Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
Ku mau Dia


__ADS_3

Cinta mengendarai mobilnya menuju the harvest menteng karena Ferdi dan Zoya sedang ingin chocolate tiramisu. Sepulang mengikuti test pasca sarjana, Cinta memarkirkan mobilnya tepat di toko kue itu.


Ketika sedang antri di kasir, seorang wanita paruh baya yang masih sangat terlihat cantik sambil membawa nampan yang berisi beberapa kue yang diambilnya itu menyapa.


"Cinta"


"Eh tante, tante vena?" ucap Cinta tersenyum lebar


"Iya, ini tante Vena. Apa kabar? kamu makin cantik Ta."


"Alhamdulillah baik tante." Tangan Cinta diulurkan untuk mencium punggung tangan Vena dan berkata lagi "tante juga apa kabarnya?"


"Sehat juga, alhamdulillah."


"Siapa jeng?" tanya wanita paruh baya yang berdiri persis disebelah Vena "pacarnya Rey?" Katanya lagi.


"Uhuk..uhuk.." Cinta terbatuk mendengarnya.


"Pengennya sih gitu jeng, tapi Cinta nya ga mau sama Rey." Ledek Vena sambil menyenggol siku Cinta


"Waw Rey bisa juga ditolak." Tawa wanita paruh baya itu


"Apa sih tante ga gitu," jawab Cinta mengklarifikasi hubungannya dengan Rey.


"Oh iya by the way, besok malam kamu ikut ya Ta kerumah tante."


"Ada acara tan?" tanya Cinta


"Hanya makan malam biasa saja, Ryan sudah mengundang ayahmu," jawab vena.


"Baik tante, insyaAllah." Senyum Cinta.


Setelah percakapan kecil itu, Vena membayar kue yang diambilnya dan pergi lebih dulu. Ketika Cinta akan membayar kue miliknya, ternyata sang kasir mengatakan sudah dibayarkan Vena.

__ADS_1


****


Malam ini Vena tengah berulangtahun, mansion milik Ryan dikunjungi orang-orang terdekatnya. Alisha datang dari pagi membantu Vena memasak. Alisha lebih dekat dengan Vena karena sewaktu baru lahir, Alisha diurus Vena. Pada saat itu psikologis Shinta terganggu, entah karena baby blues atau akal-akalan Shinta untuk meraih simpati Rudy karena Roy yang masih enggan meninggalkan Diana.


Alisha ditemani Andre, kini Andre dan Rey berbincang ditaman.


"Keliatannya makin lengket aja lo sama Alisha," ucap Rey meledek.


"Yah gitu deh" jawab Andre kemudian berkata lagi "lo sendiri gimana sama Cinta."


Rey menggeleng dan berkata "ga tau Ndre, malah sekarang gw ga pernah komunikasi lagi dengannya."


"Lo nyerah?" tanya Andre dan dijawab "entahlah." Rey mengangkat bahunya dengan helaan nafas panjang.


Selang di obrolan mereka, suara mobil terdengar masuk ke halaman mansion itu. Ternyata wanita yang sedang dibicarakan Rey dan Andre datang bersama sang ayah.


"Assalamualaikum." Salam Cinta dan Ferdi ketika sampai dipintu. Ryan dan Vena langsung menyambutnya di ikuti Alisha.


"Mommy Cinta, mulai sekarang jangan panggil tante." Kata Vena.


"Iya mommy, selamat ulang tahun semoga bahagia dan sehat selalu." Ucap Cinta seraya memelukkan tubuhnya kepada Vena.


"Terima kasih sayang." Jawab Vena dan dilihat oleh semua orang yang hadir, termasuk Rey yang langsung menuju kedalam setelah mendengar suara Cinta.


Cinta dan Alisha terlihat sangat akrab, mereka ngobrol seputar kampus dan dosen-dosennya, mengingat mereka satu almamater dan Cinta adalah seniornya.


Ryan, Ferdi dan Andre masih berbincang seputar bisnis dan sesekali bicara perkembangan kesehatan Roy.


Rey menghampiri Vena yang sedang menyiapkan makanan.


"Hey, ngapain kamu disini? sana ngobrol dengan yang lain," ucap Vena.


"Kangen mommy," lirih manja Rey sambil memeluk Vena dari samping.

__ADS_1


"Hmm.. tumben banget sih," sahut Vena.


"Emang ga boleh mom," tatap sendu Rey.


"mommy tau, kamu kenapa, udah ngomong sama Cinta?" tanya Vena, kemudian Rey menggeleng.


"Hahahahaha" Vena tertawa geli.


"Kok malah ketawa sih mom" kesal Rey dan melepaskan pelukannya.


"Mommy baru liat kamu kaya gini Rey." Tatap mata Vena kini mulai serius ke arah mata Rey.


"Hmm.." jawab Rey lesu.


Vena menghela nafasnya kasar dan berkata


"ternyata kamu benar-benar mencintainya?"


"Sangat mom, tapi sepertinya Rey berbuat hal yang mengecewakannya. kami tidak lagi berkomunikasi sekarang." Rey kembali memeluk Vena dan berkata "Rey mau dia mom, ga mau yang lain."


"Hmm..." tangan Vena mengelus kepala putranya.


"Berdoalah padaNya agar dia dijadikan jodohmu, ketika doamu terkabul maka semesta akan mendukungmu." Saran Vena yang membuat hati putranya tenang.


"Terima kasih mom" pelukan Rey semakin erat pada mommy-nya.


Sebelumnya Rey sudah bertekad akan berubah, dia tidak lagi melampiaskan kekecewaanya pada minuman beralkohol atau lari ke club. Dia merasa jauh tebih tenang ketika sholat dan berdoa. Dan urusan hasratnya, mulai bisa terkendali sejak mengenal Cinta.


"Loh ini kenapa pada disini, tamu sudah menunggu di meja makan, kalian malah berpelukan." Ucap Ryan membuyarkan kehangatan suasana antara ibu dan anak.


Di meja makan Rey hanya bisa menatap Cinta, meluapkan kerinduan dengan hanya melihatnya. Cinta sadar yang sedari tadi diperhatikan Rey, sesekali Cintapun mencuri pandangannya ke arah Rey dan ketika pandangan mereka bertemu, meeeka hanya tersenyum.


Ferdi dan Ryanpun menyadari hal itu, lagi-lagi ini adalah urusan anak muda. Bisa saja Ryan memaksa Ferdi untuk menjodohkan Cinta dengan Rey. Namun enggan diutarakan karena khawatir merusak persahabatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2