Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
end


__ADS_3

5 tahun kemudian..


"Ray bangun." Cinta mengelus-elus punggung sang anak dengan lembut.


Kata orang, hari si anak akan menyenangkan atau tidak itu diawali dengan cara si ibu membangunkannya.


Empat tahun lalu Cinta melahirkan anak laki-laki yang ganteng, namanya Rayyan Alfarezel Fernandez. Saat ini berusia 4tahun 4bulan, Rayyan anak yang pintar dan banyak bicara. Kehadiran Rayyan memberi kebahagian yang sangat untuk orangtua Rey dan Cinta. Vena dan Ryan begitu possesive dan memanjakan cucunya itu.


"Oke mama." Ray bangun menuju kamar mandi sambil masih mengucek-ngucek matanya. Cinta hanya menyiapkan saja pakaian yang akan Ray kenakan, selebihnya Ray akan melakukannya sendiri.


Cinta kembali menuju kamarnya, Rey terlihat sudah memegang dasi, namun Cinta dengan cekatan mengambil alih.


Cup..


"Morning kiss." Senyum Rey setelah me*um*t bibir ranum sang istri.


Cinta hanya tersenyum melihat kelakuan sang suami, dari awal hingga saat ini perilaku Rey tak pernah berubah, malah Rey semakin lengket pada istrinya. Bagaimana tidak? Cinta istri yang penurut dan menyenangkan, Rey suka dengan istrinya yang pandai berkomunikasi. Dan Dalam keadaan lelah atau sesibuk apapun, Cinta akan dengan senang hati melayani suaminya yang sedang menginginkannya.


"By, aku buka spiralnya ya? pengen punya bayi lagi," ucap Cinta setelah dasi Rey terpasang rapih.


"Yakin? ga capek?"


Cinta menggeleng dan berkata "ngga koq, lagian Rayyan juga sudah mandiri."


"Tapi aku yang belum siap sayang," jawab Rey.


"Kenapa?"


"Belum siap kalau harus puasa 2bulan," ucap Rey dengan wajah innocent.


"OMG, aku kira kenapa." Cinta tergelak dan mencubit pinggang suaminya sambil berkata lagi "ampun deh, punya suami mesum banget ya."


"Lagian siapa suruh makin cantik dan montok kaya gini." Senyum menyeringai Rey yang dibalas cibiran manja oleh sang istri.


"Tuh kan bener minta dicium" ledek Rey setengah berlari mengejar Cinta yang sudah lari lebih dulu meninggalkannya.


*****


Saat ini Cinta mengambil alih yayasan pendidikan keluarga Rey yang dulu dipegang oleh Vena. Ditangan Cinta, yayasan itu semakin mempunyai predikat baik dan berkembang. Yang tadinya hanya ada sekolah menengah pertama dan menengah atas saja. Kini Cinta membuka kelompok bermain, taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Pada sekolah menengah atasnya pun mempunyai banyak lulusan siswanya yang mendapatkan perguruan tinggi negeri ternama, membuat yayasannya di segani sekolah lain yang berlebel 'unggulan'.


dret..dret..dret.. ponsel Cinta bergetar, trrluhat panggilan video call dari ketiga sahabatnya.


"Sibuk ya Ta?" tanya Mely.


"Engga kok" senyum Cinta dan berkata lagi "apa kabar?" sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Gue baik" kata Inka.


"Gue juga sehat Ta" kata Jessy.


"Lo sendiri gimana kabarnya?" tanya Mely.


"Baik, semua sehat alhamdulillah" jawab Cinta.


"By the way gue mau undang kalian di ulang tahun yang ke 1 nya Maher dan Mahira."


"Kapan In?" tanya Jessy.


"Minggu depan, bisa ya semua," jawab Inka.


"Oke" Cinta menampilkan jempolnya.


"Asyik akhirnya kumpul lagi kita" ucap Mely menutup pembicaraan four angels.


"Bye.. bye.. bye.." tut..tut..tut.. sambungan telepon terputus.


Tak lama Cinta langsung memberikan pesan elektronik pada Rey tentang undangan dari Inka tadi. Rey pun langsung menjawab "oke" sepertinya Rey juga sudah diundang Mario.


"Paapaa.." teriak Rayyan ketika sang ayah sudah dihadapannya beberapa meter. Rey langsung menangkap tubuh Rayyan dan menggendongnya.


"Iya, Ray bosen pa, jadi Ray tunggu diluar."


"Ini papa punya game baru, tapi jangan bilang-bilang mama, cuma kita yang tahu." Rey mengangkat tangannya untuk ber'tos'an dengan sang putra.


"Oke" senyum riang Rayyan.


Ray mulai bosan karena game yang papanya berikan sangat sulit di akses.


"Mana pa, kok lama banget sih?" tanya Ray.


"Iya lagi lola sabar sedikit."


"Apa tuh lola pa?"


"Loadingnya lama," jawab santai Rey.


Tak lama, Rayyan menarik lengan Rey yang sedang asyik dengan ponselnya.


"Kenapa sayang?" tanya Rey.


"Pingin pipis pa" jawab Ray imut.

__ADS_1


Rey bangun dari duduknya dan langsung mengantar sang putra ke toilet terdekat.


Lama Rey menunggu, lalu mengetuk pintu kamar mandi. Karena Rayyan tak mengeluarkan suara, membuat sang ayah khawatir.


Rayyan membuka pintunya, Rey langsung mengajukan pertanyaan "koq lama banget sih?"


Rayyan menjawab dengan wajah super imut "lola pa, loadingnya lama."


"Apa?" Rey menepuk jidatnya sambil tertawa menggelengkan kepalanya. Memang benar kata Cinta, anak itu peniru ulung.


Selang beberapa menit menunggu, akhirnya Cinta selesai dengan urusannya. Mereka bertiga pergi untuk makan siang diluar, seperti keinginan sang putra.


Disepanjang perjalanan, Rey menceritakan kelakuan putranya tadi pada Cinta. Cinta tertawa "rasain, makanya ngajarin anak yang bener" dan Rey ikut tertawa.


"ih papa katanya jangan bilang-bilang mama, kalau kita main game, koq sekarang papa cerita?" protes Rayyan.


"Papa ga bisa kalo ga jujur sama mama, makanya kamu juga harus jujur apapun sama mama." Rey akhirnya meluruskan kesalahannya.


"Oke." jempol Rey diangkat dan Rayyan menempelkan jempolnya pada ayahnya.


"Woke." ucap Rayyan dengan senyum.yang mengembang.


S E L E S A I guys....


Ending mereka semua bahagia, karena author percaya 'semua akan indah pada waktunya. So, jangan pernah berhenti berharap dalam hal apapun. Yakinlah dengan dua ikhtiar ini, berusaha dan berdoa. Atas izinNya, semesta akan mendukungmu.


pasangan couple di cerita ini


Rey & Cinta


Mario & Inka


Andre & Alisha


Rasya & Mely


Jessy & Zion


Ryan & Vena


Ferdi & Nisa


Roy & Diana


See U again 😘

__ADS_1


__ADS_2