SALAHKAH AKU MENCINTAIMU

SALAHKAH AKU MENCINTAIMU
Bab 36


__ADS_3

‘Dugaanku benar. Juna pasti menyakiti Zara. Aku akan membalasmu, kamu akan merasakan berkali-kali lipat dari apa yang adikku rasakan, Juna.’ Ucap Zavier dalam hati.


"Za. Apa kamu mencintai dia?" tanya Zavier lagi menangkup kedua pipi Zara, menatap penuh luka melihat sorot mata Zara yang diselimuti kesedihan.


Zara menganggukkan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan Zavier, dan itu semakin membuat Zavier terluka.


Jika Zara tidak mencintai Juna, rasa sakit yang Zara rasakan tidak akan begitu sakit dan bisa perlahan terobati. Namun saat adiknya mengatakan mencintai Zara, sudah bisa dipastikan luka yang Zara rasakan sangatlah perih.


Zavier benar-benar dipenuhi oleh amarah, ingin sekali rasanya Zavier melenyapkan siapa pun yang berani menyakiti adiknya. Ingin sekali Zavier membalas semua hal yang sudah adiknya rasakan.


"Aku sangat mencintainya, Kak. Aku mencoba bersabar, aku berjuang untuk pernikahan kami. Namun sampai kapan aku harus berjuang?" tanya Zara menatap Zavier saat Zara sendiri tak tahu apa yang harus Zara lakukan.


"Dia bahkan belum menyentuhku sejak awal kami menikah," sambung Zara tertunduk lemas mengatakannya. Air mata Zara semakin deras mengalir membasahi wajah cantiknya.

__ADS_1


Kilatan api seakan berkobar di hati Zavier mendengar apa yang diucapkan oleh Zara. Empat bulan telah berlalu dan Juna tidak pernah menyentuh adiknya, itu benar-benar hal yang buruk. Tak ada kata yang dapat Juna katakan untuk mengungkapkan amarahnya, hanya satu yang ingin Zavier lakukan adalah membalas semua rasa sakit yang telah dirasakan oleh Zara.


"Kak. Aku bercerita bukan untuk membuat Kakak marah, tetapi aku butuh teman untuk bicara. Aku butuh orang yang bisa mendengarkan keluhanku. Tolong jangan lakukan apa pun, tolong. Aku mohon...," ucap Zara menggenggam kedua tangan Zavier saat Zara menyadari amarah yang sudah menyelimuti Zavier.


"Apa dia pernah bersikap kasar padamu?" tanya Zavier masih berusaha untuk tenang, terlebih mendengar permohonan Zara.


Zavier ingin mengetahui semuanya terlebih dulu, mendengar langsung semua hal dari Zara, sebelum akhirnya mengambil keputusan atas apa yang akan dia lakukan ke depannya.


"Seperti yang aku katakan kemarin. Dia tidak pernah bersikap kasar padaku, dia sangat lembut padaku. Dia pria yang baik, hanya saja aku kurang beruntung karena dia tidak mencintaiku," jawab Zara berusaha menghentikan tangisnya, meskipun tubuh itu masih saja berguncang karena sesenggukan.


Zara menggelengkan kepala nya. "Aku tidur di kamar yang sama dan ranjang yang sama dengan mas Juna, dalam semua hal dia bersikap baik padaku. Semua hal yang ada di sana juga terlihat baik. Hanya satu kekurangannya yaitu, karena ada wanita lain di pernikahan kami. Namun aku tidak bisa menyalahkan wanita itu karena yang menjadi orang ketiga di sini adalah aku, bukan wanita itu. Aku yang hadir dalam hidup mereka, tetapi aku juga begitu egois dengan berpikir untuk memperjuangkan pernikahan kami," ucap Zara tersenyum sendu mengatakannya.


"Apa aku salah?" sambungnya bertanya.

__ADS_1


"Tidak, Za. Kamu benar. Sekalipun wanita itu lebih dulu hadir dalam hidup Juna, tetapi kamu adalah istri sah Juna. Kamu sama sekali tidak bersalah," jawab Zavier mengusap lembut wajah Zara.


"Kamu tidak ingin berpisah darinya?" tanya Zavier membuat tubuh Zara menegang mendengarnya.


"Aku mencintainya, Kak. Sekalipun dia tidak pernah menyentuhku, sekalipun dia selalu pulang larut malam, aku akan terus berjuang untuk rumah tangga kami," jawab Zara membuat Zavier menjadi serba salah mendengarnya.


"Sampai kapan?" tanya Zavier.


"Sampai dia sendiri yang memintaku pergi. Sampai aku merasa lelah bertahan. Selagi aku tidak melihat semua itu secara langsung, aku akan mencoba menganggap semua itu tidak ada," jawab Zara.


"Za. Kami tidak pernah membiarkan siapapun menyakitimu, bagaimana kami bisa diam saat dengan sangat jelas seseorang menyakitimu dengan begitu buruk seperti ini? Kakak benar-benar merasa gagal. Kakak tidak bisa memastikan kebahagiaanmu. Maafkan Kakak," ucap Zavier meneteskan air matanya, meluapkan kesedihannya atas apa yang sudah menimpa Zara.


"Tidak, Kak. Jangan pernah berkata seperti itu! Kalian keluarga terbaik untukku, aku tidak akan sanggup menghadapi semua ini jika tidak ada kalian. Tolong biarkan aku berjuang sampai aku sendiri merasa lelah, Kak. Tolong jangan ikut campur dalam pernikahanku, aku mohon!" pinta Zara dengan mata yang kembali berkaca-kaca karena telah membuat Zavier meneteskan air mata.

__ADS_1


"Bagaimana Kakak bisa diam mengetahui semua ini, Za? Bagaimana mungkin?" ucap Zavier mengusap kasar wajahnya.


"Aku mohon, Kak!"


__ADS_2