
Sebelum tidur, Cinta bervideocall ria dengan para sahabatnya. Diponsel Cinta terlihat Inka yang sedang memakai masker putih telur diwajahnya , Mely yang memakai piyama doraemon, Jessy yang menggelungkan rambutnya hingga ke atas, sementaa Cinta yang hanya memakai tanktop hitam dengan rambut diurai.
"Hai.. hai.. apa kabar?" sapa riang Inka.
"Hai.. long time no see," suara Melly.
"Cinta..Mila..Inka..." teriak Jessy riang sambil melambaikan tangannya.
"Hai... hai... miss you all mmuacchh," riang Cinta juga.
"Guys.. datang ya lusa di acara lamaran gw," ucap Jessy.
"Alhamdulillah," suara Cinta.
"Akhirnya, selamat ya Jes." Kata Mely.
"Gue seneng dengernya Jes" suara Inka.
"Iya ini semua berkat doa kalian, trimakasih Cinta karena lo udah buat Zion sadar, trimakasih Mely Inka yang selalu nguatin gw. Gue beruntung punya kalian." Ucap Jessy sambil terisak.
"Hmmm.. Bighug," ucap Inka.
"Hmm.. berpelukan." Kata Cinta.
"We are the one," suara Mely.
"Ada satu kabar lagi?" ucap Cinta.
"Apa?" tanya Inka.
"Lo jadian sama kak Rey? Ta," ucap Mely.
"Ciye..." Suara Jessy dan Inka bersamaan.
"Isshhh.. apaan sih Mel," jawab Cinta.
__ADS_1
"Besok sore, ka Alif mau ngelamar gw," ucap riang Cinta sengaja ditekan.
"What?"
"Apa?"
"Serius Lo?" Semua pertanyaan itu terlontar dari Inka, Mely dan Jessy bersamaan.
"Ta, lo hutang cerita sama kita," ucap Mely.
"Jahat lo," kata Inka.
"Kok dadakan Ta?" tanya Jessy. penasaran mereka hanya dilabas dengan senyuman dari Cinta.
"Ya udah kalau gitu, besok kita kerumah Cinta?" ucap Inka.
"Setuju, trus kita nginep dirumah Cinta, langsung paginya cuss kerumah Jessy" Mely meneruskan.
"Okay." kata Jessy.
"Siip." Kata Cinta dengan menunjukkan jempolnya
Sebenarnya Mely mengetahui perasaan Rey kepada Cinta. Setelah mengetahui bahwa Rasya adalah pacar Mely, Rey sering berkomunikasi dengan Mely. Komunikasi mereka sebatas informasi tentang Rasya dan Diana, namun tidak jarang Rey juga menanyakan tentang Cinta. Pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya pribadi kadang juga ditanyakan Rey demi mengetahui lebih dalam tentang Cinta dan itu membuat Mely berkesimpulan bahwa Rey memang mencintai Cinta.
****
Rey tengah merapihkan dirinya untuk pergi kerumah Cinta, terlalu lama jika mengandalkan Andre. Sore itu Rey mengendarai mobilnya dengan pakaian casual, atasan kaos lengan panjang polos hitam dipadu celana cargo panjang berwarna abu-abu. Rey terlihat sangat tampan dan bertubuh atletis.
Sesampainya didepan gerbang rumah Cinta, sudah terlihat ramai. Beberapa mobil terparkir didepan rumah Cinta. Sebelum masuk Rey bertanya pada satpam komplek, kebetulan rumah Cinta dekat dengan pos satpam komplek disetiap blok.
"Ini ada apa ya pak?" Tanya Rey.
"Eh pak Rey" sapa si satpam yang memang sudah mengenal Rey karena Rey sering berkunjung kerumah Ferdi.
"Pasti mau hadir juga ya pak?" Satpam itu malah balik bertanya.
__ADS_1
"Hadir?" tanya bingung Rey.
"Iya, mbak Cinta hari ini lamaran," jawab si satpam.
"Lamaran?" terkejut Rey dan diangguki si satpam, namun antara percaya dan tidak dengan jawaban satpam itu. Rey bergegas masuk kerumah Cinta yang disambut dengan Ferdi
"Rey, kamu juga datang padahal om belum mengabarkan hal ini pada papimu."
"Jadi benar hari ini Cinta di lamar?" tanya Rey dengan wajah sedih.
"Iya benar, maaf dadakan sampai om tidak memberi kabar keluargamu."
"Oh, dengan siapa om?"
"Alif, pria yang pernah om kenalkan padamu sepulang dari masjid beberapa waktu lalu."
"Oh" hanya kata itu yang bisa Rey ucapkan.
"Om, maaf boleh Rey permisi ke kamar kecil?"
"Silahkan Rey," jawab Ferdi.
Rey melangkahkan kakinya ke toilet belakang rumah Cinta. Dia ingin menenangkan hatinya yang kacau disana, mengusap wajahnya dengan guyuran air, berharap bahwa semua ini adalah mimpi. Namun ketika dia membuka mata setelah mengusap air yang ia guyur kewajahnya tadi, ternyata ini memang nyata.
Ceklek.. Rey membuka pintu kamar mandi untuk keluar menemui kenyataan. Setelah menutup pintu kamar mandi, Rey melihat Cinta yang tengah berada di dapur. Rey langsung menyeret Cinta dan membawanya ke gudang belakang
"Lepas, apa apaan sih kak?" teriak Cinta sambil melotot
"Kamu yang apa-apaan, apa ini?" tanya Rey bingung dan sedih
"Apa?" jawab Cinta
"Kamu tau aku sangat mencintaimu, aku memang salah kemarin. Aku berusaha untuk menemui dan meminta maaf tapi kamu menghindar dan sekarang.." sambil memejamkan matanya dan menggeleng, entah Rey harus melanjutkan perkataannya dengan kata-kata apa, ingin marah namun ia tidak ingin terlihat buruk dimata Cinta.
"Maaf kak, ga ada yang pernah terjadi di antara kita. aku memaafkan apa yang kakak lakukan kemarin, karena itu juga kesalahanku. aku yang tidak bisa menjaga diriku hingga kakak bisa melakukan itu padaku."
__ADS_1
"Cinta, sungguh aku mencintaimu," ungkap Rey dengan wajah sedih dan penuh harap.
Cinta menatap matanya, mereka saling berpandangan. Terlihat tidak ada kebohongan di mata Rey, dan terlihat betapa tulusnya Rey ketika mengungkapkan perasaannya.