Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
~Bonus Chapter 4~


__ADS_3

Cinta terbangun mendengar suara adzan subuh dari ponselnya. Ia bergegas ke kamar mandi dan mengambil alat tes kehamilan.


Rey tersadar, disebelahnya kosong. Biasa yang ia peluk sudah tidak berada ditempatnya. Rey ikut terbangun dan menyusul Cinta ke kamar mandi.


Cinta menunggu hasil alat tes kehamilan yang sudah ia celupkan pada urinnya. Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang dan mengeluarkan suaranya persis di telinga Cinta "positif?"


"Hmm.. kok kamu ikutan bangun, aku kan mau kasih surprise." Jawab Cinta sambil sebelah tangannya mengusap wajah Rey yang tengah menempel pada bahunya.


Rey membalikkan tubuh Cinta, agar saling berhadapan. "Satu-satunya surprise terbesar dalam hidupku adalah ketika ayah bercerita bahwa kamu gagal menikah." Cinta tersanjung.


"Hmm.." Kemudian memeluknya, "sebesar itukah cintamu padaku, by?"


Rey mengangguk, "hmm.. pastinya lebih besar dari cintamu padaku."


"Me too, love you more." Cinta mencium singkat bibir suaminya dan membalikkan tubuhnya lagi ke cermin, melihat hasil tes tadi yang tergeletak di wastafel marmer panjang berwarna putih.


Rey mencium bahu Cinta dan mengeratkan pelukannya dari belakang. Kemudian meraih alat tes yang ada dihadapan Cinta. Terlihat dua garis merah pada alat tes itu. "Alhamdulillah." Ucap Rey yang kemudian diucapkan oleh Cinta dengan kata-kata yang sama.


Lalu Rey dan Cinta mandi bersama, hanya mandi bersama dan sholat subuh berjamaah.


Cinta beralih ke kamar Rayyan, membangunkan Rayyan tidak sesulit membangunkan Rey. Bersyukur di usia Rayyan yang baru genap 5 tahun, sudah mau mengerjakan sholat tanpa disuruh. Semoga Ray mampu mempertahankannya hingga dewasa, karena biasanya mempertahankan itu jauh lebih sulit.


****


Rey dan Cinta duduk diantara para orangtua yang lain, yang ingin menyaksikan anaknya mengikuti perlombaan.

__ADS_1


Sebelum Cinta melepaskan Ray bertanding, Cinta memberikan wejangan pada sang putra "buat mama dan papa, menang atau kalah tidak masalah, yang penting Ray sudah berusaha. Okey." Cinta melingkarkan ibu jari dan telunjuknya menjadi huruf 'O'.


"Oke mama," ucap Ray semangat.


Rey menggenggam tangan Cinta. "Tanganmu dingin sekali." Cinta menempelkan tangannya diatas tangan Rey.


"Ga tau kenapa ya? Anak yang lomba malah ibunya yang tegang."


Rey tersenyum melihat ekspresi Cinta, "sepertinya semua ibu seperti itu."


Rayyan mengikuti lomba adzan dan cerdas cermat yang sebelumnya sudah ia menangkan pada perlombaan disekolahnya. Namun kali ini di adu lagi untuk tingkat Taman Kanak-kanak Islam terpadu se kota madya.


Rayyan menyelesaikan lomba adzannya dengan sangat baik. Alunan suaranya begitu merdu dan indah. Rey dibuat terpana melihat keahlian sang putra, pasalnya sang ayah tak pernah sekalipun melihat ini dirumahnya.


Cinta terengah-engah berjalan cepat menuju kursi penonton untuk duduk kembali disamping Rey. "Minum dulu sayang?" Rey menyodorkan air mineral pada Cinta dan langsung diterimanya.


"Terima kasih," Cinta tersenyum.


"Aku yang terima kasih." Senyum Rey yang penuh dengan syarat dan makna.


"Berapa rakaat dalam sholat dhuha?" pertanyaan pertama panitia pada lomba cerdas cermat yang tengah dimulai.


Tim Rayyan telat menekan bel, akhirnya dijawab oleh Tim sekolah TK IT Al Hikmah yang memang kejuaraannya belum ada yang menggeser sejak tiga tahun terakhir pada lomba kategori ini.


Satu, dua , tiga pertanyaan namun tim Rayyan belum juga mendapatkan nilai.

__ADS_1


"Siapa nama kakek Rosululloh?" Rayyan menekan bel dengan cepat, "Abdul Muthollib." Sorak penonton terutama Cinta dan Rey.


"Kapan Rosulullah lahir?" Rayyan menekan bel lagi, "12 Rabiul awal tahun gajah."


"Peristiwa besar apa yang terjadi pada kisah Nabi Nuh?" Rayyan menjawab lagi, "banjir besar."


"Siapa nama anak Nabi Nuh yang ingkar dan ikut tenggelam?" Lagi-lagi Rayyan yang menjawab, "Kan'an."


Semua pertanyaan yang berhubungan dengan sejarah Islam, dibabat habis oleh Rayyan. Tidak sia-sia Cinta mendongengkan kisah-kisah 25 nabi setiap sebelum tidur, sejak Rayyan berusia 1 tahun.


Teman disebelah Rayyan mahir dalam menjawab pertanyaan seputar hafalan surat dan tata cara sholat sunnah, membuat tim Rayyan unggul telak. Dari 40 pertanyaan dengan dua sesi itu, tim Rayyan mendapat nilai 18, tim TK IT Al Hikmah mendapat nilai 12 dan tim TK IT Al Izhar mendapat nilai 10.


Rey dan Cinta menyambut putranya yang tengah berlari riang ke arahnya. Rey langsung melebarkan kedua tangannya untuk memeluk dan menggendongnya.


"Anak papa hebat."


Cinta masih berbincang dengan orangtua dari rekan Rayyan tadi, ketika lomba cerdas cermat.


"Rayyan keren." Ibu dari teman Rayyan berkata.


"Rama juga hebat bun," senyum Cinta kepada temannya Rayyan dan ibunya.


"Ternyata kesuksesan kita adalah mereka." Kata ayah Rama kepada Rey sambil matanya mengarah pada anak-anak.


"Betul sekali." Rey mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2