Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
Fakta menyakitkan


__ADS_3

Sebelum keberangkatan Rey ke Singapura, terdengar kabar tentang Shinta.


Shinta dikabarkan meninggal bunuh diri di sel, menurut rekan sesama selnya, Shinta selalu bilang ingin menyusul anak dan suaminya. Seminggu sebelum Shinta melakukan aksinya, Gery yang merupakan ayah biologis Aletha meregang nyawa karena overdosis. Walaupun Gery berada dijeruji besi, namun entah bagaimana caranya ia masih bisa mendapatkan barang haram itu.


Sungguh hidup didunia sangatlah singkat, hargai setiap waktumu dengan sesuatu yang baik. Karena dengan kebaikan yang diciptakan, mendatangkan cinta dan kasih sayang, kemudian membawa kebahagian. Begitupun sebaliknya, sesuatu yang dicipta dari keburukan akan menimbulkan kebencian, dari itu akan membawa kesengsaraan.


"Apa ini?" ucap tegas Cinta ketika mendapati surat yang Cinta temukan disaat dirinya sedang membersihkan rumah Alif diwaktu Alif sedang bekerja.


"Surat," jawab polos Alif.


"Aku juga tau ini surat a, tapi kenapa kamu ga pernah cerita," kesal Cinta.


"Aku tau kamu akan setuju Ta." Kata Alif


"Jadi kita akan ke Mesir dan tinggal disana setelah menikah? Tidakkah kita diskusi dulu tentang ini, mengapa kamu langsung mengiyakan tanpa bertanya padaku?" tanya Cinta dengan nada tinggi.


"Pelankan suaramu Ta." Alif tetap berbicara lembut, mengingat mereka berada di teras rumah Ferdi. Walaupun saat ini Ferdi tidak dirumah karena sedang lembur menyelesaikan pekerjaannya sebelum cuti seminggu kedepan.


"Ini mimpiku Ta, kamu tau kan kalau aku ingin sekali menjadi bagian dalam universitas Al Azhar Mesir dan kini aku diterima menjadi pengajar disana. Tanpa memberitahumu pun aku yakin kamu akan selalu mendukung mimpiku."


"Lalu bagaimana denganku? Sekarang aku juga baru diterima S2 disini, baru akan memulai mata kuliah setelah kita menikah. Dan bagaimana dengan ayahku?" suara Cinta mulai melemah.


"Aku tidak memisahkanmu dengan ayah Ta, kita akan bisa kesini setahun sekali. Aku sudah menceritakan hal ini ke ayah dan ayah tidak keberatan."


Cinta mulai menangis, sungguh ia tidak pernah membayangkan akan pergi dari sang ayah yang merawatnya dengan penuh kasih sayang. Sepeninggal ibunya, Ferdi berusaha untuk bisa menjadi ayah sekaligus ibu untuknya dan itu berhasil. Cinta mendapatkan semua dari Ferdi walau Ferdi sibuk dengan pekerjaannya.


"Aku sungguh terkejut a, aku ga bisa berpikir." Setelah berkata, Cinta pergi meninggalkan Alif yang masih duduk di teras dan menutup pintu rumahnya kencang 'brakk'.


Alif mengusap kasar wajahnya, bangkit dari duduknya dan meningglkan rumah Cinta. Tinggal satu minggu lagi mereka akan mengucapkan ijab qabul. Memang selalu ada intrik disela-sela dekatnya sebuah pernikahan.


Sesampainya dikamar, Cinta langsung menjatuhkan dirinya di ranjang miliknya sambil menangis. Kemudian ia meraih ponselnya untuk bercerita kepada Melly. Mely mencoba memberikan ketenangan pada Cinta, Mely juga mengubungi Inka dan Jessy, kemudian jadilah mereka Video Call bersama.


Keesokan malamnya, Inka dan Melly menginap di rumah Cinta. Jessy yang sedang hamil 6 bulan pun tidak mau kalah, Ia meminta izin pada suaminya untuk ikut menginap, karena moment seperti ini sudah jarang mereka lakukan.


Rumah Cinta memang selalu jadi basecamp mereka sejak SMA, karena memang rumah Cinta yang sepi dan hanya dihuni dua orang. Aunty Ayu dan kedua anaknya juga sudah pulang kerumahnya sendiri, sejak Ferdi sehat dan mulai kembali bekerja.


"Huh.. waktu cepet banget ya, pernikahan lo udah tinggal menghitung hari Ta," ucap Jessy yang sedang berbaring diranjang Cinta dengan tumpukan bantal dikepalanya. Namun Cinta hanya diam menatap langit-langit kamarnya.


Mereka berempat berbaring di ranjang Cinta sambil mengobrol.


"Lo bahagia Ta?" tanya Inka.


"Ga tau In, yang jelas gw ga bisa jauh dari ayah." Rengekan Cinta begitu jelas.


"Terus apa yang mau lo lakuin Ta," tanya Mely.


"Gw juga bingung, jujur gw kecewa sama Alif tapi dari awal ini adalah keputusan gw sendiri dan gw ga mau mempermalukan keluarga."


Mereka berempat berpelukan, sesekali Cinta menangis.

__ADS_1


"Kita pasti bakalan kehilangan lo Ta, walaupun sekarang zaman canggih buat komunikasi, tapi tetep aja ga ketemu tuh ga afdol," ucap Jessy yang membuat mereka berempat menangis semua.


****


Rey masih di Singapura, menatap kosong ruang kamar yang rapih dan bersih. Hari ini tepat hari pernikahan Cinta dan Alif, Rey ingat itu. Hatinya benar-benar kosong, kesendiriannya diiringi alunan musik, lagu yang dinyanyikan 'Pamungkas' dengan judul Onle One membuatnya meneteskan airmata.


Oh there you are


Oh kamu di sana


Sittin’ still all stripes and lonely


Duduk diam dan kesepian


Hidin’, wishin’, waitin’


Bersembunyi, berharap, menunggu


While I’m


Di saat aku


Here I am


Aku di sini


Standing still stare at you only


Everything gets blurry


Segalanya menjadi suram


All I want is just to stay


Yang aku inginkan hanya bertahan


You can’t shake me


Kamu tidak bisa memengaruhiku


I would never dare let go


Aku tidak akan pernah berani membiarkan pergi


Thru the talkin’ and the walkin’


Dengan berbicara dan berjalan


I will give you all of my lovin’

__ADS_1


Aku akan memberikanmu semua cintaku


Start countin’ all the days


Mulai menghitung hari-hari


Forever


Selamanya


I will stay with you


Aku akan tetap denganmu


With you one only you


Denganmu hanya kamu


Go far and roam about


Pergi jauh dan berkelana


Come back and callin’ out to me


Kembali dan memanggil namaku


To me one only me


Kepadaku hanya aku


Oh I’m in love


Aku jatuh cinta


What did i do to deserve you


Apa yang aku lakukan agar pantas untukmu


You tell me what did i do


Kamu memberi tahuku apa yang ku perbuat


To be with you love


Untuk bersamamu cinta


To be the one you runnin’ into


Untuk jadi satu-satunya yang kamu tuju

__ADS_1


When the days do come through


Saat hari-hari tersebut tiba


__ADS_2