
8 bulan kemudian, Rasya dan Melly menikah. Pasangan couple sekaligus sahabat kedua mempelai itu sudah hadir dan siap menjadi pengiring dalam upacara adat yang akan dilaksanakan beberapa menit lagi. Karena Mely lahir dari keluarga pasundan, maka resepsi kali ini syarat dengan adat sunda.
Dibelakang mempelai ada kedua orang tua, disusul kedua adik laki-laki Melly yang kembar. Kemudian ada Alisha bergandengan dengan Andre, dibelakangnya lagi ada Cinta dan Rey yang juga sudah bergandengan tanpa disuruh. Ditambah lagi Mario dan Inka yang agak malu-malu untuk bergandengan, entah ada apa dengan mereka.
Jessy yang seperti biasa, selalu telat. Ditambah lagi keadaannya saat ini yang tengah hamil muda, membuatnya absen untuk datang lebih awal.
"Mely, selamat ya, maaf gue telat." Bisik Jessy bersama Zion dan Keyra yang digendong sang ayah, setelah berada dipelaminan untuk memberikan ucapan.
"Biasa lo mah," jawab santai Mely.
"Udah ditunggu yang lain noh Jes." Kata Rasya menunjuk kearah pasangan couple sahabat-sahabat istrinya itu.
Seperti biasa, Cinta kalau sudah bertemu sahabatnya selalu heboh dan tidak ada jaim-jaimnya .
"Rey, istri lo gokil juga," ucap Zion.
"Iya dan gue juga baru tahu pas udah nikah," jawab santai Rey.
"Hahahahaha.. emang ya cewe tuh susah ditebak," celetuk Mario.
"Lo curhat yo?" ledek Andre.
Mario menggeleng, kemudian tertawa "gue yang playboy masih ga ngerti cewe."
"Yang penting kalo mereka mau apa diiyain aja yo, cewe tuh cuma mau dimanja sama diperhatiin," jawab Zion.
"Nah bener tuh." Kata Andre.
"Tapi beda deh sama gue, kayanya Cinta yang sering manjain gue dan dia selalu kasih apa yang gue mau." Celetuk Rey sontak membuat teman yang lainnya berteriak.
"Itu mah emang lo nya aja yang mupeng Rey, muka lo muka pengen terus." Ledek Mario memberikan tonjokan kecil pada lengan Rey.
__ADS_1
"Gokil banget lo Rey," tawa Zion.
Diseberang sana, para wanita pasangan pria tadi yang asyik bercanda mulai memperhatikan arah lawan.
"Mereka ngomongin apa sih sampe pada ketawa kaya gitu?" tanya Alisha.
"Dibilang kalo cowo ngobrol kaga jauh dari sel*ngk*ng*n, percaya deh" jawab Jessy.
"Lo Jes ngomongnya vulgar banget, dibilang disini ada anak kecil." Kata Inka membuat Cinta tertawa.
"Kecil kan orangnya kalo pemikiran mah gede, iya kan Al?" tawa Jessy.
"Eh iya Al, Andre ga macem-macem kan sama lo?" tanya Jessy lagi.
Sebelum Alisha menjawab pertanyaan Jessy, Cinta sudah mengeluarkan suaranya terlebih dahulu "enggaklah, kak Andre mah lurus kali, kayanya lebih lurus dari kak Rey dan kak Mario."
"Isshh.. siapa bilang." Kata Alisha langsung membantah.
"Jadi bener, kak Andre ga sekalem wajahnya?" tanya Inka antusias, kemudian Alisha menggeleng.
****
Wakfu berjalan begitu cepat, setahun setelah pernikahan Rasya dan Mely, kini saatnya Andre dan Alisha yang menikah.
Cinta sudah berpakaian rapih dan cantik untuk menghadiri pernikahan sepupu Rey dan sahabatnya.
Cinta sedang memakaikan dasi sang suami, namun perutnya tidak bisa diajak kompromi
"Hueek.. hueek.." Cinta langsung meninggalkan Rey dan berlari kekamar mandi.
Rey memijat lembut tengkuk sang istri, "kalau memang tidak enak badan, kita ga usah berangkat," ucap Rey.
__ADS_1
Cinta langsung menggeleng "kak Andre sahabat kamu banget loh, terus Alisha sepupu kamu, masa kita ga datang."
"Ya habis gimana, kesehatan kamu lebih penting sayang."
"Aku tak apa kak, hanya masuk angin biasa."
"Tapi sepertinya bukan masuk angin," ucap Rey. Kemudian Rey memberikan alat test kehamilan pada Cinta.
"Aku perhatiin kamu sudah lama ga datang bulan, terus tubuhmu juga rasanya ada yang berbeda, coba dulu ini!"
"Kok jadi lebih tau kamu sih?" senyum Cinta menerima benda yang Rey berikan.
"Ya udah aku coba ini dulu." Cinta bersiap memposisikan dirinya di kloset.
Kemudian Cinta berkata "kenapa kakak masih disini, keluar dulu sana." Kata Cinta manja, sambil melihat suaminya yang masih memandangnya, padahal ia sudah akan menurunkan celana dalamnya.
"Loh memang kenapa aku disini, aku kan ingin lihat hasilnya."
"Malu kak, nanti kalau hasilnya udah keliatan pasti aku kasih tau kok."
"Malu? aku hampir setiap hari melihat itu, kenapa harus malu," jawab Rey menunjuk ke bagian inti istrinya sambil tersenyum.
"Ish nyebelin." Cinta memonyongkan bibirnya.
Satu garis tegak merah terlihat, tak lama garis merah itu muncul lagi, sontak membuat Rey langsung mengucap syukur "alhamdulillah, terima kasih ya Allah." Rey mengusap wajahnya. Cinta masih terdiam, tak percaya secepat ini, pasalnya ia baru melepas IUDnya satu bulan yang lalu, karena S2nya telah selesai dan merasa sudah siap menjadi ibu.
Rey mengecup kening sang istri, lalu ******* bibirnya. "Siap jadi mommy ya sayang," ucapan Rey langsung diangguki Cinta.
"Saatnya memberitahu keluarga." Suara Rey terdengar sangat senang dan bersemangat.
Rey menghadiri pernikahan Alisha dan Andre. Disana sudah hadir orangtua Rey dan orangtua Cinta. Terlihat para sahabat, keluarga dekat lainnya dan kolega bisnisnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Rey berada di panggung, ia meminta MC untuk memberikan waktu pada Rey yang akan menyumbangkan lagu. Ternyata lagu yang akan Rey nyanyikan bukan hanya untuk kedua mempelai, namun juga untuk memberikan pengumuman bahwa saat ini istrinya tengah mengandung dan memberikan lagu itu untuk sang istri fercinta.
Rey menyanyikan lagu "sempurna" dari Andra and the backbone.