SALAHKAH AKU MENCINTAIMU

SALAHKAH AKU MENCINTAIMU
Bab 44


__ADS_3

Pada dasarnya orang tua adalah sosok yang sangat berperan dalam hidup anak. Mengajarkan banyak hal dan mendidik anak sejak kecil hingga ia dewasa dan menjalani hidup sendiri, sebab sudah kewajiban orangtua untuk menjamin kehidupan anaknya berjalan dengan baik.


Orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, maka dari itulah terkadang orangtua ingin tahu apa-apa saja yang dialami sang anak di luar rumah. Namun jika tidak dibatasi bisa-bisa orangtua malah tidak sadar telah kepo dan selalu ikut campur dengan urusan anak, yang mana hal ini terkadang menjadi tidak baik untuk anak.


Salah satunya dimana anak tidak dapat mengambil keputusan sendiri saat orang tua selalu ikut campur, seperti yang terjadi saat ini di rumah Juna.


Juna pulang ke rumahnya setelah beberapa hari menemani Laura dan juga setelah berhasil membujuk Laura untuk mengerti akan keadaannya.


Satu jam yang lalu sejak Juna baru saja menginjakan kakinya di rumah, semua terasa jelas berbeda. Foto-foto pernikahan yang biasanya terlihat di beberapa bagian dinding rumah, sekarang tak lagi terlihat. Tak hanya itu, kamar Juna pun terlihat berbeda. Tak ada lagi sedikit pun jejak keberadaan Zara di sana, dan itu benar-benar membuat Juna merasa terpuruk, terlebih lagi saat barang-barang Laura yang sebelumnya Juna pikir telah dibakar habis oleh mamanya sekarang justru berada di dalam kamarnya. Semua milik Laura menggantikan semua barang yang biasanya adalah barang-barang Zara.


"Kenapa kalian begitu kejam padaku?" ucap Juna mengusap kasar rambutnya, dengan tubuh yang perlahan merosot duduk di pinggir ranjang.


Perasaan sedih Juna bercampur dengan perasaan risih saat melihat barang-barang Laura berada di dalam kamarnya. Jika hal itu terjadi sebelum Juna mengenal Zara, maka itu bukanlah hal yang tak biasa untuknya, tapi semua itu terjadi setelah Zara hadir dalam hidupnya.


Banyak sekali pertanyaan hadir di kepala Juna. Jika memang dia mencintai Laura lalu kenapa hal sepele seperti itu saja dapat membuat Juna merasa tidak nyaman pada Laura, tapi berbeda dengan Zara. Juna sama sekali tidak merasa keberatan saat barang-barang Zara bahkan Zara ada di kamarnya dan tidur bersamanya.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu, Za. Apa kamu tidak merindukanku?" ucap Juna menahan sesak di dadanya setiap kali rasa rindu itu hadir di hatinya.


Juna yang tidak bisa diam membiarkan itu semua memutuskan untuk datang ke rumah orang tuanya sekali pun ayahnya telah melarangnya untuk datang. Juna ingin semua milik Zara kembali seperti semula, Juna tidak ingin orang tuanya ikut campur dalam rumah tangganya sekali pun Juna bersalah.


***


Di tempat lainnya. Camila yang baru saja mendapatkan telepon dari Ina–pelayan di rumah Juna, yang mengatakan jika Juna terlihat sangat terpuruk melihat semua jejak Zara menghilang, merasa senang saat Camila yakin jika Juna memiliki perasaan pada Zara.


Egois jika Juna menginginkan keduanya, tapi itulah yang pada kenyataannya terlihat. Camila tidak akan membiarkan itu semua terjadi. Juna harus memilih, jika pada akhirnya pilihan Juna tetaplah Laura. Maka Camila dan Candra sendiri yang akan datang meminta maaf serta mengembalikan Zara pada keluarganya sebaik mungkin.


Setengah jam berlalu, apa yang Camila tebak benar terjadi, karena saat ini Juna telah berada di rumahnya.


"Ma!" teriak Juna saat keamanan yang ada di sana menghalanginya untuk masuk.


"Berani sekali kalian menghalangiku, ini rumahku! Menyingkir dariku!" bentak Juna berusaha menerobos masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Maaf, Tuan muda. Nyonya dan tuan besar memberikan perintah untuk melarang anda masuk," ucap salah satu pria yang bertugas sebagai keamanan merasa serba salah.


"Ma!" teriak Juna lagi berharap Camila akan keluar dan mengizinkannya masuk ke dalam rumah.


"Ada apa?" tanya Camila dari arah dalam sembari melangkah menghampirinya.


Beberapa pria yang tadi coba menghalangi Juna segera menyingkir saat melihat isyarat dari Camila.


"Di mana barang-barang Zara? Mama tidak bisa semaunya menyentuh barang-barang istriku. Di mana, Ma?" tanya Juna membuat Camila berusaha keras untuk tidak tersenyum mendengarnya.


"Kenapa kamu bertanya seolah-olah itu semua penting untukmu? Jika menurutmu Zara bagian yang penting dalam hidupmu, maka kamu tidak akan berbuat seperti itu di belakangnya. Jadi, mama pikir Zara bukanlah hal yang penting, untuk itu mama menyingkirkan semua yang tidak penting untukmu," ucap Camila dengan santainya, masih memberikan tatapan marah pada Juna.


"Ma, Zara istriku!" ucap Juna penuh penekanan.


"Kamu mencintainya?" tanya Camila membuat Juna terdiam.

__ADS_1


__ADS_2