Salahkah Aku Mencintaimu?

Salahkah Aku Mencintaimu?
Status belum menikah!


__ADS_3

Akhirnya keadaan yang kurang nyaman dihati Aurelia itu sudah selesai, dan Emran sudah menarik tangannya dari pinggang pengasuh anaknya.


“Sudah enakkan pinggangnya?” tanya Emran datar.


Aurelia tidak berani menatap wajah tampan tuannya, dia melirikkan matanya ke majikan kecilnya saja. “Alhamdulillah sudah lebih baik, terima kasih banyak Tuan.”


“Syukurlah.”


Pria itu lantas mengendong anaknya dan membawanya keluar dari kamar tanpa banyak bicara lagi, Aurelia sejenak bernapas lega setelah sekian menit jantungnya bertalu-lalu, kemudian dia mengambil tas milik Athallah dan menyusul ke bawah.


Aktivitas pagi seperti biasanya, mengurus sarapan majikan kecil kemudian akan turut mengantar ke sekolah dan menunggu di sekolah majikan kecilnya. Tidak banyak kata di sepanjang perjalanan menuju sekolah, lebih banyak Emran berbicara pada putranya ketimbang dirinya yang duduk di bagian belakang, wanita muda itu menikmati dengan memejamkan matanya sejenak serta mengistirahatkan punggungnya.


Sesampainya di sekolahan, Athallah masih teringat akan pesan Aurelia untuk cium tangan sama Daddy-nya, lalu dia lanjut cium tangan pada pengasuhnya dan tak lupa pelukan hangat dari Aurelia.


“Semangat ya Abang sekolahnya,” ucap Aurelia.


“Ok, Mbak ... Mbak jangan kemana-mana ya, tunggu Atha,” sahut Athallah, langkah kaki mungilnya mulai masuk gerbang sekolahnya.


"Iya Abang," seru Aurelia sembari melambaikan tangannya.


Emran melirik Aurelia sejenak. “Saya berangkat ke kantor, nanti ada yang menjemput kalian berdua, terus ponsel kamu mana?” tanya Emran sejak tadi melihat pengasuhnya tidak bawa apa-apa.


“Astaghfirullah, saya lupa Tuan, ponselnya ketinggalan di kamar tuan muda,” jawab Aurelia baru teringat.


“Mmm ...” hanya deheman yang keluar dari bibir tebal Emran, tersirat ada rasa kecewanya.


“Jangan kebiasaan ditinggalkan, saya berangkat.”


Aurelia membungkukkan punggung. “Baik Tuan.”


Aura Emran kembali dingin pada Aurelia semenjak pria itu memijatnya, untung saja tidak jadi pikiran Aurelia, hingga dia menanggapinya biasa saja. Sang majikan sudah masuk kembali ke mobilnya, sedangkan Aurelia sudah bergabung dengan pengasuh yang lainnya di ruang tunggu khusus.


...----------------...


Perusahaan Indo Pasific


Di dalam ruang kerja, Dhafi dibuat kalang kabut oleh stafnya karena baru di infokan oleh sekretaris Emran di jam 10 akan ada rapat dengan team marketing, termasuk dirinya sebagai manager marketing.

__ADS_1


Pria itu terlihat grasak grusuk meminta stafnya menyiapkan laporan triwulan, laporan bulanan, hingga laporan terbaru proyek yang sedang dia kerjakan.


“Kenapa kasih tahunya dadakan begini, biasanya kita ada rapat marketing di awal bukan, kenapa pas pertengahan bulan ada rapat!” keluh Dhafi pada Andi asisten manajernya.


“Saya juga kurang tahu Pak Dhafi, pas sampai kantor baru dapat infonya dari sekretaris Pak Emran,” jawab Andi dengan kesibukannya mencari dokumen anggaran marketing tempo hari dia buat di tumpukan berkas yang ada di meja Dhafi


“Andi, jangan sampai anggaran marketing kita terlihat ada sesuatu, buat serapi mungkin ... perbaiki angka biaya pasang iklan tersebut!” perintah Dhafi, hatinya mulai ketar-ketir jika nanti di saat rapat akan di tanyakan anggaran secara detail oleh Emran.


“Siap Pak Dhafi,” jawab patuh Andi, yang harus patuhlah dia juga dapat cipratan dana tersebut saat melobby stasiun televisi saat pasang iklan di jadwal acara primetime.


Sementara itu, Emran sudah tiba di perusahaan, dan kini dengan gagahnya melangkah masuk ke dalam lobby diikuti oleh Adam. Sebelum dia melangkah lebih dalam, sorot matanya begitu tajam saat berpapasan dengan Faiza yang baru saja mengantarkan kopi ke lantai 3. Wanita yang masih memerah wajahnya dan terlihat mulai melepuh mencoba tersenyum manis pada sang pemilik perusahaan, tapi sayangnya diacuhkan oleh Emran.


“Ck ... rasanya pengen aku pelet aja tuh CEO, sembarangan sekali mengacuhkan aku. Belum tahu aja goyangan aku itu sangat panas di atas ranjang,” batin Faiza ngedumel.


Setelah melewati Faiza, Emran berkata sesuatu pada asisten pribadinya. “Adam, sudah menghubungi butik Sabrina?”


“Sudah Tuan.”


“Nanti kamu suruh salah satu ajudan untuk turut menjemput anak saya sama Aurelia, antar mereka ke butik Sabrina terlebih dahulu, baru mereka berdua menyusul saya di sini,” perintah Emran.


“Baik Tuan, nanti saya akan minta Tommy segera ke sekolah tuan muda.”


“Siap laksanakan, Tuan.”


Mereka berdua bergegas ke lantai 12, dimana ruang CEO berada, dan lanjut Adam menjalankan perintah Emran dengan secepat kilatnya.


Beberapa kemudian, sesuai dengan perintah Emran, salah satu staf personalia mengantarkan curriculum vitae atas nama Dhafi Basim. Netra elang pria itu langsung menuju dengan status pernikahan Dhafi.


“Status belum menikah!” gumam Emran sendiri. “Maksudnya apa ini?”


Setiap karyawan yang bekerja di perusahannya, akan memperbarui status lajangnya jika mereka mengikat karena hal ini berkaitan dengan perhitungan pajak penghasilan, serta asuransi kesehatan buat keluarga karyawannya. Pria itu tersenyum kecut ketika kembali membaca CV milik Dhafi tersebut.


“Kenapa dia tidak merubah statusnya? Berarti pernikahan dengan Aurelia disembunyikan?” Pikiran Emran sudah sampai ke sana.


Waktu terus berjalan dan sekarang sudah menunjukkan jam 10 pagi, sesuai dengan permintaan Emran, Adam mengikuti langkah kaki tuannya menuju lantai 10 lebih tepatnya ke ruang meeting.


Setibanya di ruang meeting, ternyata seluruh staf marketing beserta manajernya sudah tiba terlebih dahulu. Dhafi sudah pasang badan menunjukkan kharisma sebagai manajer marketing, dia menyambut dengan segala hormat dan ramahnya pada Emran.

__ADS_1


Pria dingin itu menatap Dhafi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Dhafi sendiri, yang jelas tangan Emran sudah terkepal dengan kuatnya dan ingin rasanya memberikan hadiah tinju pada wajah yang tampak ramah tersebut, setelah mengingat kejadian yang dia saksikan dengan matanya sendiri.


“Sepertinya Pak Dhafi terlihat semangat untuk rapat pagi ini, jangan bilang kalau habis diservis oleh istrinya di rumah nih, jadi terlihat lebih semangat lagi!” celetuk Emran santai, sembari dia menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi pimpinan.


DEG!


Wajah Dhafi tiba-tiba saja pias saat mendengarnya. “Maaf Pak Emran, kebetulan saya belum menikah, jadi istri mana nih yang habis servis saya, kalau pun saya sudah menikah, staf saya pasti tahu juga,” kelakar Dhafi mengajak guyon CEO nya, dengan menarik sudut bibirnya ke atas.


“Damn it!” batin Emran, tarikan sudut bibirnya pun kembali lurus.


Dhafi yang melihat perubahan wajahnya Emran kembali datar, dia lantas bergegas duduk.


Hot daddy itu menoleh ke samping dimana  tempat Adam duduk dan mengangguk pelan padanya. Adam langsung paham.


“Selamat pagi semuanya, sesuai dengan jadwal hari ini. Rapat marketing kita buka yang dipimpin oleh Bapak Emran selaku pimpinan perusahaan, dan di awali dengan report dari bagian marketing yang dilaporkan oleh Pak Dhafi, untuk waktu saya persilahkan,” ucap Adam membuka rapat marketing tersebut.


Wajah yang semula tampak tenang, tiba-tiba terlihat agak gusar, setelah melihat Emran menerima laporan marketing yang dibagikan oleh asisten manajernya. Hatinya sangat berharap CEO nya tidak mencurigai apapun atas laporan tersebut.


 


Bersambung ...


 


Hai Kakak Readers semuanya info sejenak ya, ada novel yang baru saja liris nih, kali ini kisah dari anaknya Kavin dan Salma dari judul karya Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Dibenci.


Kisah Rayyan Abizar Adiputra yang sebagai penerus perusahaan Daddy Kavin, yang memaksa sekretaris culunnya sebagai istrinya agar Daddy Kavin tidak menuntut dia menikah dengan wanita manapun, karena dia sudah nyaman dengan kehidupannya sebagai casanova. Rayyan trauma dengan cinta karena pernah ditinggalkan oleh calon istrinya saat hari pernikahannya, karena itu dia memaksa Sasha sekretaris culunnya untuk menjadi istri di atas kertas.


Bagaimana kisah Rayyan dan Sasha yang belum ada rasa cinta dalam membangun rumah tangganya, apalagi Sasha selalu bikin Rayyan kesal! Yuk mampir ke karya terbaru, saya tunggu dukungannya. Makasih banyak sebelumnya.



 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2