
kini aqila masih dalam ke adaan tidak sadarkan diri, niel yang tak sabar pun akhir nya menyiram tubuh aqila hingga gadis itu pun tersadar.
akhir nya dengan terpaksa jay memberitahukan kabar tersebut pada abid dan juga rayyan.
kedua nya keluar dari rumah dengan seringai jahat nya, hati hati, " ucap abi sambil menepuk pundak kedua nya ".
sementara para wanita khawatir lain hal dengan ketiga laki laki ini malah seperti terlihat mempunyai mainan baru.
kini rayyan dan juga abid berada dalam satu mobil yang sama, apa aku bilang dia tidak pantas jadi adik ipar kita, " ucap rayyan pada abang nya itu ".
abid pun menatap adik nya tak kalah kesal, kalau bukan dia lalu siapa hah ?
ga ada sih hampir semua laki laki memang tidak pantas buat adik kita, " ucap rayyan cengengesan karena mendapat tatapan membunuh dari abang nya ".
abid membuka laptop milik nya dan mengotak atik tak kurang dari lima menit akhir nya abid mendapatkan lokasi adik nya.
rayyan yang melihat itu pun di buat takjub memang di antara ketiga nya abid lah orang paling serba bisa dan ahli.
abid pun mengirim lokasi tersebut pada beberapa anak buah nya juga jay.
kini aqila yang mulai sedikit tersadar pun berdiri, niel yang melihat hal itu pun tersenyum dengan tatapan menerkam.
niel memang bukan tipe laki laki yang ingin menikmati tubuh wanita dalam keadaan lemah.
kini niel mendekatkan tubuh nya hendak memangsa aqila, namun niel tidak tau kalau aqila bukan wanita lemah.
aqila bisa dia bawa pun karena dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah meminum obat yang sudah niel campurkan.
kini perkelahian niel dan aqila tidak bisa di hindari hampir lima menit dari kedua nya melakukan pertikaian dengan sudut bibir aqila yang mulai mengeluarkan darah segar karena terkena pukulan niel.
sementara laki laki itu kini terkapar selain senjata pusaka nya yang sudah hancur karena terkena beberapa kali tendangan oleh aqila dan juga wajah yang sudah di lumuri darah terkena pas bunga oleh aqila.
tiba tiba pintu ruangan terbuka, jay terdiam membeku melihat keadaan aqila dan juga niel, sementara para anak buah rey sudah membekuk para anak buah niel yang tidak seberapa.
aqila merentangkan tubuh nya lalu berlari mendekat pada jay, refleks jay pun membuka tangannya menunggu pelukan aqila.
__ADS_1
namun beberapa saat jay memejamkan mata nya dia tidak merasakan pelukan itu, akhir nya jay membuka mata nya dan tidak melihat aqila di hadapan nya.
jay berbalik dan ternyata aqila sudah berhambur memeluk abang nya.
abang, kenapa lama sekali jemput aqila, " ucap aqila mengadu manja pada abang nya tampa sedikitpun raut wajah sedih atau tangis seperti umum nya wanita pada novel ".
kamu yang nakal ga bilang sama abang keluar rumah, " jawab abid sambil menjitak kepala aqila pelan ".
kini aqila melepas pelukan abid dan memeluk kaka nya yaitu rayyan, kaka abang jahat, " adu aqila yang ingin kedua saudara nya itu bertengkar demi diri nya ".
dia jahat tapi kaka ga berani sama dia, " ucap rayyan sambil menatap abid sinis "
bibir kamu kenapa, " tanya abid karena tadi tidak memperhatikan wajah adik nya itu ".
aku di pukul dia, " adu aqila sambil menunjuk niel yang sudah di ringkus oleh anak buah abid "
abid berjalan mendekati niel, niel yang melihat abid bergidik ngeri apalagi tatapan abid benar benar menakutkan.
abid mengambil senjata milik anak buah nya yang menempel di pinggang nya dan menempelkan senjata itu di pipi niel.
Dur
berikan mereka ke buaya buaya peliharaan agar tidak ada jejak, " ucap abid pada anak buah nya yang langsung di angguki ".
kini aqila berjalan di tengah tengah kedua kaka nya, sementara jay berada di belakang nya.
tadi nya aku pikir aku akan jadi pahlawan lalu kamu mencintaiku seperti di novel novel, salahkah aku mencintaimu, " batin jay meratapi nasib nya ".
pagi hari nya mereka semua sudah berada di ruang makan untuk sarapan bersama, abi sedari tadi hanya memperhatikan aqila dan jiga jay.
kini semua nya berada di ruang keluarga semua wanita keluar untuk berjalan jalan hanya aqila yang berdiam diri di rumah karena kondisi memar di wajah nya belum pulih.
jay, " panggil abi pada asisten anak nya itu ".
ia tuan besar, " jawab jay lalu menyimpan handphone nya yang sedari tadi dia mainkan karena takut ketahuan keluarga pranaja kalau diri nya selalu menatap aqila yang asik memakan buah buahan yang di suapi oleh rayyan ".
__ADS_1
apa kamu sudah mempunyai kekasih, " tanya abi dan membuat aqila menoleh pada jay seperti menanti jawaban ".
belum tuan besar, " jawab jay sambil menundukkan kepala nya ".
aqila tersenyum seperti mengejek jay dan di sadari oleh abo nya itu.
lalu kalau kamu saya kenalkan dengan wanita pilihan saya apa bersedia, " tanya abi memastikan ".
jay hanya mengangguk pasrah dia tidak berani menolak permintaan tuan besar karena sedari kecil jay memang di urus oleh keluarga pranaja.
jangan, " potong aqila tiba tiba ".
kenapa, " tanya abid memancing adik nya itu ".
biarkan dia cari wanita sendiri, sudah jelek juga mana mau wanita pilihan abi sama dia, " ketus aqila sambil menatap jay sinis ".
abi tersenyum lalu meminta putri satu satu nya itu duduk di samping nya.
aqila dengan patuh berdiri dari sopa dan melangkah menuju abi layaknya anak kecil sambil menginjak paha rayyan.
rayyan pun berteriak kesakitan sampai tempat buah buahan yang tadi rayyan suapi pada adik nya itu berjatuhan.
adik sialan, " umpat rayyan kesal pada adik nya itu ".
abid tertawa terbahak melihat tingkah kedua adik nya itu, yang satu pecicilan dan yang satu nya terlalu baik.
sementara jay hanya menahan tawa nya sambil menundukkan kepala.
kini aqila sudah duduk di samping abi nya.
kenapa abid, " tanya aqila sambil memegang pergelangan tangan nya ".
apa kamu mau menikah dengan jay ? " tanya abi akhir nya pada putri semata wayang nya itu ".
aqila diam tidak percaya dengan pertanyaan abi nya itu, aqila tiba tiba merasa malu dan menyembunyikan wajah nya di perut abi nya itu.
__ADS_1
abi yang faham dengan sifat putri nya tersenyum sambil mengelus kepala aqila, sementara abid di buat kesal dengan tingkah adik nya yang manja itu. rayyan pun mendekat dan memeluk aqila dari belakang.
sementara jay di buat heran dan masih tidak percaya entah jawaban penerimaan atau penolakan dari orang yang dia sukai sejak lama, namun jay tidak menyangka kalau tuan besar nya akan menjodohkan dengan putri nya.