Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
hukuman untuk Shinta


__ADS_3

Rey dan Ryan mengumpulkan bukti-bukti percobaan pembunuhan yang dilakukan Shinta terhadap keluarganya. Walau orang lain yang terluka, namun kelakuan Shinta sudah tidak dapat ditolerir lagi.


"Ini dan ini, semua lengkap disini pi," ucap Rey menyerahkan semua berkas yang ia punya pada Ryan.


"Cukup son, ini sangat cukup untuk menjebloskan Shinta kepenjara."


"Segera lakukan pi, Rey sudah muak dengan tingkahnya." Kemudian diangguki Ryan dan langsung meraih ponselnya untuk memerintahkan penangkapan terhadap Shinta.


Dua orang polisi bergegas kekediaman Roy, namun disana tidak didapati satu orangpun. Selidik punya selidik, Shinta akan pergi ke Amerika hari ini dengan penerbangan pukul 11.15 dan saat ini tepat pukul 11.05. Dengan sigap tim kepolisian berhubungan dengan bandara dan mengamankan Shinta agar tidak bisa melakukan perjalanan kemanapun.


Shinta langsung dibekukan dan dibawa ke kantor polisi. Kabar tentang Shinta juga langsung didapati Ryan dan Rey. Aletha yang tengah minta cuti dan berada di Bali pun menerima kabar tersebut "aaahh...sial.." Teriak Aletha melempar ponselnya. Kini dia merasa sendirian karena ayah dan ibunya berada dijeruji besi dengan kasus berbeda.


"Akhirnya" ucap Andre, ketika mereka berada di ruangan Rey.


"Masih ada Aletha Ndre, gue ga tau dia terlibat apa ngga." Jawab Rey yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


"Oh iya tuh anak kemana ya? kata orang HRD dia cuti 5hari."


"Dari awal dia gabung disini memang dia ga pernah kerja, kelakuan mantan lo," ledek Rey.


"Lah gue sebatas suka doank belom jadian, itu juga dulu hahahaha.." Sahut Andre.


"Iya enakan sekarang dapet daun muda ya, dasar lo." Senyum meledek Rey yang ditanggapi sama oleh lawan bicaranya.


"By the way, Mario apa kabarnya ya? udah lama gw ga ketemu," tanya Rey.


"Sama gue juga udah lama ga ketemu, katanya dia lagi di jepang."


"Wah makin hebat tuh anak, melebarkan sayap."

__ADS_1


"Sekalian Rey, cewe nya sekarang orang jepang."


"Hmm.. pantes hahahaha.." Tawa mereka berdua menghilangkan sejenak ketegangan hari ini.


Sebelum Andre keluar dari ruangan Rey, ia berkata "Oh iya nanti malam ada acara ga bro?"


"Ngga, kenapa?"


"Gw mau makan malam sama Alisha..." Tubuh Andre menghadap Rey kembali.


"terus apa hubungannya sama gw?" Suara dingin Rey.


"Lo ya, gue belum selesai ngomong udah dipotong aja. Alisha pinjem bukunya Cinta buat tugas kuliahnya dan mereka janjian juga nanti malam. mau ikut ga?"


wajah dingin Rey langsung berubah menjadi senyum dan berkata "oke, ketemu di cafe biasa ya."


Andre pun ikut tersenyum. "Beuh.. denger nama Cinta aja lo langsung senyum" dan berlalu dari hadapan Rey.


"Hai Alisha," sapa Rey mencium pipi kanan dan kiri Alisha, kemudian "bro" sapanya pada Andre


"Makin keren aja sih kak," senyum Alisha.


"Iya donk" jawab cuek Rey.


"Dipuji ekspresinya gitu banget, nyebelin." Alisha memonyongkan bibirnya.


"Ya kan yang ngangenin ada disini." Celetuk Andre menunjuk dirinya sendiri dan langsung diberi juluran lidah oleh Alisha.


"Udah deh jangan sok mesra, ada gw," ucap Rey

__ADS_1


"Oh iya ada yang jomblo, hehehehehe.." Ledek Alisha yang membuat mereka semua tersenyum.


Tak lama kemudian terlihat dari kejauhan sosok wanita cantik berhijab modis dengan jaket berwarna abu-abu dan jilbab hitam mendekati tempat duduk mereka.


Rey tak berkedip menatap wanita yang senang tersenyum menampilkan gigi rapihnya itu.


"Assalamualaikum," sapa Cinta pada Andre, Rey dan Alisha.


"Waalaikumusalam," jawab mereka bertiga dan Alisha berdiri memeluk Cinta.


Mereka memesan makanan ketika pelayan menghampiri.


"Ta, lo pesan apa?" tanya Andre


"Sama deh seperti pesanannya kak Rey," jawab Cinta.


"Ciye.. pesen makanan sama, baju juga sama, couple nih ye.." Ledek Alisha spontan membuat Cinta dan Rey melirik satu sama lain sambil melihat yg pakaian yang mereka kenakan.


"Oh iya, bagaimana persiapan pernikahannya kak?" tanya Alisha kepada Cinta.


Deg.. membuat jantung Rey seakan berhenti sebentar tersadar bahwa Cinta akan segera menikah. Siku Andre menyenggol lengan Alisha untuk mengkode agar tidak membicarakan hal ini.


"Alhamdulillah sudah 70%lah," senyum Cinta.


"Kalau masih ada yang belum selesai, aku bisa bantu," ucap Rey dingin. Cinta menolehkan wajahnya kesamping dimana ada wajah Rey yang sedang menatapnya dari tadi.


"terima kasih kak." Senyum Cinta dan berkata lagi "semuanya udah selesai kok, tinggal yang kecil-kecilnya aja dan itu juga udah dibantu teman-temanku."


Pertemuan dadakan dengan Cinta malam ini, sedikit meluapkan kerinduan Rey. Dan lebih sedikit membuat Rey melepaskan banyak senyuman.

__ADS_1


Sebelum pulang kerumah masing-masing, Alisha meminta untuk selfie di depan cafe dan Alisha juga sengaja meminta Cinta dan Rey berfoto berdua.


__ADS_2