Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
kue pie apple


__ADS_3

Keesokan harinya, Vena kedatangan tamu tak diundang. Shinta dan Aletha sudah berada diruang tamu membawakan kue kesukaan Vena.


"Hai Vena, selamat ulang tahun" Shinta bangkit dari sofa dan menghampiri Vena yang tengah berjalan menghampirinya, kemudian Shinta memeluk Vena.


"Terima kasih," senyum Vena.


"Selamat ya tante, semoga bahagia dan panjang umur." Sahut Aletha yang berada disebelah Shinta.


Kemudian Vena memeluk Aletha, "terima kasih Aletha."


Vena tau ibu dan anak itu datang hanya ingjn berbasa-basi, karena memang seperti ini setiap tahunnya. Namun ada yang lain tahun ini, tumben sekali Shinta membawakan kue pie apple, biasanya dia selalu membawakan kue tart ulang tahun biasa dan tidak pernah tau makanan kesukaan ibunda Rey.


"Mari duduk," ucap Vena dan menyuruh pelayan untuk membawakan kue yang diberikan Shinta ke dapur.


"Apakah ada perayaan semalam tante?" tanya Aletha keypo.


"Oh tidak, hanya makan malam bersama saja, sudah lama Rey tidak menginap disini," jelas Vena.


"Alisha pasti kesini kan semalam?" tanya Shinta.


"Iya, Alisha memang selalu kesini jika aku ulang tahun. Dimanapun berada dia akan selalu menyempatkan datang menemuiku dan langsung memberiku ucapan. Sweet sekali anak itu." Senyum lebar Vena menjelaskan putri Shinta yang sangat dekat dengannya.


"Dia memang selalu cari muka," kesal Aletha menjelekkan adik tirinya.

__ADS_1


"Karena dari kecil Alisha memang selalu lengket padamu," sahut sedih Shinta.


Jujur sebagai seorang ibu, Shinta merasa sedih karena Alisha selalu nurut pada Vena, namun sangat pembangkang dengan Shinta. Memang salah ketika Shinta harus merelakan Alisha diasuh Vena ketika bayi demi mendapatkan kepercayaan dari Rudi. Sekarang ia harus merelakan putri bungsunya jauh darinya.


Mereka berbincang basa basi dan tak lama kemudian Shinta berpamitan disusul Aletha juga melangkahkan kakinya keluar. Pada saat itu hari libur, Shinta dan Aletha tau bahwa Rey sedang menginap dan Ryan pun ada dirumah. Namun Ryan dan Rey tak turun sama sekali untuk menemui kedatangan mereka.


"Lihat saja keluarga sombong itu akan mati sebentar lagi." Ucap Shinta pada putrinya sambil membuka pintu mobil mereka.


"Tapi sebenarnya Aletha tidak rela Rey mati ma. Aletha dari kecil menyukainya." Kata Aletha setelah menduduki kursi kemudi mobilnya.


"Halah persetan, mama benci mereka. lagian, Rey juga tidak pernah menyukaimu. Sudah hayo jalan!" perintah Shinta.


Setelah Shinta dan Aletha pergi, Vena ke dapur dan menatap kue itu.


"Biarkan saja disitu, potong saja dan berikan pada satpam di luar."


"Mereka sudah pulang mom?" suara Rey spontan membuat Vena dan Bi Darmi menoleh. Rey ingin memakan kue yang sudah dipotong Bi Dharmi, namun diletakkannya kembali karena ponsel disakunya berbunyi.


Rey berjalan menaiki tangga untuk kembali kekamarnya sambil berkata "hallo.." pada ponsel yang berdering kemudian mati lagi, tidak ada jawaban disebrang sana "kebiasaan Alisha telpon tidak ada suaranya.. ckck.." Gumam Rey kemudian menutup sambungan teleponnya.


"Aaaa... tuan.. nyonya... tuaa..annn mu..daaa" teriak histeris Bi Darmi sontak langsung membuat Rey turun dari tangga dengan tergesa-gesa. Ryan keluar dari ruang kerjanya dan Vena juga berlari keluar.


"Ada apa Bi?" tanya Vena yang lebih dulu menghampiri Bi Darmi dan terlihat kedua satpam mereka tergeletak "astaghfirulloh.." Ucap Vena menutup mulutnya.

__ADS_1


"Ada apa mom?" ucap Rey berlari dan langsung jongkok menghampiri kedua satpamnya yang tergeletak mengeluarkan busa dimulutnya "Agung dan Jono kenapa mom?" teriak panik Rey yang digelengkan Vena.


"Ada apa Rey?" bingung Ryan yang baru tiba di tempat kejadian.


Rey langsung merogoh sakunya dan menelepon ambulans. Kedua satpam itu langsung mendapatkan penanganan medis, beruntung Rey cepat mebawa mereka sehingga mereka dapat terselamatkan.


Bi Dharmi menceritakan kronologis kejadian hingga Agung dan Jono terkapar ditanah kepada polisi yang datang ke mansion Ryan. Polisi itu datang atas perintah Rey dan langsung membawa kue yang kemungkinan menjadi penyebab kedua satpamnya keracunan.


Vena terlihat linglung, sejauh inikah Shinta ingin melenyapkan keluarganya. Karena hampir setiap Vena ulang tahun, Shinta selalu memberikan kue dan tidak terjadi apa-apa.


Rey menghampiri mommy nya yang sedang berdiri mematung.


"Hampir saja Rey memakannya mom." Peluk Rey pada Vena.


"Mommy tidak percaya mereka seberani ini Rey," lirih Vena


"Ini bagus mom, Rey semakin mudah meringkus mereka karena sudah banyak bukti kejahatan mereka yang Rey pegang," jawab Rey.


"Tapi coba kalau kamu tadi.." hela nafas panjang Vena tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya.


"Sudahlah mom, tenanglah. Alhamdulillah kita masih di lindungi Allah, Agung dan Jono juga sudah membaik." Jelas Rey menenangkan ibunya.


"Iya Rey, alhamdulillah." Peluk Vena pada putranya

__ADS_1


Fix, hasil lab menunjukkan terdapat banyak biji apel yang sudah dihaluskan dalam kue itu, karena biji apel dapat menimbulkan efek sianida yang mematikan.


__ADS_2