Salahkah Aku Mencintaimu?

Salahkah Aku Mencintaimu?
Bocah rusuh


__ADS_3

Jam 19.00 wib


Kamar suite president.


Emran sejak masuk kamar yang telah dia persiapkan untuk dirinya dan istrinya tampak wajahnya muram, beberapa kali dia mengusap tengkuknya yang terasa berat serta hembuskan napas beratnya. Terkadang memijat pangkal hidungnya.


Berbanding terbalik dengan wajah ceria Athallah yang sedang heboh jingkrak jingkrakkan di atas ranjang yang sudah dibuat se-estetik mungkin dengan taburan kelopak bunga mawar merah, bersama kedua adik kembar Aurelia. Mau marah gak enak, mau usir ke-3 bocah itu pun terasa enggan. Yang ada Emran hanya bisa mengelus dadanya sendiri.


“Mommy ... Mommy, Atha bobo cama Mommy ya,” teriak Athallah yang masih berjingkat di atas ranjang.


“Mbak Aurel, Eni bobo di sini juga ya, kamarnya luas.”


Aurelia yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Ya Abang, Mbak Eni,” sahut Aurelia sembari mendekat ke ranjang berukuran besar tersebut.


“Abang Atha, Mas Edi, Mbak Eni ayo pada turun, mainnya jangan di atas ranjang, main di ruang depan aja yuk,” ajak Aurelia, kedua tangannya sudah direntangkan untuk menyambut Athallah, tapi bocah itu hanya menggelengkan kepalanya saja.


“Mom, Atha mau main di cini aja, gak mau main di lual.”


Aurelia nampak pasrah, lagian melihat wajah anak sambungnya sedang happy gak tega juga melarangnya.


“Iya Mbak Aurel, kita suka main di sini,” sambung Eni.


“Ya udah mainnya jangan lama-lama ya, sebentar lagi waktunya bobo.”


Mereka bertiga pun menganggukkan kepalanya dengan serempak, setelah itu Aurelia memilih keluar kamar, dan mencari keberadaan suaminya yang ternyata kini sedang duduk di depan televisi dengan wajahnya yang terlihat masam. Wanita itu tersenyum, lalu dia bergerak ke dapur mini untuk membuatkan suaminya minuman hangat, untung saja di dapur mini sudah tersedia berbagai serbuk minuman berserta cemilan dan minuman dingin, isinya sangat lengkap, ya sesuai dengan harga kamarnya.


Aurelia menjatuhkan pilihannya dengan bungkusan yang tertulis hot chocolate keluaran dari produk coklat yang terkenal, pasti rasanya enak pikir Aurelia, dibuatlah 2 cangkir untuk suaminya dan dirinya.


Usai membuat minuman, dia lantas menghampiri suaminya.

__ADS_1


“Mas, aku bikinkan minuman hangat,” ucap Aurelia sembari menaruh kedua cangkir tersebut di atas meja.


Pria itu pun menolehkan wajahnya, dan langsung menarik lengan istrinya hingga wanita itu terduduk di pangkuannya, sontak saja Aurelia terkesiap.


“Mas ada anak-anak di sini,” ucap Aurelia sembari melirik pintu kamar mereka yang tidak tertutup.


“Mereka ada di kamar, sedangkan kita ada di ruang depan sayang, jaraknya juga jauh,” balas Emran, kedua tangannya sudah melingkar di pinggang Aurelia. Dibelainya punggung wanita itu dengan lembutnya, jujur saja jantung Aurelia mulai bertalu-talu dengan sentuhan suaminya, apalagi tatapan suaminya membuat dirinya terhipnotis.


“Malam ini aku mau berduaan sama kamu menikmati malam pertama kita, tapi kenapa buntut kita ada di sini semua,” keluh Emran, wajahnya tambah ditekuk.


Ingin rasanya Aurelia tergelak tawa melihat mimik wajah suaminya yang hampir sama dengan Athallah kalau sedang cemberut. Sebenarnya juga Aurelia sendiri agak gugup dengan malam pertamanya dengan suaminya, maklumlah ini akan jadi pengalaman pertamanya. Dan dengan kehadiran ke-3 bocah tersebut di kamar membuat rasa gugupnya mulai pudar. Namun, setelah mendengar keinginan suaminya, dia merasa tidak enak, bukankah hak suami yang ingin berduaan bersama istrinya.


Aurelia menatap dalam suaminya, lalu mengusap rahang suaminya yang bersih dari bulu bulu halus.


“Sabar ya Mas, masih ada malam yang lain kok, lagi pula aku'kan sudah jadi istri Mas, jadi mau kapan pun gak masalah. Jangan bersedih lagi ya,” ucap Aurelia ceritanya mau bikin suaminya kembali tersenyum.


Pria itu mengerakkan tangannya, yang semula melingkar di pinggang istrinya sekarang menyentuh pipi Aurelia, dan dia pun mencondongkan dirinya agar lebih dekat dengannya. Aurelia terlihat diam ketika wajah suaminya semakin dekat, dan akhirnya bibirnya kembali bersentuhan dengan bibir suaminya.


Sementara Emran tidak peduli jika istrinya belum pandai membalas ciumannya, buat dia ini sudah lebih dari kata nikmat yang terindah, menyesap madu yang manis di bibir istrinya.


TING ... TONG


Aurelia langsung menarik pagutannya dengan napasnya yang terengah-engah, sementara Emran yang merasa tidak rela dilepas, hanya bisa mendesah pasrah.


“Mas kayaknya ada yang pencet bel, aku lihat dulu,” ucap Aurelia langsung beranjak dari pangkuan suaminya, namun Emran menarik pinggang wanita itu dan didudukkan di atas sofa.


“Biar aku saja yang bukakan pintu.” Pria itu yang kini bergerak menuju pintu, dan rupanya yang datang kedua mertuanya dan mamanya.


“Anak-anak, sama cucu Ibu mana?” tanya Bu Ida ketika mereka bertiga sudah dipersilahkan masuk.

__ADS_1


 “Mama mau ajak cucu sama ipar kamu ke Senayan, biar kalian tidak terganggu,” sambung Mama Syifa sambil mengedipkan matanya pada Bu Ida. Wajah Emran mulai terbit senyuman yang sangat cerah.


“Anak-anak, siapa yang mau beli mainan sama main di timezone!” seru Emran agak mengeraskan suaranya agar terdengar pada ke-3 bocah itu yang sedang bermain di kamar pengantinnya.


Geruduk ... Geruduk, ke-3 bocah itu langsung lari berhamburan dari kamar.


“Atha mau main di time zone, Daddy!” seru Athallah.


“Edi mau beli mobil remote, Mas Emran!” seru Edi.


“Eni mau beli boneka barbie, Mas Emran!” Tak mau kalah Eni meminta.


Mama Syifa melambaikan tangannya pada ke-3 bocah itu agar lebih mendekatinya. “Semua boleh beli apa pun tapi ada syaratnya ya,” ucap Mama Syifa.


Athallah menyipitkan netranya saat menatap Omanya. “Syaratnya apa Oma?”


“Malam ini Athallah bobo sama Oma, tidak boleh sama Daddy dan Mommy. Lalu Edi dan Eni tidur di kamar sendiri-sendiri, tidak boleh tidur sama Mbak Aurelia, bagaimana terima syaratnya?” tanya Mama Syifa.


Athallah, Edi dan Eni saling main pandang-pandangan seperti mencari kunci jawaban dari tatapan masing-masing. Setelah itu Athallah menatap Daddy dan Mommynya sembari menarik napasnya dalam-dalam.


“Oke, malam ini Atha ndak jadi bobo cama Mommy, tapi becok Atha bobo cama Mommy, Daddy ndak boleh ikutan,” jawab Athallah sembari menatap Emran dengan wajah polosnya.


“What!” seru Erman, oh betapa malang nasibnya kenapa anaknya jadi ikutan menguasai istrinya.


“Deal, Daddy!” Athallah mengulurkan tangan mungilnya menunggu sambutan Daddynya.


Melihat wajah bapak dan anak ini sontak bikin para orang tua tertawa melihatnya. Aurelia jadi rebutan bapak dan anak. Wanita yang jadi rebutan mengusap lengan suaminya sembari tertawa kecil.


Bersambung ...

__ADS_1


Sabar ya yang mau ngintip 🤭🤭🤭


__ADS_2