah kejayaan keluarga Husain sebagai pengelola tambang akan berakhir di tangan dua orang anak kecil?
“Hhhhh....” Hembusan napas berat Tito’ mengiringi proses cetak informasi untukku itu. Dia terlihat tidak senang dengan informasi yang dibaginya untukku.
Jelas sekali dia menentang aksi sang pelaku yang hingga saat ini belum ada gambaran bagiku tentang siapa dirinya.
Ari dan Ali, aku jadi rindu pada kedua anak itu. Bagaimana kabar mereka saat ini?
__ADS_1
Sanggupkah mereka memegang tampuk kepemimpinan?
Posisi sebagai generasi penerus terpilih tidak didapatkan dengan mudah. Tak semudah penunjukan putra mahkota pada sistem pemerintahan kerajaan. Pemilihan generasi penerus dilakukan dengan serangkaian seleksi.
Masa jabatan tiap generasi dibatasi selama sepuluh tahun. Peraturan ini berlaku sejak generasi ke sepuluh. Pembatasan masa jabatan mengharuskan pemimpin yang terpilih melakukan pemilihan generasi penerus selanjutnya.
Proses pemilihan generasi penerus dilakukan pada tahun keempat masa jabatan pemimpin.
Hal ini dilakukan agar pemimpin terpilih punya tiga tahun masa persiapan pemilihan generasi penerus. Mengenai kriteria pemilihan diserahkan kepada pemimpin terpilih.
Mereka berhak untuk mengangkat generasi penerus sesuai aturan-aturan yang mereka buat.
Calon generasi penerus yang mengikuti seleksi di masa Hakim berada pada rentang umur 5 hingga 15 tahun. Rentang umur yang cukup kontroversial dalam keluarga maupun daerah saat diajukan oleh Hakim.
Kekhawatiran tokoh pemerintah dan sesepuh keluarga diabaikan Hakim. Sebagai pemimpin, tentu saja Hakim punya wewenang untuk menetapkan aturan. Dewan penasihat keluarga maupun tokoh pemerintahan hanya berhak memberikan saran tapi tidak bersifat mengikat.
Hakim berpendapat bahwa masa 5-6 tahun adalah masa yang cukup panjang untuk mendidik generasi penerus yang terpilih sebelum akhirnya memimpin keluarga.
Menurutnya anak usia 5 hingga 15 tahun juga mudah untuk diajarkan tentang moral yang merupakan bekal yang sangat penting bagi seorang pemimpin.
Pemimpin yang kurang bermoral meski cerdas dalam sisi akademik akan merusak. Hakim banyak memberikan contoh terkait dengan pemimpin cerdas yang tidak bermoral ini. Pemimpin yang seperti inilah yang sangat ingin dihindari Hakim.
__ADS_1
Adapun syarat terpilih lainnya yang ditentukan Hakim tentu saja terkait dengan pengetahuan umum tentang keluarga dan ekonomi.
Terpilihnya Ari, anak Hakim dan Ali, anak Hari membuat munculnya berbagai spekulasi dalam keluarga dan pemerintahan. Mereka menganggap Hakim ingin membentuk kepemimpinan keluarga berdasarkan sistem putera mahkota.
Lainnya berpendapat bahwa Hakim haus kekuasaan sehingga generasi penerus yang terpilih adalah anaknya sendiri yang masih belia, agar saat memimpin dia mampu mengarahkan anaknya sesuai keinginan.
Namun, Hakim tidak peduli dengan semua itu.
Setahuku, Hakim bukanlah orang yang haus kekuasaan. Semua aturannya murni untuk kepentingan bersama. Jika terdapat aturan yang terbukti kurang baik diterapkan dikemudian hari, itu menunjukkan kelemahan dirinya.
Karena itu meski punya wewenang untuk membubarkan dewan penasihat keluarga atau mengganti orang-orangnya sesuai keinginan, dia malah tidak melakukannya.
Dipilihnya Ali sebagai pengganti dirinya, bukannya Ari juga bukti lain bahwa ia tidaklah haus kekuasaan.
“Tenang saja, mereka berdua pasti bisa diandalkan.” Suara Buku Kecil yang memecah kesunyian membuatku sadar dari nostalgia masa lalu.
Aku memandangnya dan tersenyum.
“Semoga..” Harapku.
“Mereka terlihat dewasa melebihi anak-anak pada umumnya. Meski terlihat ogah-ogahan, namun Ari memiliki sifat tegas seperti ayahnya. Sedangkan Ali adalah seorang yang sangat cerdas.
__ADS_1
Kombinasi ini mungkin saja akan membawa pada kejayaaan keluarga dan daerah kedepannya.” Katanya lagi. Aku kembali tersenyum membenarkan.