
Sabtu pagi yang cerah, menginginkan Cinta untuk jogging bukan di area komplek seperti yang biasa ia lakukan. Kali ini ia membawa motor sportnya melaju menuju Gelora Bung Karno.
"Udah cape?" Sapa seseorang yang langsung menempatkan bokongnya di samping tempat Cinta duduk di saat ia tengah istirahat setelah berlari empat kitaran bunderan GBK.
"Hmm..." Suara Cinta tertahan karena sedang menenggak air mineral yang di bawanya.
Kemudian baru ia berkata, "ngikutin aku ya?"
"Ih pede banget, ya jogging juga lah." Jawab Rey santai, kemudian ia pun menenggak minumannya.
Lalu Rey berkata lagi, "oh iya, aku mau nagih hutang kamu."
Spontan membuat Cinta menoleh ke arahnya
"Nanti, aku belum punya uang kak," jawab Cinta memohon.
"Loh emang Alif ngga bisa ganti?" Rey pura-pura tidak tahu bahwa Cinta dan Alif gagal menikah.
"Apaan sih kak, Alif-Alif terus, Aku dan Alif ga jadi nikah, puas?" kata-kata terakhir di berikan penekanan pada Cinta.
"Loh kok marah, mana aku tau kalau kamu ga jadi nikah." Rey berkata dengan wajah innocent yang dibuat-buat.
"Aku akan bayar kak, tapi nyicil, kalau perlu aku akan bekerja part time di perusahaan kak Rey." jawab Cinta berusaha menegosiasi, namun Rey malah tertawa.
"Aku ngga terima karyawan yang sambil kuliah."
"Ish.." kesal Cinta yang langsung beranjak dari duduknya, kemudian meninggalkan Rey sendiri.
Rey pun langsung mengejar Cinta dan menarik tangannya seraya berkata "mau kemana? Urusan kita belum selesai."
"Ish.. apaan sih, aku mau pulang." Cinta melepas paksa tangan Rey yang sedang memegangnya.
"Ikut" Rey berusaha mensejajarkan jalannya pada Cinta.
"Loh, emang kakak ga bawa mobil?" Cinta menoleh
__ADS_1
"Ngga." Masih dengan wajah innocent Rey.
"Kenapa?"
"Karena urusan kita belum selesai."
"Dasar pelit." Cinta berjalan cepat mendahului Rey. Sungguh Rey dibuat gemas dengan kelakuan Cinta saat ini 'pelit' tawa Rey berbicara sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
Rey langsung duduk di belakang Cinta, saat Cinta sudah berada di motornya.
"Aku langsung pulang ya kak, ga ada acara anter kak Rey sampai depan rumah"
"Dasar pelit." Kini Rey yang berkata seperti itu pada Cinta
"Ih lagian mana ada cewe yang nganter pulang cowonya."
"Jadi aku cowo kamu." Ucap Rey sambil telunjuknya ke arah dirinya kemudian ke arah Cinta.
"Bukan gitu maksudnya, aku salah ngomong."
"Apaan sih, ga ada kamus pacaran dalam hidupku."
"Oh yaudah jadi kamu mau aku jadi suamimu?" senyum Rey mengembang, senang sekali ia menggoda Cinta.
"Terserah, suka-suka kakak deh." Cinta menyerah bicara dengan Rey, kemudian menyalakan mesin motornya.
"Kak, kebiasaan banget sih, pegangnya jangan erat-erat." Ucap Cinta ditengah perjalanan
"Apa? Kamu ngomong apa Cinta? Aku ga denger" Suara Rey yang sedang beralasan, padahal ia sangat mendengar apa yang Cinta katakan walaupun keduanya memakai helm.
Sesampainya di depan gerbang rumah Cinta,
"nah sekarang aku udah sampe rumah, kalau kak Rey mau pulang, aku pesenin taksi," ucap Cinta.
"Siapa yang mau pulang, memang aku mau kesini kok."
__ADS_1
"Ngapain?"
"Nagih hutang lah, sama om Ferdi." Kata-kata terakhirnya sengaja Rey tekankan dekat di telinga Cinta.
"Ih awas ya bilang-bilang ayah, aku ga mau ayah kepikiran. aku aja ga cerita kejadian itu supaya ayah ga khawatir."
"Oke, siap. tapi ada syaratnya" Rey menyeringai licik
"Apa?"
"Nanti siang, mommy dan papi kesini.." Kata Rey
"Ngapain?" Cinta langsung memotong perkataan Rey
"Aku belum selesai bicara sayang." Jawab Rey lembut.
Mereka masih berdiri didepan gerbang rumah Cinta. Kemudian Rey meneruskan perkataannya, "mommy dan papi hanya ingin makan siang di rumah ayah."
Cinta langsung mengernyitkan dahinya ketika Rey menggunakan kata 'ayah' ketika menyebut Ferdi
"Terus, nanti jika ayah, mommy atau papi bertanya apapun padamu, kamu cukup jawab 'iya' hutang kamu lunas." Jelas Rey.
"Kok gitu?" Cinta bingung.
"Kamu mau hutang kamu lunas kan?" tanya Rey tersenyum licik dan Cinta mengangguk.
"Ya udah kita lagi negosiasi nih, pokoknya hutang kamu lunas dengan cukup jawab 'iya' pada ayah, mommy atau papi. Oke!" jempol Rey di acungkan sambil menebar senyum.
Cinta diam sejenak untuk berfikir, namun ia malas berdebat akhirnya Cinta berkata "oke."
Kemudian segera membuka pintu gerbangnya dan di tahan Rey.
"Kalau gitu, kita tos dulu donk." Kata Rey tersenyum sambip mengangkat telapak tangannya ke atas.
"Ngga." Cinta langsung memasukan motornya.
__ADS_1
Benar-benar hari ini membuat bibir Rey tak henti-henti tersenyum.