
abid yang melihat pergerakan kedua laki laki itu tambah tak berdaya, abid berjalan lemah mendekat pada kedua peti mayat tersebut, dengan air mata yang tidak tertahan lagi.
rasa bersalah abid benar benar membuat dirinya lemah, tak ada ketakutan pada sosok keluarga dia siap menerima akibat nya.
namun penyesalan yang begitu besar membuat abid kini seperti setengah sadar.
abid berjalan dan kini sudah ada di hadapan kedua peti jenazah yang sudah terbuka tersebut.
tangis ketiga wanita di samping nya abid tidak hiraukan karena kini diri nya tengah menatap satu peti jenazah adik nya aqila yang sudah di bungkus kain kapan dan dengan wajah yang di penuhi luka.
abid terduduk lemas menatap sang adik.
audy tersenyum kecil sambil menatap sang mertua, dia punya ide cemerlang, karena tadi dia benar benar kesal pada suami nya itu seharian.
__ADS_1
audy menarik tubuh abid lalu menampar nya beberapa kali serta memukul mukul dada bidang abid, karena posisi nya sama dengan abid yang terduduk.
tak ada perlawanan atau pun menghindar dari abid, dia hanya menunduk pasrah karena ini semua memang salah nya.
bodoh kau bodoh, jahat kau, kenapa kamu membiarkan adikmu terbunuh hah, " bentak audy masih memukul mukul dada bidang abid dengan tangis histeris nya ".
beruntung di sana tidak ada satu pun pengawal mungkin kalau ada mereka akan mentertawakan kebodohan tuan abid karena mau di bohongi.
umi pun menarik tangan audy dan memeluk nya agar menghentikan amukan nya, kamu ini benar benar memanfaatkan kesempatan, " bisik umi pada menantu nya sambil menepuk nepuk punggung audy seolah menenangkan nya ".
kaka iparmu seperti nya punya dendam pribadi pada suami nya, " ucap abi pada rayyan yang langsung memeluk rayyan seolah saling menguatkan ".
kaka ipar memang ga ada dua nya, " balas rayyan sambil kembali membalas pelukan abi nya ".
__ADS_1
kini abid mendekat pada wajah aqila dan melihat sosok adik nya dengan tatapan nanar nya.
hampir sepuluh menit abid hanya menatap tampa menyentuh wajah aqila karena wajah aqila di penuhi luka.
kamu orang baik sayang maafkan abang, " ucap abid lirih sambil menatap aqila ".
kini abid berjalan menuju peti jenazah satu nya dan kembali mendudukkan tubuh nya di samping peti jenazah.
jay andai kamu tidak menikah dengan adikku pun aku tetap menganggap mu sebagai keluarga, " ucap abid lirih menatap wajah jay yang sama di penuhi oleh luka ".
ada rasa haru pada diri jay, memang benar selama bersama abid, jay selalu di perlakukan baik bahkan sangat baik, jay sedikit menyesal mengerjai abang ipar nya saat mendengar ucapan tulus dari abang ipar nya, namun bagaimana lagi ini adalah kemauan istri nya yang tidak mungkin bisa jay tolak.
entah bodoh atau bagaimana, atau mungkin karena dalam ke adaan kalut, insting serta kecurigaan abid tidak ada pada keluarga nya.
__ADS_1
selain dari kedua jenazah itu memang di lumuri darah asli, juga karena di bungkus kain kafan, jadi abid tidak punya rasa kecurigaan satu pun.
tiba tiba mati lampu seketika membuat semua orang kembali histeris terutama istri rayyan karena sebenar nya dia phobia pada kegelapan namun karena ide adik ipar nya lah membuat istri rayyan pasrah dengan apa yang di rencanakan.