Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
face to face


__ADS_3

Sebelum maghrib, Cinta dan Alif sampai dirumah Cinta. Alif memarkirkan motornya di garasi rumah Cinta.


"Masuk A!" ajak Cinta.


"Iya." Alif melangkahkan kakinya mengikuti Cinta.


"Assalamualaikum.." Salam Cinta dan Alif ketika sampai dipintu.


"Waalaikumusalam." Kebetulan Ferdi langsung yang membukakan pintu.


"Alif pulangin Cinta sesuai janji yah," ucap Alif kepada Ferdi sambil tersenyum hormat.


"Good," jawab Ferdi.


Ferdi menyuruh Alif untuk duduk dan menyuruh Cinta untuk membuatkan minuman.


"Ciye.. yang lagi kasmaran," canda aunty Ayu menghampiri Cinta yang sedang membuatkan dua cangkir teh manis hangat.


"Apaan sih aunty." Rona merah menghiasi wajah Cinta.


Cinta membawakan minuman keruang tamu.


"Di minum A!" meletakkan gelas ke arah Alif.


"Dan ini buat ayah, gulanya khusus." Cinta meletakkan air buatannya ke meja.


"Sebelumnya Cinta udah tau lif?" tanya Ferdi.


"Belum yah." Alif selalu memanggil ayah pada Ferdi.


"Apaan sih yah?" tanya cinta, disusul aunty Ayu ikut duduk disamping Cinta.


"Ini loh, Alif meminta kamu dari ayah."


"Maksudnya?" Bingung Cinta.

__ADS_1


"Maksudnya itu Alif mau melamar kamu," celetuk aunty Ayu.


"Apa?" terkejut Cinta, dia ga tau harus jawab apa, karena masih terlalu cepat menurutnya.


"Ga harus dijawab sekarang Cinta, yang penting aku udah bilang sama ayah," ucap Alif.


"Jangan tegang Ta." Ledek aunty Ayu tersenyum sambil mengelus punggung Cinta.


Tak terasa waktu berjalan begtu cepat, seperti baru kemarin mengantar jemput Cinta sekolah, namun sekarang sudah ada yang melamarnya.


"Istikharahlah Ta," ucap Ferdi yang diangguki juga oleh Alif.


Lalu dijawab Cinta, "iya, beri Cinta waktu ya A, Cinta istikharah dulu." Sembari menampilkan senyum gugupnya.


Allahu Akbar.. Allahu Akbar... "Wah udah adzan maghrib nih, ayah kemasjid dulu ya," ucap Ferdi berdiri mengambil tongkatnya dan dibantu Alif "ayo yah, Alif bantu sekalian kemasjid bareng." Mereka berdua beranjak meninggalkan Cinta dan aunty Ayu.


"Aunty gimana nih?" Rengek Cinta, setelah melihat ayahnya dan Alif sudah menghilang dari hadapannya.


"Gimana apanya? kamu bingung milih Alif apa Rey?"


"Loh... Plis deh Ta, emang kamu ga ngerasa kalau Rey itu suka sama kamu."


"Masa? ngga ah, dia tuh memperlakukan Cinta udah kaya adik sendiri aunty. Sebagai kakak yang ngejagain adiknya, karena Cinta anak ayah, karena dia menghormati ayah dan ayah juga sahabat papinya."


"Ah masa sih, tapi kalau kata aunty, dia tuh suka sama kamu, keliatan dari matanya kalau dia lagi natap kamu Ta."


"Ishh.. aunty nih ngarang." Cibir Cinta memutus percakapannya dengan aunty Ayu dan berjalan kekamarnya untuk menunaikan sholat maghrib juga.


Dimasjid yang hanya beberapa meter dari rumah Cinta, Ferdi dan Alif selesai melaksanakan sholat. Kemudian mereka hendak keluar, Ferdi melihat sosok yang sangat ia kenal sedang merapihkan sajadahnya. "Rey" menepuk pelan pundak Rey yang sedang setengah merunduk "om Ferdi."


"Ini beneran kamu Rey?" senyum takjub Ferdi, "iya om" jawab Rey dan berkata lagi "tadi Rey mau mampir kerumah om, tapi keburu adzan jadi kesini dulu". Merekapun beriringan keluar meninggalkan masjid.


"Om naik mobil aja supaya ga capek," ucap Rey.


"Ngga apa apa, om sudah sehat koq, paling beberapa minggu lagi sudah bisa gabung kekantor kamu," jawab Ferdi.

__ADS_1


"Ga usah dipaksa kalau belom sehat betul om." Mereka berbincang sambil berjalan kaki. Alif dibelakang mengekori mereka.


"Ini siapa om?" Tanya Rey pasa Ferdi. Langkah Rey terhenti untuk mengimbangi langkah kaki Alif.


"Ooo ini Alif temannya Cinta, tinggalnya di komplek ini juga, cuma beberapa blok dari sini," jawab Ferdi


Kemudian berkata lagi, "Alif kenalkan ini Rey anak sahabat ayah."


"Ayah?" Batin Rey


"Oh iya, saya Alif," menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Rey "saya sudah dengar banyak tentang anda dari Cinta."


"Oh ya?" senyum terpaksa Rey. "Sebegitu dekatnya dia dengan Cintaku." Batin Rey.


Sesampainya dirumah Ferdi. Rey melihat motor terparkir di garasi, motor yang pernah sekali ia lihat saat mengantarkan Cinta ke kantornya.


"Oooo ternyata ini sainganku." Batin Rey


"akhirnya kita ketemu face to face." Seringai licik Rey dalam hati.


"Cinta," panggil Ferdi.


"Iya yah."


"Tolong buatkan minum satu lagi buat Rey," pinta Ferdi.


"Loh ada kak Rey, udah balik dari Bali kak?" tanya Cinta.


"Iya sudah, ini langsung kesini buat kasih oleh oleh," jawab rey yang langsung memberikan paperbag ke Cinta dan Ferdi.


"Ya ampun, repot repot sih kamu Rey," ucap Ferdi.


"Ga apa apa om."


Alif yang melihat perhatian Rey sangat mengerti ada sesuatu dengan Rey, tapi dia belum tau apa Cinta juga merasakan sesuatu itu.

__ADS_1


__ADS_2