Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
pertanggungjawaban 1


__ADS_3

Ceklek.. pintu ruang kerja Rey terbuka, Mario masuk menghampiri meja kerja Rey.


"Ini laporan yang lo minta." Mario memberikan amplop coklat besar kepada Rey.


Ceklek.. pintu ruang kerja Rey terbuka lagi, kali ini Andre yang masuk.


"Hai.. hai.." Sapa Andre pada Mario dan Rey sambil menepukkan telapak tangannya pada keduanya. "Kalau ini laporan gw Rey, sesuai permintaan," ucap Andre seraya memberikan amplop coklat besar kepada Rey.


Rey membuka laporan dari Andre terlebih dahulu, karena Andre ditugaskan untuk mengintai kediaman Roy dan Shinta. Sedangkan Mario ditugaskan mengintai media telekomunikasinya Shinta dan pergerakannya diluar.


"Damn." Kesal Rey melempar foto-foto ditaman rumah Roy yang terdapat bunga lily, juga foto dimana Shinta setiap pagi memetiknya, namun terlihat disudut manapun rumah itu tidak terdapat bunga lily sebagai hiasan.


Juga keanehan Roy yang tiba-tiba terserang ginjal akud yang mengakibatkan kesehatannya semakin menurun dan melemah.


"Yap, ternyata benar apa yang dikatakan Cinta Rey." jawab Andre.


"Lo juga bakal ga nyangka sama laporan gw Rey," ucap Mario. Kemudian Rey membuka amplop yang diberikan Mario.


"Shit.." Ucap Rey, semakin geram. Namun tidak boleh gegabah untuk mengungkapkannya "mereka harus pertanggungjawabkan ini semua," suara dingin Rey sambil meremas berkas yang dipegangnya.


Didalam laporan yang diberikan Mario terlihat panggilan telepon yang hampir tiap hari Shinta hubungi dan setelah Mario telusuri pemilik nomor telepon itu seorang laki-laki yang terdaftar dengan nama Gery Saputra.


Kemudian beberapa kalipun Shinta terlihat janjian disebuah hotel dengan nama pembookingnya sama seperti pemilik telepon itu. Hubungan itu diperkuat dengan adanya pesan whatsapp yang diprint Mario, yang berbunyi


*To Shinta


"Dimana Aletha sekarang? aku kangen ingin bertemu dengannya."

__ADS_1


To Gery


"Dia ada diBali sedang menghadiri pesta pernikahan temannya. Disana juga ada Rey.


sayang, jaga anakmu disana, dia susah sekali diatur*."


Hal ini yang membuat Rey sangat emosi dan geram, ditambah ada cctv jalan yang ternyata memperlihatkan wajah Shinta setelah menemui pembunuh bayaran untuk menembak Ryan yang akhirnya terkena Ferdi. Shinta membuka maskernya sesaat sebelum masuk kedalam mobil dan tersorot cctv jalan walau samar namun terlihat tahi lalat diujung bibir yang hanya dimiliki Shinta bukan Diana yang selama ini diincar keluarga Rey. Ternyata selama ini Roy tertipu, semua keluarga Rey tertipu dengan lemah lembut dan keramahan Shinta.


"Eh tunggu berarti Aletha bukan anak om Roy?" tanya Andre yang diangguki oleh Rey dan Mario. "Ya ampun. Gila!" Andre menepuk jidatnya.


"Pantesan sifat Aletha beda banget sama Alisha" ucap Mario.


"Cinta benar, ternyata orang miskin belum tentu memiliki hati yang miskin. Justru yang terpandang dan kaya mampu melakukan diluar nalar kita Rey. Kita benar-benar salah orang selama ini," ucap Andre.


"Trus, gimana nasib istri siri dan anaknya om Roy sekarang Rey?" tanya Mario.


Sontak membuat kedua sahabatnya itu kaget dan berkata bersamaan. "Apa?"


"Bener-bener gila." ucap Andre.


"Gak mungkin," kata Mario


"tidak ada yang kebetulan, ini memang jalannya Rey. Udah waktunya keluarga lo tau kebenarannya," sahut Andre.


"Thanks guys, lo berdua emang sahabat terbaik gw." Rey memeluk kedua sahabatnya.


"Sama-sama Rey." Mario dan Andre menyahuti.

__ADS_1


"Kuylah.. kita makan siang," ucap Mario menceriakan suasana yang tegang. "Ajak Cinta, gw udah lama ga ngobrol sama dia" sahutnya lagi.


"Dia punya gw," suara dingin Rey.


"Iya gw tau, posesive banget sih lo, sama gw aja cemburu," kesal Mario.


"Yaudah gw keruangan Cinta duluan." Protes Andre yang meilhat kedua sahabatnya berargumen.


Kemudian Rey dan Mario mwngikuti langkah Andre. Jari telunjuk Andre berada di bibirnya dan berkata, "Ssstttt, cewe lo ketiduran tuh."


"Kayanya dia kecapean abis gw ajak jalan semalem," ucap Rey sambil mengelus pipi Cinta.


"Wah lo apain anak orang semalem," tawa Mario.


"sssstttt berisik lo yo," celetuk Andre.


"Ya ga apa-apa sekalian dibangunin, ini kita mau makan siang," sahut Mario.


"Lo ga liat si Rey lagi ngapain? kita kasih waktu beberapa menit buat Rey ngelus pipinya Cinta, soalnya ga bakalan dia bisa nyentuh tuh anak kalau lagi melek," ucap Andre.


"Lo emang paling pengertian bro," senyum Rey.


Tiba-tiba si punya pipi bergerak dan berkata "hah, ada apa nih?" Kata Cinta sambil mengucek-ngucek matanya yang setengah sadar melihat keberadaan ketiga laki-laki dihadapannya.


"Eh kak, maaf aku ketiduran."


"Ya udah ga apa-apa," jawab Rey

__ADS_1


"Kita makan siang Ta," ajak Mario. Lalu mereka pergi bersama.


__ADS_2