
"Sayang di mana?" Rey sedang melakukan video call dengan sang istrinya.
"Tunggu di situ kak, aku kesana." Jawab Cinta yang masih di dalam perpustakaan UI.
Cinta menghampiri mobil suaminya yang terparkir tepat di depan gedung perpus UI. "Assalamualaikum hubby," senyum Cinta sambil mencium punnggung tangan suaminya.
"Waalaikumusalam my love," jawab Rey yang tak kalah sumringahnya.
Cinta hanya kekampus dalam tiga kali seminggu, jika libur kuliah ia akan menyempatkan datang kerumah Ferdi walau tidak menginap dan Rey selalu menjemput kemanapun istrinya pergi.
Rey sekarang lebih banyak bicara, ia selalu ingin tahu kegiatan istrinya. Begitupun sebaliknya, sehingga terciptalah komunikasi yang baik diantara keduanya.
"Kak, sabtu besok kita di undang ke grand opening butiknya Inka."
"Iya, Mario juga sudah telepon."
"Alhamdulillah, impian Inka akhirnya terwujud, seneng banget deh aku dengernya kak."
"Ya, semoga mereka selalu bahagia."
"Aamiin."
****
Prok.. prok.. prok.. Semua orang bertepuk tangan sorak riang setelah Inka menggunting pita tanda butiknya resmi dibuka.
Mario menghampiri istrinya dan mengecup keningnya seraya memberikan ucapan selamat. Tak lama keluarga, sahabat dan tamu undangan ikut mengucapkan selamat kepada Inka dan Mario.
Tak lama kemudian, Andre dan Rey menghampiri Mario.
"Wes.. Kayanya sobat kita satu ini, udah banyak berubah, Rey?" Ledek Andre, menepuk bahu Mario yang sedang berdiri menikmati minumnya.
"Baguslah, gue seneng liatnya," ujar Rey dengan senyum meledek.
Mario pun membalas kedua sahabatnya itu dengan senyum dan meletakkan gelas yang telah habis di minumnya.
"Emang ya, lelaki itu bakalan berubah kalau sudah berkeluarga." Kata Zion yang juga ikut berkumpul bersama Rasya dan ketiga bersahabat itu.
"Ya bener, gue juga rasain banget itu." jawab Mario.
"Sejak menikah, Hidup gue jadi lebih teratur, pulang ke rumah juga udah ga males-malesan. Gue nyesel kenapa ga nikah dari dulu." Kata Mario ĺagi.
__ADS_1
"Karena dulu, lo belum ketemu Inka." Kata Rey.
"Ya.. ya.. Bisa jadi." Senyum Mario, sambil pikirannya menerawang mengingat pertemuan pertamanya pada Inka yang langsung membuatnya penasaran.
"Terus kapan lo nyusul." Zion menyenggol Rasya.
"By the way yang selanjutnya nikah Rasya dulu apa lo dulu, Ndre?" Tanya Mario.
"Rasya dulu lah, dia kan kakaknya Alisha. Walaupun umur gue jauh di atas Rasya, tapi sepertinya gue harus manggil dia kakak." Ledek Andre.
Sontak mengundang gelak tawa kelima pria itu.
"Syukurin lo Ndre, lagian sapa suruh ngegebet anak kecil, lama kan lo nikahnya." Ledek Mario.
Rasya yang kategori lelaki pendiam, hanya mendengarkan candaan garing ketiga sahabat itu. Berbeda dengan Zion yang langsung bisa berbaur dengan kegilaan mereka.
Rasya hanya mengangguk dan tersenyum.
Sementara disebarang sana ada lima wanita yang sedang berbincang dengan antusias. Mereka adalah four angels plus Alisha.
"Eh para suami pada akrab banget ya?" ucap Cinta.
"Emang gitu?" tanya Alisha.
"Iya gitu, Al. Haduh, lo jangan terlalu polos Al, nanti di tindas." Kata Jessy.
"Wajar Jes, masih bocah soalnya." Ledek Mely.
"Eh bocah begini juga bentar lagi mau nikah loh," ucap Cinta.
"Kapan Al?" tanya Inka.
"Belum kak, paling nanti duluan kak Rasya sama kak Mely," jawab Alisha malu-malu.
"Oh kalo itu mah udah pasti, ga boleh ngelangkahin kamu Al" kata Mely tertawa.
"Iya nanti kena kutukan loh, hahahaha." Canda Cinta mengundang tawa yang lainnya.
"Ta, kayanya Keyra seneng banget di pangkuan lo" ucap Inka.
Keyra adalah anak Jessy dan Zion yang berusia 14bulan.
__ADS_1
"Iya nih udah cocok lo Ta buat jadi ibu, udah ada tanda-tanda belum?" tanya Jessy.
"Belum Jes, lagian gue juga baru sebulan nikah, masih menikmati masa pacaran setelah nikah," jawab Cinta tersenyum.
"Iya juga sih, bener. Soalnya nanti kalau udah ada buntut, udah ga bisa lagi dah tuh pacaran jalan berduaan." Kata Jessy.
"Klo kak Inka gimana udah ada tanda-tanda belum?" tanya Alisha sontak melihat kegugupan diwajah Inka.
"Koq lo diem In, lo sama kak Mario baik-baik aja kan?" tanya Mely.
"Baik Mel, cuma gue masih ngejar mimpi, jadi sepertinya gue nunda momongan. Alhamdulillah Mario ngerti," jawab Inka.
"Sama donk In, kak Rey juga pengertian banget, dia nyuruh gue nyelesaiin tesis dulu supaya gw ga kerepotan," ucap Cinta.
"Ih enak banget sih kalian, semoga kak andre juga gitu." Kata alisha.
"Udah kali Al." Sontak Cinta, Inka dan Mely berkata seperti itu, pasalnya Andre kurang menunggu apa untuk mendapatkan Alisha.
Tak berapa lama, para suami menghampiri para istri mereka.
"Ayo sayang kita pulang!" Ajak Rey pada Cinta.
"Iya tapi keyra ga mau lepas nih." Kata Cinta yang mencoba menyerahkan Keyra yang sedari tadi tertidur dipangkuan Cinta pada ibunya, namun menangis setiap kali Cinta ingin melepas gendongannya.
"Wah lo pake jampe-jampe apa Ta, anak gue sampe nempel sama lo gini" tawa Zion. Cinta pun tersenyum.
Akhirnya Keyra harus terlepas dari pelukan Cinta dan menangis. "Maaf ya sayang." Kata Cinta sambil mengelus dan mengecup pipi Keyra.
Keyra akhirnya di tenangkan oleh sang ayah.
"Next kita kumpul lagi ya, daagghh semuanya, sekali lagi selamat ya In." Ucap Cinta sebelum meninggalkan acara itu. Kemudian yang lain pun ikut berpamitan.
"Setelah ini kita nginep di rumah ayah ya kak, besok nginep dirumah mommy." Pinta Cinta pada suaminya ketika sudah berada didalam mobil. Rey mengangguki dan langsung tancap gas.
Rey dan Cinta
ini foto couple Rey & Cinta, Andre & Alisha
__ADS_1