Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
kembali


__ADS_3

"Mana kunci mobilmu?" tanya Rey pada Cinta yang masih terlihat gemetar, pasalnya Cinta belum pernah mengalami ini. Apalagi pria tua tadi mengancamnya akan membawanya kekantor polisi, beruntung Tuhan mengirimkan Rey untuk menolongnya.


"Ini.." Cinta menyerahkan kunci mobilnya kepada Rey dengan suara lemah.


"Man, bawa mobil Cinta kerumah om Ferdi, kamu tau kan alamatnya?"


"Iya tuan."


Rey segera membantu Cinta memasuki mobilnya. Setelah mereka duduk dibangku depan, Rey membuka minuman dingin yang tersedia didalam mobilnya seraya berkata "minumlah dulu, tenangkan dirimu."


"Terima kasih kak."


Rey mulai menyalakan mesin mobilnya, didalam perjalanan mereka berdua masih terdiam. Kemudian Rey membuka pembicaraan "kamu mau kemana?"


"Pulang, tapi sebenarnya aku mau ke LIPI, ada tugas kuliah yang belum selesai," jawab Cinta.


"Kamu kuliah lagi?


"Iya aku melanjutkan S2 ku di universitas yang sama sebelumnya."


"Lalu dimana Alif? mengapa dia tidak mengantarmu, suami macam apa dia." Nada Rey terdengar kesal karena Alif menyia-nyiakan wanita yang paling ia cintai.

__ADS_1


"Hmm..." Sebelum Cinta menjawab, dering telepon Rey berbunyi, lalu diangkat "iya iya, gw udah di Jakarta. Ini lagi dijalan." Telepon langsung diputus sepihak oleh Rey.


"So, sekarang aku anter kemana? Rumah atau LIPI?"


"Pulang kerumah aja kak, sepertinya aku memang kurang istirahat jadi kurang konsentrasi tadi bawa mobilnya."


"Oke." Kata Rey sambil memgangguk.


Sambil menunggu perjalanan sampai kerumah, Cinta menyenderkan bahunya pada kursi dan mencoba memejamkan mata. Namun ia kembali teringat sesuatu, lalu bangun dan berkata "terus tadi, utang aku gimana kak?"


Rey spontan menoleh ke arah Cinta karena gerakan Cinta yang tiba-tiba bangun membuatnya kaget. Lalu ia kembali santai dan berkata "mau kamu bagaimana?"


"Nominal tadi besar kak, bagaimana aku mengembalikannya?"


Cinta berfikir keras dan berkata dalam hatinya 'mengapa daritadi dia selalu menyebut nama Alif, apa dia tak tau aku dan Alif, ah sudahlah.'


"Kenapa diam? kamu dan Alif baik-baik saja kan?" tanya Rey lagi yang langsung diangguki Cinta.


Setelah selesai mengantarkan Cinta sampai depan rumahnya, Rey kembali berputar dan melaju kekediaman Ryan.


Sesampainya Rey di mansion Ryan, langsung disambut oleh pelukan sang mommy.

__ADS_1


"Akhirnya anak mommy pulang juga, mommy sangat merindukanmu sayang."


"Sama mom, Rey juga rindu mommy dan papi."


Vena mengambil airminum untuk anaknya dan Rey berjalan menuju taman belakang, ia rindu suasana rumahnya. Ternyata disana terlihat Ryan sedang berbincang dengan Ferdi, lalu Rey menghampiri mereka.


"Hai son, bagaimana kabarmu?" tanya Ryan.


"Baik pi." Jawab Rey sambil mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan sang ayah, lalu bergantian mencium punggung tangan Ferdi "om."


Ferdi menepuk punggung Rey yang tengah membungkuk dan berkata "berarti sudah siap kembali bekerja di pusat ya Rey."


"Iya om, di Singapura juga sudah ada orang yang jujur dan kompeten, jadi bisa diandalkan." Jawab Rey tersenyum. Kemudian Ryan dan Ferdi pun tersenyum sambil saling melirik, Rey yang melihatnya hanya bertanya-tanya dalam hati.


Ryan beranjak dari duduknya, meninggalkan Rey berdua dengan Ferdi ditaman. Ryan memberi kesempatan pada Rey untuk berbincang pada sahabatnya itu. Pasalnya banyak hal yang belum Rey ketahui sekarang.


"Cinta masih tinggal dirumah om Ferdi?" tanya Rey yang membuat Ferdi tersenyum dan menjawab "masih."


"Oh, jadi Cinta masih tetap tinggal bersama om setelah menikah?" tanya Rey.


"Loh memangnya kamu tidak tahu kabar Cinta?" pertanyaan Rey malah dijawab pertanyaan juga oleh Ferdi

__ADS_1


Kemudian Rey hanya bisa menggeleng.


__ADS_2