Saksi Bisu

Saksi Bisu
Cara Pelaku Menyingkirkan Hakim


__ADS_3

“Kamu benar jika mengatakan bahwa tidak ada kasus yang dapat menyeret Hakim ke penjara. Para pelaku juga mengakui hal itu. Namun seperti yang kamu tahu,


mereka telah mencuri sejarah dan mengubahnya. Dalam ubahan sejarah itulah, mereka menyisipkan sebuah kasus untuk Hakim.” Buku Kecil menjelaskan diiringi tangisan.


“Kalau saja Hakim mau bekerja sama, mereka tidak akan mengungkap sisipan itu dan dia tidak akan dipenjara.” Tambahnya tersedu-sedu.


“Kasus apa yang mereka sisipkan dalam ‘sejarah palsu’?” Tanyaku geram.


“Korupsi penggelapan hasil tambang. Korupsi yang dilakukan kepala produksi tambang tahun lalu. Mereka pelintir dengan mengatakan bahwa pelaku utama dari kasus itu adalah Hakim.


Dalam ubahan sejarah mereka menuliskan bahwa,demi menjaga reputasi baik keluarga, maka pihak yang terhukum sebaiknya dibebankan saja kepada kepala produksi.”


Aku tercengang, betapa mudahnya mereka melakukan hal itu!


“Bagaimana dengan Pak Arif? Apakah dia tidak berusaha untuk menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya?” Tanyaku karena teringat dengan ketua dewan penasihat.


Pak Arif adalah sosok yang sangat idealis. Korupsi yang dilakukan kepala produksi tahun lalu diungkap olehnya. Sebagai saudara tersangka, jelas bahwa mengungkit kesalahan saudara sendiri adalah hal yang berat.


Namun, dengan keteguhan hati dia melakukannya. Perannya sontak membuatnya naik daun tahun lalu. Kini, dia dikenal sebagai sosok penegak keadilan.


Mengetahui fakta bahwa Hakim dipenjara membuatku khawatir akan keadaan Pak Arif. Tidakkah dia berusaha untuk mengungkap kebenaran dan berusaha membebaskan Hakim? Ataukah dia juga ikut terseret dalam kasus palsu lainnya?


“Apakah Pak Arif yang kamu maksud adalah si ketua dewan penasihat?” Tanya Buku Kecil yang kujawab dengan anggukan. Raut muka si Buku Kecil tiba-tiba muram.

__ADS_1


Reaksi Buku Kecil membuatku membenarkan anggapanku, Pak Arif ikut terseret sebuah kasus!


“Kasus apa yang menimpanya?” Aku jelas sangat penasaran.


Seseorang yang terkenal sebagai penegak keadilan seperti dia akan sulit untuk dibuatkan kasus apapun.


“Dia tidak didakwa kasus apapun.” Jawab Buku Kecil.


“Apakah dia tengah berusaha membela Hakim? Dengan pembela seperti dia, membuat Hakim dapat dibebaskan dengan mudah.” Aku sangat senang mendengar bahwa dia tidak terseret kasus apapun.


“Sayangnya, itu tidak mungkin terjadi.” Kata Buku Kecil murung.


“Kenapa?” Tanyaku penasaran.


“Karena dialah yang mengizinkan sejarah diubah!”


Jawabannya membuatku terkejut luar biasa.


“Tidak mungkin!” Jelas saja aku tidak percaya.


“Menurutmu, siapa yang berwenang terhadap Buku Sejarah selain Hakim dalam keluarga?” Tanya Buku Kecil retoris.


Tentu saja ketua dewan penasihat!

__ADS_1


“Tapi aku masih tidak percaya Pak Arif mau melakukan semua itu. Dia itu bijaksana seperti namanya!” Aku masih tidak terima.


“Menurutku, dia tidak punya pilihan lain. Keinginan pelaku yang masuk akal baginya memuatnya terpaksa menerima permintaan mereka.” Buku Kecil kembali menyinggung teka-teki yang selama ini menghantuiku.


“Apa keinginan pelaku?” Tanyaku berharap Buku Kecil memiliki jawabannya.


Aku sangat penasaran, apa yang membuat Pak Arif sampai tega mengizinkan pencurian dan pengubahan padaku,serta membuat Hakim dipenjara?


“Tambang Emas.” Jawabnya singkat tapi cukup membuat kami semua melongo karena terkejut.


“Apa?!!” Kami semua jelas tak percaya.


Tapi Buku Kecil mengangguk meyakinkan.


“Lalu.. Kenapa Pak Arif mengizinkannya?” Tanyaku.


Jika keinginannya seperti itu, mana mungkin Pak Arif mengizinkan?


“Dia diperdaya. Dia tidak tahu keinginan pelaku yang sesungguhnya. Keluarga yang terlibat kejahatan hanya tahu satu hal, jika tambang dikembalikan kepada pemerintah seperti keinginan Hakim maka akan ada investor asing yang akan mengambil alih setelahnya…”


“…Investor asing itu akan memonopoli tambang untuk kepentingan sendiri. Otomatis rakyat sebagai pemilik akan terlupakan.”


Informasi Buku Kecil membuatku merinding dan takut.

__ADS_1


__ADS_2