
Malam minggu di Bali, Rey menghadiri pernikahan Gio dan Sheryl. Keduanya sama-sama berkuliah ditempat yang sama walau beda angkatan. Resepsi mereka bagaikan reuni, walaupun hanya beberapa orang yang datang. Dari kejauhan Rey sudah menyadari ada sosok wanita yang pernah sangat dekat dengannya ketika di LN.
"Rey, ada Dara." Bisik Mario yang diangguki dingin oleh Rey.
"Hai.. hai.. liat nih siapa yang dateng." Ucap Aletha menggandeng seorang gadis ketika menghampiri Rey, Mario dan Andre yang sedang menikmati munimuannya.
"Hai dara.. long time no see," jawab Mario yang juga disambut oleh Andre juga.
"Kamu ga sapa aku Rey?" tanya Dara.
"Hai." Tangan Rey mengangkat untuk bersalaman.
"Kamu minum apa Rey, orange juice? tumben banget." Tanya Dara.
"Bener ya kata Aletha, kamu banyak berubah." Ucap Dara lagi, dan lagi lagi Rey hanya diam tidak menanggapi.
"Rey lo mau kemana?" Tanya Andre.
"Gue bosen, gue langsung kekamar aja."
"Ya udah ini kuncinya." Rey langsung beranjak pergi.
"Kenapa tuh anak?" Tanya Mario sambil matanya menuju kearah Rey yang sudah lama-lama menghilang.
"Bosen katanya," jawab Andre.
"Tuh anak emang udah bener-bener berubah, gue ga pernah liat dia mabok, apalagi masukin wanita."
"Baguslah, bentar lagi lo yang berubah, akhirnya temen gue semua jadi orang bener hahahahaha.." Celetuk Andre sambil tertawa meledek.
"Seriusan ini karena anaknya om Ferdi?" Tanya Mario bingung atas perubahan besar sahabatnya itu.
"Maybe," jawab Andre mengangkat bahunya.
Di kamar hotel, Rey berdiri dibalkon menatapi ponsel yang penuh dengan foto-foto Cinta. Cinta yang lagi makan, yang lagi bengong fokus ketika meeting, ketika tertawa dan bernyanyi di konser S07 dan ada juga ketika tertidur di mobil Rey. Candid camera itu mampu membuat Rey tersenyum bahagia.
"Lucu, menggemaskan. Hmm...aku rindu kamu." Batin Rey.
Keesokan siangnya, Cinta sudah siap untuk dijemput Alif. Cinta tampak cantik dan elegan dengan balutan hijab modisnya.
__ADS_1
"Cinta, Alif ada dibawah," ucap aunty Ayu menongolkan kepalanya dipintu kamar.
"Itu Cinta," ucap Ferdi.
"Iya om, kalau gitu Alif pamit. InsyaAllah sebelum maghrib udah sampe rumah," jawab Alif.
"Iya." Ferdi menganggukkan kepalanya.
"Daaggh... Ayah, assalamualaikum." Mereka berdua mengucapkan salam setelah mencium punggung tangan Ferdi.
Sesampainya di jakarta convension center, mereka memasuki acara tersebut. Disana terdapat banyak buku-buku islami, pernak-pernik dan aksesoris muslim muslimah. ini kali kedua Cinta ketempat ini dan itupun bersama Alif. Alif sangat menjaga Cinta, tidak sekalipun dia menyentuh untuk sekedar berpegangan tangan. Jika berdesak-desakan, dia akan mengeserkan bahu Cinta untuk jalan didepannya. Sungguh hal itu yang membuat Cinta jatuh hati padanya. Menurut Cinta laki-laki yang menjaga kehormatan perempuan adalah lelaki sejati, very gentle.
Dipanggung acara itu, sedang berlangsung nasyid yang bernama "hijaz" Kali ini nasyid itu akan membawakan lagu "kasih kekasih."
"Cinta kita kedepan panggung yuk!" pinta Alif dan diangguki oleh Cinta. merekapun merapat ke panggung tersebut. "Lagu ini buat kamu," bisik Alif.
Tak perlu aku ragui
Sucinya cinta yang kau beri
Kita saling kasih mengasihi
Ayah ibu merestui
Menyarung cincin di jari
Dengan rahmat dari Ilahi
Cinta kita pun bersemi
Sebelum diijabkabulkan
Syariat tetap membataskan
Pelajari ilmu rumahtangga
Agar kita lebih bersedia
Menuju hari yang bahgia
__ADS_1
Kau tahu ku merinduimu
Ku tahu kau menyintaiku oh kasih
Bersabarlah sayang
Saat indah kan menjelma jua
Kita akan disatukan
Dengan ikatan pernikahan oh kasih
Di sana kita bina
Tugu cinta mahligai bahgia
Semoga cinta kita
Di dalam ridha Ilahi
Berdoalah selalu
Moga jodoh berpanjangan
Sebelum diijabkabulkan
Syariat tetap membataskan
Pelajari ilmu rumahtangga
Agar kita lebih bersedia
Menuju hari yang bahgia
Kau tahu ku merinduimu
Ku tahu kau menyintaiku oh…
Selesai mendengarkan Live music nasyid itu, Cinta tersipu malu, rona merah diwajahnya terlihat jelas. merekapun tersenyum bertatapan menunduk, kemudian bertatapan dan menunduk lagi.
__ADS_1