
Wanita bertubuh sexy itu memicingkan netranya ketika temannya memberitahukan ada sosok Emran dengan seorang wanita serta anak kecil.
“Soraya, benarkan itu mantan suami dan anak kamu? Terus siapa wanita muda itu? Kayaknya mesra sekali,” tanya Fina teman satu profesi, dengan mengarahkan dagu lancipnya tersebut ke arah beradanya Emran.
Pertanyaan temannya tersebut malah menyulut hatinya yang sudah panas menjadi semakin memanas, apalagi saat ini dengan matanya sendiri melihat Emran menggandeng tangan wanita muda itu, dan tangan lainnya menggandeng Athallah anak mereka, semasa hidupnya bersama sang mantan suami jarang seperti itu karena dirinya yang selalu sibuk di dunia entertaimentnya, sampai lupa jika ada suami dan anak yang membutuhkan perhatiannya.
Ririn tampak menyenggol bahu Fina ketika melihat raut wajah teman mereka terlihat memerah, layaknya sedang menahan gejolak yang semakin menggelora di relung hatinya.
“Soraya kenapa diam saja, kamu gak berniat untuk menyapa mantanmu itu?” tanya Ririn dengan memutar matanya ke arah Emran yang mulai naik escalator.
Soraya menolehkan kepalanya dan menatap sebal pada kedua temannya. “Jelas aku akan menyapanya dan akan memberikan pelajaran berharga pada pengasuh genit itu,” tukas Soraya tersenyum jahat.
Ririn dan Fina terlihat melongo. “Pengasuh! Jadi cewek itu pengasuh anak kamu! Wah harus dibasmi itu, masih ingatkan kasus penyanyi AFI yang suaminya selingkuh sama baby sitternya. Secara si Bunga seorang penyanyi, tapi suami direbut sama baby sitternya, ck ... pelakor jaman sekarang banyak akalnya. Ayolah lebih baik kamu ikuti mereka, aku dukung kalau kamu ingin memberikan pelajaran pada cewek itu!” balas Fina, jadi ikutan meradang mendengarnya.
Soraya semakin semangat mendapatkan dukungan dari kedua temannya, dan mereka bertiga bergegas menyusul Emran yang saat ini sudah memasuki salah satu restoran makanan korea.
Salah satu waiters menghantarkan Emran, Aurelia dan Athallah ke salah satu meja kosong, lalu memberikan beberapa buku menu pada Emran dan Aurelia.
“Sayang sudah pernah cobaiin makan masakan korea?” Emran bertanya sembari membukakan buku menu untuk Aurelia, sementara Athallah sudah duduk dengan tenangnya.
“Aku hanya tahu makan mie ramen Mas, itu juga beli mienya di mini market terus masak sendiri di rumah,” jawab Aurelia apa adanya.
“Kalau begitu aku akan pesan beberapa menu biar bisa kamu cicipi, kalau Athallah suka daging bulgogi, Korean BBQ,” jelas Emran, setelah itu dia langsung memesan makanan pada waitres yang masih menunggu.
Tanpa menunggu waktu lama beberapa waiters sudah datang membawa beberapa jenis daging sapi berbumbu, kemudian menyalakan kompor yang sudah tersedia di tengah-tengah meja. Aurelia terlihat menjaga Athallah agar tidak terlalu dekat dengan tungku kompor tersebut. Sementara itu Emran langsung menaruh daging sapi tersebut di atas panggangan.
Soraya dan kedua temannya yang sempat mengikuti Erman dari kejauhan, memilih meja yang agak jauh untuk bebas mengamati terlebih dahulu, setelahnya terserah Soraya ingin melakukan apa, namun yang jelas rahang wanita itu sudah mengetat melihat kemesraan sang mantan terhadap Aurelia, terlihat sekali pria itu perhatian pada wanita muda itu.
Kembali ke meja Emran, waitres datang membawa menu makanan yang lainnya, ada kimchi ramen, sup mando korea, sundubu jjigae (sup tahu sutra pedas) dan tak lupa nasinya.
Sungguh menggiurkan melihat semua menu yang sudah tersaji di meja persegi panjang tersebut, tapi apa daya dia harus menunda dulu untuk mencobanya karena saat ini dia terlihat sibuk menyuapi Athallah makan dengan daging barbeqiu.
“Sayang, sambil dicobaiin ya,” pinta Emran dengan menyodorkan sendok yang sudah berisikan kimchi ramen. Wajah Aurelia mulai merah merona melihat niatan Emran.
__ADS_1
“Buka dong Sayang mulutnya, biar aku suapi,” pinta Emran.
“Mas, tapi aku malu.”
“Hush ... aku gak suka ditolak, lagian kenapa harus malu, aku ini calon suami kamu.” Ingat Emran.
Tanpa melirik ke arah yang lain, mulut Aurelia pun terbuka dan menerima suapan dari calon suaminya, dan terlihat Emran senang menatapnya.
“Gimana, enak gak menurutmu?”
“Enak Mas, aku suka agak pedas.” Aurelia kembali menyuapi Athallah, dan Erman dengan senang hati kembali menyuapi Aurelia bersamaan dengan dirinya juga.
“Tapi jangan terlalu pedas, nanti Sayang malah sakit perut,” jawab Emran sembari kembali menyodorkan sendok ke mulut wanita itu. Dibalik sikapnya malu-malu disuapin sama Emran, ada perasaan yang menggelenyar hangat di hatinya, jika orang yang melihat ke meja mereka pasti akan mengira keluarga kecil yang bahagia padahal belum resmi menikah.
Suapan demi suapan yang diberikan oleh Emran penuh kasih itu, bikin hati Aurelia semakin merasakan apa artinya sebuah kehangatan jika memiliki pasangan hidup.
“Mas, aku ingin coba sop tahunya dong,” pinta Aurelia menunjuk ke mangkok berwarna coklat kayu.
“Dengan senang hati sayangku,” jawab Emran sembari menggeser mangkok tersebut dan mulai menyuapinya.
“Sayang, kamu lagi nyuapi Athallah. Jadi biar aku yang melayanimu ya.”
Duh, semakin melayang perasaan Aurelia dapat perhatian yang begitu hangat dari pria dewasa itu, dan dengan senang hati pula Aurelia menerima pelayanan dari Emran.
Dari ujung sana, terlihat semakin berapi-api mata Soraya, mungkin kalau ada yang bisa melihat ubun-ubun wanita itu mulai berasap. Dia pun menarik gelas yang berisikan ice tea dan meneguknya sampai tak tersisa.
“Soraya, kapan kamu labrak tuh baby sitter? Aku gak sabar buat viralkan nih, hitung-hitung biar kamu naik pamor lagi nih!” Ririn bertanya sembari menunjukkan ponselnya yang sudah siap mengambil gambar untuk moment melabrak.
Sungguh otak ketiga wanita itu butuh di sekolahkan kembali, melabrak bagaimana? Hubungan Emran dan Soraya sudah berakhir beberapa bulan yang lalu, jadi tidak ada yang salah jika di antara mereka berdua berhubungan dengan lawan jenisnya. Hanya karena merasa empati pada Soraya, seakan apa yang dilakukan oleh Emran dan Aurelia seperti sedang berselingkuh.
Soraya agak menyentakkan gelasnya di atas meja, kemudian menggeser tubuhnya sedikit keluar dari sofa, barulah dia berdiri dengan tegapnya.
“Ambil gambarku yang bagus ya Rin, kalau bisa live streaming biar segera viral,” pinta Soraya dengan tegasnya.
__ADS_1
“Oke, aku siap memviralkan segera!” sahut Ririn.
Tubuh yang masih terlihat sexy dan terawat mulai melangkah, diikuti oleh Ririn dari belakang menuju meja yang ditempati oleh Emran.
“Wow luar biasa! lihatlah ada seorang baby sitter yang terang-terangan menggoda majikannya loh. Sampai lupa kalau majikannya itu mau rujuk lagi sama mantan istrinya, tapi sang baby sitter terus memepet majikannya sampai rela menyerahkan dirinya demi mengambil hati sang majikannya!” seru Soraya dengan meninggikan suaranya, dan sudah tentu menarik perhatian pengunjung restoran.
Sontak saja Emran dan Aurelia terkejut dengan kehadiran serta ucapan nyelekit Soraya yang kini sudah berdiri dekat meja mereka. Namun tanpa mereka sadari, Athallah berdiri di bangkunya lalu dia mengambil gelas yang masih berisikan air soda lumayan penuh. Kemudian ...
BYUR!!
Soraya terkesiap dan langsung mengusap wajahnya yang telah tersiram dengan minuman bersoda, sampai-sampai kedua netranya terasa perih hingga susah untuk dibukanya.
“Aaw mataku perih!” jerit Soraya meringis kesakitan. Ririn tampak bingung antara mau tolongi atau tetap merekam karena lagi live streaming.
“Pelgi dali sini! Jangan dekat-dekat Daddy dan Mommy Atha lagi! Mommy Solaya itu olang jahat!!” teriak Athallah mengungkapkan perasaannya yang selama ini tidak menyukai dan sangat kecewa pada ibu kandungnya.
Bersambung ...
...----------------...
3 tahun membina rumah tangga dengan rasa yang bahagia karena memiliki suami yang begitu perhatian dan sangat mencintainya. Tapi ternyata ada sesuatu yang disembunyikan oleh Haidar pada istrinya Nailah, ternyata selama 3 tahun tersebut Haidar telah berselingkuh dengan sahabat istrinya sendiri.
Nailah sangat terpukul setelah tahu perselingkuhan suaminya hingga mengakibatkan dirinya harus kehilangan anaknya yang selama ini mereka tunggu. Bayi laki-laki dengan paras begitu tampan akhirnya meninggal saat dilahirkan. Dengan hati yang hancur berkeping-keping dia pun sudah tak sanggup menanggung rasa sakit dikhianati dan penderitaan yang selalu tertekan karena ibu mertuanya, Nailah akhirnya memilih untuk berpisah dengan Haidar.
Nailah yang selama ini dipandang sebelah mata oleh ibu mertuanya, dan tertipu dengan sikap manis suaminya sendiri, dia mencoba bangkit setelah perceraian tersebut dengan menyibukkan diri untuk bekerja, dan siapa sangka ternyata dia bekerja satu perusahaan dengan mantan suaminya. Dan tak sengaja pula dia bertemu dengan bocah kecil berparas cantik yang bernama Aleena, ketika anak itu hampir saja terserempet motor. Semenjak itulah Aleena mengekor Nailah ke manapun berada selama di kantor, dan tanpa sepengetahuan Nailah, Aleena adalah anak CEO perusahaan tempat dia bekerja, Keenan Ghazi Utsman. Pria yang sudah lama kehilangan istrinya, tapi kini sudah bertunangan dan akan segera menikah.
"Aunty Nailah, please jadilah mommy Aleena," pinta bocah cantik yang baru berusia 5 tahun itu.
Nailah mengusap pipi bocah tersebut. "Tidak semudah itu Aunty jadi mommy Aleena, sayang."
Keenan Ghazi sosok pria yang sangat dingin pada wanita, dan tak mudah untuk jatuh cinta karena terlalu mencintai mendiang istrinya, sementara tunangannya adalah adik istrinya yang harus dia terima karena tuntutan dari keluarga istrinya agar Aleena tidak mendapatkan ibu tiri, lebih baik dibawah pengasuhan tantenya.
__ADS_1
Apakah keinginan Aleena akan terwujud? sedangkan Aleena salah satu anak indigo yang bisa melihat sesuatu.
...----------------...