
sementara jay di buat heran dan masih tidak percaya entah jawaban penerimaan atau penolakan dari orang yang dia sukai sejak lama, namun jay tidak menyangka kalau tuan besar nya akan menjodohkan dengan putri nya.
jadi apa jawaban nya, " tanya abid yang sudah jengah dengan drama adik nya itu ".
aqila keluar dari persembunyian nya dan menatap abang nya dengan sinis, sebenar nya aqila ga mau, " jawab aqila membuat keluarga nya itu heran ".
bahkan kini jay tambah menunduk, bodoh bodoh kenapa aku bisa berfikiran kalau dia akan menerima aku yang sebatas pegawai keluarga nya, " batin jay merutuki nasib nya yang salahkan mencintai nya ".
lalu, " tanya rayyan yang masih mendekap tubuh adik wanita nya itu ".
ya aku ingin suami yang sebaik abi, setampan kaka dan se galak abang tapi ga mungkin ada jadi terpaksa aqila mau menerima perjodohan ini abi.
semua orang merasa lega dan senang, hanya abang nya yang dongkol karena di katakan galak.
entah keberanian dari mana jay berdiri dan hendak memeluk tubuh aqila yang berada di pelukan kaka nya.
dengan sigap abid menarik tangan jay dan memeluk sambil memukul mukul punggung jay sampai terbentuk batuk.
kau belum sah jadi adik ipar jadi jangan coba coba memeluknya, " ucap abid sambil memukul mukul punggung jay ".
aqila hanya tersenyum senang dengan tingkah abang nya, aqila tau kalau abang nya menyimpan masa lalu yang pahit dan sulit itu alasan aqila selalu saja memancing kemarahan abang nya agar tidak terlihat bersedih.
satu bulan berlalu pagi ini acara pernikahan aqila dan juga jay.
aqila berada di dalam kamar bersama umi dan juga kedua kaka ipar nya.
sementara di ruangan lain jay tengah melangsungkan ijab qabul dan berhadapan langsung dengan abi tuan besar yang akan menjadi mertua nya.
__ADS_1
di sudut ruangan abid mengusap air mata yang keluar begitu saja setelah keluar kata sah dari semua orang.
rayyan yang berada di samping abang nya pun memeluk nya, adik kita akan bahagia bersama nya, " ucap rayyan sambil memeluk abang nya ".
tugasku sedikit berkurang sekarang karena sekarang aqila sudah tanggung jawab suami nya, " jawab abid yang tak ingin terlihat lemah di hadapan adik laki laki nya ".
rayyan melepas pelukan itu, menyesal aku memelukmu, " ketus rayyan lalu pergi meninggalkan abang nya ".
kini saat nya mempertemukan mempelai wanita dan juga pria, dengan menundukkan kepala aqila berjalan di dampingi kedua kaka ipar nya, umi memilih melepas aqila di kamar dan menyaksikan nya berjalan karena sebenar nya umi masih merasa berat melepas putri kesayangan nya.
kini aqila sudah berhadapan dengan jay yang sudah sah menjadi suami nya, aqila merasa gugup karena sudah lama dia memendam perasaan pada sosok jay.
namun sifat tomboi nya dan juga rasa ketakutan kalau keluarga tidak akan merestui nya membuat aqila memendam perasaan itu sejak lama.
kini jay sudah membuka kotak cincin yang akan di berikan pada aqila yang sudah menyodorkan tangan nya, hanya tidak kurang dari lima cm jay menyentuh jari manis aqila tangan jay tertahan membuat semua orang kaget seketika.
kenapa ka, " tanya jay pertama kali menyebut nama rayyan dengan sebutan kaka ".
rayyan geli di buat nya pasal nya usia jay hampir sama dengan abang nya, jari tangan adikku sudah di hiasi hena jadi sebaiknya aku saja yang memasangkan nya, " ucap rayyan tampa rasa bersalah rayyan mengambil cincin yang sudah ada di tangan jay dan memasukan ke jari manis adik nya itu ".
suasana yang tadi nya haru kini bergemuruh, mereka tau itu adalah sebuah adat karena secara hukum agama dan negara mereka sudah sah memasukan cincin ke jari manis pasangan hanya sebuah kebiasaan pasalnya ijab qabul sudah terlaksana.
sang pembawa acara kembali melanjutkan sesi acara nya kini saat nya mempelai pria mengecup kening wanita, aqila kembali gugup di buat nya ini akan jadi hal pertama bagi nya selain dari keluarga nya yang mencium kening nya.
dengan semangat jay memajukan satu langkah nya dan memejamkan mata hendak mengecup kening aqila.
namun bibir jay terasa mengenai benda kasar seperti bukan kening seorang gadis, kenapa keras dan kenapa tidak terdengar suara nafas aqila padahal harus nya nafas aqila berada dekat dada aku dan pasti terasa, " batin jay heran ".
__ADS_1
suasana kembali riuh membuat jay membuka mata nya dan terbelalak, ternyata yang dia kecup sebuah tangan kekar milik abid.
kening adikku sudah di kasih bedak kalau kamu kecup nanti bedak nya luntur, " ucap abid yang menggandeng aqila sebelah karena sebelah nya aqila di gandeng rayyan ".
jay menghela nafas panjang, andai kedua orang di samping istri nya itu bukan kaka ipar nya sudah pasti jay akan mengamuk meskipun itu atasan nya sendiri.
acara pun berjalan hidmat dan kini mereka sudah kembali ke rumah utama, karena acara resepsi akan di laksanakan nanti malam dan karena tempat acara dekat dengan rumah maka mereka kembali ke rumah ketimbang beristirahat di hotel.
kini jay berjalan masuk bersama aqila hendak memasuki kamar namun kembali tertahan oleh abid yang berada di ruang keluarga.
hey kau sini, " panggil abid tampa rasa bersalah ".
semua wanita di keluarga pranaja hanya tersenyum begitupun dengan aqila yang tersenyum meskipun ada rasa kasihan pada suami nya, karena pasti abang pasti akan kembali mengerjai nya.
dengan pasrah jay berjalan menuruti perintah bos sekaligus kaka ipar nya.
duduk lah, " perintah abid pada rayyan dan meminta salah satu pekerja untuk membawakan kopi untuk jay ".
sementara rayyan asik bermain catur bersama abi yang berada di samping abid.
abid sedikit berjongkok mengambil bak catur yang berada di bawah meja lalu meletakkan nya di atas meja.
main lah temani aku, " ucap abid tampa ingin di bantah ".
jay tambah di buat kesal bagaimana bisa kaka ipar sekaligus bos nya ini mengajak nya bermain catur padahal ini hari pernikahan nya di tambah bos nya itu tau kalau diri nya tidak bisa bermain catur.
tuan tau sendiri saya tidak bisa bermain catur, " jawab jay masih memanggil tuan pada abid ".
__ADS_1
aku juga sama tidak bisa makanya ngajak kamu biar kita sama sama belajar dari abi dan rayyan, satu lagi kamu panggil aku tuan kalau di kantor saja, " ucap abid mengingatkan dan mengakali adik ipar baru nya agar tidak berduaan bersama adik perempuan nya ".