SALAHKAH AKU MENCINTAIMU

SALAHKAH AKU MENCINTAIMU
Bab 40


__ADS_3

"Akhiri semua ini antara kamu dan dia! Ingat, statusmu. Juna.!" Camila tak henti-hentinya mendadak Juna sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu keadilan untuk Zara.


Rasa bersalah Camila pada Zara teramat besar. Sebagai seorang wanita, jelas Camila mengerti perasaan Zara, pun perasaan Laura. Namun, itu semua jika Laura adalah wanita baik-baik.


Tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anak mereka, setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu juga Camila yang telah memilih Zara sebagai pendamping hidup putranya.


"Tante. Aku dan Juna sudah lama bersama. Kami saling mencintai. Kami tidak bisa dipisahkan. Wanita itu yang telah masuk ke dalam hubungan kami. Dia yang harus pergi, bukan aku," ucap Laura mempertahankan hak nya sebagai wanita yang dicintai oleh Juna.


"Benarkah saling mencintai?" tanya Camila tajam pada Juna.


"Apa kau siap hidup bersama Juna jika Juna tidak memiliki apa pun?" tanya Camila lagi pada Laura yang terdiam mendengarnya.


Tatapan Laura dan Juna bertemu saat Laura sadar jika Juna menantikan jawabannya. "Ya, tentu saja." Dengan lantang Laura menjawab dan itu membuat Juna serta Camila tersenyum mendengarnya. Senyum dalam artian yang berbeda.


"Baiklah. Jika benar kalian saling mencintai, maka di sini Zara yang harus pergi. Zara tidak pantas diperlakukan seperti ini." Ucapan Camila yang mengatakan Zara yang harus pergi pembuat Laura merasa terbang melayang saking bahagianya. Laura tersenyum senang saat dia berpikir jika Camila begitu mudah untuk ditaklukan.

__ADS_1


Jika Laura merasa senang mendengar itu, tidak dengan Juna yang menjadi panik mendengarnya. Melepaskan Zara? Tidak, itu seakan bukanlah hal yang Juna inginkan.


Camila yang merasa muak berada di sana memutuskan untuk pergi, tetapi sebelumnya mengatakan hal yang dapat memporak-porandakan hati Juna.


"Nikmati kebersamaan kalian, bila perlu urus pernikahanmu bersama dia secepatnya, karena mama juga akan mengurus perceraian kamu dan Zara secepatnya. Mama tidak akan lagi ikut campur dalam hidupmu. Mama bersyukur Zara tidak ada di sini saat ini, jadi selamanya Zara tidak perlu kembali. Mama akan menemui keluarganya untuk membahas perceraian kalian."


Camila bergegas pergi setelah mengatakan semua itu, Laura yang melihat itu langsung mendekat pada Juna ingin bermanja dan meluapkan rasa bahagianya, tetapi belum sempat dia menyentuh Juna, Juna sudah lebih dulu mengejar Camila.


"Ma. Tidak, Ma! Jangan lakukan itu!" teriak Juna coba menghentikan Camila yang menyeringai mendengarnya.


Di pertengahan anak tangga. Camila menghentikan langkahnya saat Juna menahan pergelangan tangannya. "Apa lagi?" tanya Camila memutar tubuhnya menatap Juna, menatap dengan tatapan yang begitu dingin.


"Aku tidak ingin berpisah dengan Zara. Tolong jangan lakukan itu! Berikan aku waktu untuk berpikir," ucap Juna membuat Laura yang mendengar semua itu menjadi syok.


"Lalu, dia?" tunjuk Camila dengan ekor matanya pada Laura.

__ADS_1


Juna kembali terdiam. "Kamu ingin memiliki keduanya? Tidak, Juna. Mama tidak akan membiarkan itu semua. Jika kamu mencintai wanita itu, maka lepaskan Zara!" ulang Camila dengan tegas.


Camila kembali melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga untuk pergi dari sana. Juna yang akan mengejarnya di tahan oleh Laura yang membutuhkan penjelasannya.


"Apa maksudmu mengatakan tidak ingin berpisah darinya? Kamu mencintainya?" bentak Laura.


"Aku mencintaimu," jawab Juna.


"Jika kamu mencintaiku. Buktikan dengan melepaskan dia dan memilihku. Bukankah ibumu menyetujui itu? Kita bisa menikah setelah itu," ucap Laura kesal.


Aku tidak pernah sudi menerimamu dalam keluargaku. Batin Camila yang mendengar itu.


"Aku tidak bisa melepaskan Zara. Maaf," ucap Juna melepaskan tangan Laura yang menahannya, berniat untuk kembali menghentikan Camila, tapi Laura semakin menahannya hingga aksi tarik menarik terjadi yang akhirnya membuat Laura terjatuh dari tangga.


"Laura!" teriak Juna membuat semua orang langsung menatapnya termasuk Camila yang sudah nyaris mencapai pintu keluar dari rumah Juna.

__ADS_1


Juna terlihat panik melihat Laura yang tak sadarkan diri, berbeda dengan Camila yang menatap sendu pada itu semua. Kekhawatiran di wajah Juna untuk Laura membuat Camila seakan berpikir jika dia mungkin akan benar-benar melakukan ancamannya pada Juna. Melepaskan Zara adalah pilihan terbaik. Pikirnya.


__ADS_2