Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
wedding day


__ADS_3

"Wah ganteng banget bro." Ucap Andre melihat Mario yang tengah berdiri di cermin ruang makeup pengantin pria sebuah hotel.


Ceklek..


"Hai... wah mas bro duluan nih yang nikah," ucap Rey setelah membuka pintu ruangan itu.


Andre dan Rey memberi ucapan pada Mario.


"Iya gue juga ga nyangka di antara kita bertiga, malah gue yang duluan married" ucap Mario.


"Apalagi gue, kaget banget pas dikasih tau Cinta kalo lo mau nikah sama Inka," celetuk Rey.


"Lo utang cerita pokoknya sama kita Yo." Kata Andre.


"Gue juga ga tau bro, semua ngalir gitu aja." Jawab Mario.


Lalu berkata lagi "lo juga minggu depan nyusul gw, akhirnya lo dapetin Cinta."


Andre pun menepuk pundak Rey, "cie.. cie.. seneng ya Rey."


"Banget Ndre, ga pernah ngebayangin gue dan Cinta bisa di titik ini, ngayalnya aja gue ga berani, sumpah tadinya gue udah ikhlasin dia." Jawab Rey.


Kemudian di teruskan kalimat marahnya pada kedua sahabatnya itu, "Oh ya, lo berdua pasti tau kan Cinta ga jadi nikah, kenapa pada ga kasih tau gw? Dasar."


"Supaya jadian lo natural Rey," ucap Mario.


"Dan lo ada perjuangannya." Kata Andre.


Mereka bertiga tak henti-hentinya bercanda dan tertawa.

__ADS_1


"Okeh ready bro, udah dipanggil panitia tuh, kita keluar," ucap Andre.


"Sumpah gw gugup banget." Kaki Mario gemetar ketika bangkit dari duduknya dan hendak berjalan.


Sementara di ruang makeup pengantin wanita juga berkumpul empat orang sahabat.


"Hai udah pada kumpul ya, sorry gue telat." Ucap Jessy menghampiri ketiga sahabatnya.


"Sumpah lo cantik banget In." Kata Mely yang diacungi jempol oleh Cinta "banget."


"Yuk kita keluar, kayanya pengantin pria udah nunggu diluar deh." Ucap Cinta memunculkan kepalanya diluar pintu.


Mario sudah duduk di tengah-tengah antara ayahnya dan Rey sebagai saksi, dihadapan Mario sudah ada ayahnya Inka, pak penghulu dan satu saksi dari keluarga Inka.


Sah.. Sah.. Sah.. Alhamdulillah, barokallahulakuma wabaroka 'alaikuma wajam'a bainakuma fii khoir.


Kemudian Inka keluar, Cinta menggandeng tangan Inka untuk menemaninya menemui lelaki yang sudah menjadi suaminya sekarang.


Alisha sedang berbincang dengan Mely dan Rasya sambil menikmati es kopyor. Andre muncul membawakan kambing guling kesukaan sang kekasih.


"Rey mana?" tanya Rasya.


"Tuh, nempel mulu sama Cinta." Tunjuk Mely melihat Cinta dan Rey sedang mengantri di zuppa sup.


"Bucin dia sekarang." Kata Alisha


"Hahahahaha padahal dia anti ngantri-ngantrian kaya gitu." Tawa Andre di ikuti tawa yang lainnya


Rey berbisik ditelinga Cinta, "mereka pasti lagi ngomongin kita."

__ADS_1


Arah mata Rey menuju ke arah teman-teman yang sedang membicarakannya. Cinta menoleh ke arah yang ditunjuk Rey sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ketika yang diseberang sana melihat ke arahnya.


****


Satu minggu kemudian, di sebuah hotel bintang lima dengan dekorasi mewah bernuansa putih silver menjadi saksi kebahagiaan Rey dan Cinta.


Rey sangat tampan dibalut tuxedo hitam, sedangkan Cinta begitu cantik dan anggun dengan balutan gaun pengantin berwarna abu-abu di padu jilbab dan riasan yang mengeluarkan aura kecantikan yang mampu membuat setiap orang terpana.


"Saya terima nikah dan kawinnya ananda Cinta Destiana Putri binti Muhammad Ferdi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan 200 gram emas dibayar tunai." Dengan sekali tarikan nafas, Rey mengucapkan kalimat itu lantang tanpa terbata-bata.


Sah.. Sah.. Sah.. Alhamdulillah, barokallahulaka wabaroka bainakuma fii khoir.


Rey mengusapkan kedua tangannya pada wajahnya sambil meneteskan airmata, entah mengapa tiba-tiba air itu tidak bisa dibendung lagi, airmata bahagia. Ryan tau putranya sangat bahagia dan langsung memeluknya dari samping.


Cinta keluar ditemani Mely menuju lelaki yang sudah menjadi suaminya sekarang. Rey melihat Cinta tak berkedip, sungguh wanita pujaannya itu sangatlah cantik.


Pernikahan Rey dan Cinta adalah pernikahan termegah tahun ini. Ribuan undangan tertampung ditempat ini, dari mulai kolega bisnis, teman kuliah sampai petinggi pemerintahan juga ikut mengucapkan selamat kepada mempelai dan keluarganya.


Rey tidak pernah melepaskan genggaman tangan Cinta sedetikpun.


"Capek sayang?" tanya Rey ketika melihat Cinta menggerakkan kakinya


"Hmm.. iya sedikit," jawab Cinta sambil tersenyum.


"Kalau begitu dilepas saja high heelsnya." Saran Rey, lalu Cinta langsung menggeleng "nanti aku terlihat makin pendek." Tawanya mendongakkan kepala kearah Rey.


Rey tersenyum dan berkata "yang penting aku tetap cinta." Jari telunjuk dan jempol Rey disatukan membentuk love membuat Cinta tertawa.


Momen itu tidak disia-siakan sang fotografer di depannya.

__ADS_1


"Terima kasih karena kamu bersedia menjadi teman hidupku, berada disisiku dan mengisi kekosongan hatiku." Ucap Rey ketika hendak melaksanakan sholat ashar bersama, setelah selesai dengan resepsinya.


Cinta yang mendengarnya begitu terharu dan tak henti mengulas senyum.


__ADS_2