
Juna mendekat menghampiri papanya untuk mencium tangan kedua orang tuanya, tetapi yang terjadi justru Juna mendapatkan pukulan dari papanya saat kepalan tinju Candra melayang ke wajah Juna.
Suara teriakan dari Laura dan Camila terdengar saat melihat hal itu, baik Camila atau pun Laura bergegas menghampiri keduanya meski dalam keadaan yang tidak begitu baik.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Laura menatap sudut bibir Juna yang sedikit berdarah.
"Aku baik-baik saja," jawab Juna.
Candra yang melihat itu semua semakin geram, Candra merasa jijik pada kelakuan putranya sendiri. "Ceraikan Zara! Setelah itu kamu bebas menikahi wanita pilihanmu itu," ucap Candra dengan begitu tegas.
Laura yang mendengar itu merasa bahagia, tetapi berusaha terlihat tenang sebab Laura sudah terlanjur bersandiwara jika keadaannya saat ini tidak baik-baik saja setelah jatuh dari tangga. Berbeda dengan Juna yang berada di posisi yang tersudutkan. Juna tidak ingin menceraikan Zara meski pun itu sudah menjadi rencana nya sejak awal menikah.
"Mas, tenangkan dirimu!" Camila mengusap lembut lengan suaminya.
"Ayo pulang; Aku tidak tahan berada lebih lama di sini. Sekarang juga aku akan menemui keluarga Emirhan, meminta maaf atas kelakuan anak kurang ajar ini, sekaligus membahas tentang perceraian mereka." ajak Candra menggandeng tangan Camila keluar dari sana.
"Pa. Tolong dengarkan penjelasanku!" Juna yang melihat itu bergegas menghentikan orang tuanya, tetapi tangannya ditepis kasar oleh Candra.
__ADS_1
"Jangan berani menginjakkan kaki di kediaman Nugraha sebelum kamu dapat menyadari kesalahanmu!" ucap Candra tajam, lalu keluar dari sana. Meninggalkan Juna hanya bisa terdiam lemas memikirkan semua hal yang telah terjadi.
***
Seperti yang sudah Candra katakan sebelumnya, saat ini mereka telah tiba di kediaman Emirhan. Namun tak ada satupun dari keluarga Emirhan yang terlihat.
"Di mana Zara?" tanya Camila pada pelayan yang sudah mempersilahkan mereka masuk.
"Non Zara dan semua orang tengah berada di kota Jambi, Nyonya. Ada acara pernikahan saudara sepupu non Zara di sana." Mendengar jawaban pelayan, Candra merasa kepalanya semakin berdenyut. Bagaimana bisa Juna membiarkan Zara pergi ke kampung halaman ibunya tanpa menemani Zara, tetapi justru membawa kekasihnya bermalam dirumah mereka.
"Kapan mereka akan kembali?" sahut Camila bertanya.
"Mungkin dalam dua atau tiga hari lagi, Nyonya."
"Baiklah, kalau begitu kami langsung pulang saja. Kami akan datang lagi saat mereka sudah kembali," ucap Camila sebelum akhirnya dia dan suaminya pergi dari sana.
"Mas, kamu benar-benar ingin mereka berpisah?" tanya Camila saat mereka sudah dalam perjalanan pulang ke rumah.
__ADS_1
"Itu lebih baik. Lebih cepat lebih baik sebelum Juna semakin menyakiti Zara. Zara pantas mendapatkan pria yang lebih baik dari Juna," jawab Candra yang sudah final dengan keputusannya.
"Bagaimana jika mereka tidak ingin berpisah?" tanya Camila lagi.
"Maka Zara harus siap dimadu. Aku pikir Zara terutama keluarganya tidak akan menerima itu semua. Aku juga yakin wanita ular itu tidak akan melepaskan Juna. Jadi, hanya perpisahan jalan satu-satunya untuk Zara dan Juna."
"Jika saja sejak awal kita tidak menutupi semua ini dari Juna, mungkin juga semua tidak akan terjadi seperti ini. Ini semua salahku," ucap Candra merasa bersalah dan menyesal atas semuanya.
"Mas, kamu tidak bersalah. Kita hanya ingin yang terbaik untuk Juna, kita merahasiakan semua itu dari Juna agar Juna tidak tersakiti apalagi merasa jijik pada dirinya sendiri. Lupakan masa lalu, tolong jangan membuatku mengingatnya."
"Maafkan aku," ucap Candra membawa Camila masuk dalam dekapannya.
Keduanya sama-sama terdiam, seakan menikmati perjalanan menuju ke rumah, tapi yang terjadi sesungguhnya Camila dan Candra sama-sama larut dalam kejadian lima tahun yang lalu.
'Aku akan coba berjuang untuk mereka, Mas. Zara tidak bersalah,' batinnya.
Camila akui jika dia juga sempat mengatakan meminta Juna melepaskan Zara, tetapi hanya sebatas ancaman agar Juna dapat memilih. Camila tidak akan rela jika Juna menikah dengan wanita ular seperti Laura, untuk itu Camila akan mencari cara untuk mempertahankan pernikahan Juna dan Zara, serta mencari cara untuk membuka mata putranya agar bisa melihat siapa Laura sebenarnya.
__ADS_1