
Sebelum keberangkatan Rey ke Singapura, terdengar kabar tentang Shinta.
Shinta dikabarkan meninggal bunuh diri di sel, menurut rekan sesama selnya, Shinta selalu bilang ingin menyusul anak dan suaminya. Seminggu sebelum Shinta melakukan aksinya, Gery yang merupakan ayah biologis Aletha meregang nyawa karena overdosis. Walaupun Gery berada dijeruji besi, namun entah bagaimana caranya ia masih bisa mendapatkan barang haram itu.
Sungguh hidup didunia sangatlah singkat, hargai setiap waktumu dengan sesuatu yang baik. Karena dengan kebaikan yang diciptakan, mendatangkan cinta dan kasih sayang, kemudian membawa kebahagian. Begitupun sebaliknya, sesuatu yang dicipta dari keburukan akan menimbulkan kebencian, dari itu akan membawa kesengsaraan.
"Apa ini?" ucap tegas Cinta ketika mendapati surat yang Cinta temukan disaat dirinya sedang membersihkan rumah Alif diwaktu Alif sedang bekerja.
"Surat," jawab polos Alif.
"Aku juga tau ini surat a, tapi kenapa kamu ga pernah cerita," kesal Cinta.
"Aku tau kamu akan setuju Ta." Kata Alif
"Jadi kita akan ke Mesir dan tinggal disana setelah menikah? Tidakkah kita diskusi dulu tentang ini, mengapa kamu langsung mengiyakan tanpa bertanya padaku?" tanya Cinta dengan nada tinggi.
"Pelankan suaramu Ta." Alif tetap berbicara lembut, mengingat mereka berada di teras rumah Ferdi. Walaupun saat ini Ferdi tidak dirumah karena sedang lembur menyelesaikan pekerjaannya sebelum cuti seminggu kedepan.
"Ini mimpiku Ta, kamu tau kan kalau aku ingin sekali menjadi bagian dalam universitas Al Azhar Mesir dan kini aku diterima menjadi pengajar disana. Tanpa memberitahumu pun aku yakin kamu akan selalu mendukung mimpiku."
"Lalu bagaimana denganku? Sekarang aku juga baru diterima S2 disini, baru akan memulai mata kuliah setelah kita menikah. Dan bagaimana dengan ayahku?" suara Cinta mulai melemah.
"Aku tidak memisahkanmu dengan ayah Ta, kita akan bisa kesini setahun sekali. Aku sudah menceritakan hal ini ke ayah dan ayah tidak keberatan."
Cinta mulai menangis, sungguh ia tidak pernah membayangkan akan pergi dari sang ayah yang merawatnya dengan penuh kasih sayang. Sepeninggal ibunya, Ferdi berusaha untuk bisa menjadi ayah sekaligus ibu untuknya dan itu berhasil. Cinta mendapatkan semua dari Ferdi walau Ferdi sibuk dengan pekerjaannya.
"Aku sungguh terkejut a, aku ga bisa berpikir." Setelah berkata, Cinta pergi meninggalkan Alif yang masih duduk di teras dan menutup pintu rumahnya kencang 'brakk'.
Alif mengusap kasar wajahnya, bangkit dari duduknya dan meningglkan rumah Cinta. Tinggal satu minggu lagi mereka akan mengucapkan ijab qabul. Memang selalu ada intrik disela-sela dekatnya sebuah pernikahan.
Sesampainya dikamar, Cinta langsung menjatuhkan dirinya di ranjang miliknya sambil menangis. Kemudian ia meraih ponselnya untuk bercerita kepada Melly. Mely mencoba memberikan ketenangan pada Cinta, Mely juga mengubungi Inka dan Jessy, kemudian jadilah mereka Video Call bersama.
Keesokan malamnya, Inka dan Melly menginap di rumah Cinta. Jessy yang sedang hamil 6 bulan pun tidak mau kalah, Ia meminta izin pada suaminya untuk ikut menginap, karena moment seperti ini sudah jarang mereka lakukan.
Rumah Cinta memang selalu jadi basecamp mereka sejak SMA, karena memang rumah Cinta yang sepi dan hanya dihuni dua orang. Aunty Ayu dan kedua anaknya juga sudah pulang kerumahnya sendiri, sejak Ferdi sehat dan mulai kembali bekerja.
"Huh.. waktu cepet banget ya, pernikahan lo udah tinggal menghitung hari Ta," ucap Jessy yang sedang berbaring diranjang Cinta dengan tumpukan bantal dikepalanya. Namun Cinta hanya diam menatap langit-langit kamarnya.
Mereka berempat berbaring di ranjang Cinta sambil mengobrol.
"Lo bahagia Ta?" tanya Inka.
"Ga tau In, yang jelas gw ga bisa jauh dari ayah." Rengekan Cinta begitu jelas.
"Terus apa yang mau lo lakuin Ta," tanya Mely.
"Gw juga bingung, jujur gw kecewa sama Alif tapi dari awal ini adalah keputusan gw sendiri dan gw ga mau mempermalukan keluarga."
Mereka berempat berpelukan, sesekali Cinta menangis.
__ADS_1
"Kita pasti bakalan kehilangan lo Ta, walaupun sekarang zaman canggih buat komunikasi, tapi tetep aja ga ketemu tuh ga afdol," ucap Jessy yang membuat mereka berempat menangis semua.
****
Rey masih di Singapura, menatap kosong ruang kamar yang rapih dan bersih. Hari ini tepat hari pernikahan Cinta dan Alif, Rey ingat itu. Hatinya benar-benar kosong, kesendiriannya diiringi alunan musik, lagu yang dinyanyikan 'Pamungkas' dengan judul Onle One membuatnya meneteskan airmata.
Oh there you are
Oh kamu di sana
Sittin’ still all stripes and lonely
Duduk diam dan kesepian
Hidin’, wishin’, waitin’
Bersembunyi, berharap, menunggu
While I’m
Di saat aku
Here I am
Aku di sini
Standing still stare at you only
Everything gets blurry
Segalanya menjadi suram
All I want is just to stay
Yang aku inginkan hanya bertahan
You can’t shake me
Kamu tidak bisa memengaruhiku
I would never dare let go
Aku tidak akan pernah berani membiarkan pergi
Thru the talkin’ and the walkin’
Dengan berbicara dan berjalan
I will give you all of my lovin’
__ADS_1
Aku akan memberikanmu semua cintaku
Start countin’ all the days
Mulai menghitung hari-hari
Forever
Selamanya
I will stay with you
Aku akan tetap denganmu
With you one only you
Denganmu hanya kamu
Go far and roam about
Pergi jauh dan berkelana
Come back and callin’ out to me
Kembali dan memanggil namaku
To me one only me
Kepadaku hanya aku
Oh I’m in love
Aku jatuh cinta
What did i do to deserve you
Apa yang aku lakukan agar pantas untukmu
You tell me what did i do
Kamu memberi tahuku apa yang ku perbuat
To be with you love
Untuk bersamamu cinta
To be the one you runnin’ into
Untuk jadi satu-satunya yang kamu tuju
__ADS_1
When the days do come through
Saat hari-hari tersebut tiba