
"Mama.. Hari ini kita jadi jalan-jalan kan?" suara riang Rayyan yang berlari menghampiri Cinta.
"Sepertinya ga jadi hari ini sayang, papa masih sibuk,"
"Yah.. kok gitu ma? Mama janjinya ga ditempatin." Rengek Rayyan.
Cinta menahan tawanya, pasalnya Rayyan sering mengucapkan kata terbalik-balik. "Bukan ditempatin sayang, tapi janji itu ditepati." Cinta mengulang kata terakhirnya, "di..te..pa..ti."
"Iya itu," jawab Rayyan.
"Coba ulang?" Kata Cinta sambil tertawa.
"Janji itu harus ditempatin mama." Cinta tertawa. Rayyan berulang kali diajarkan, namun tetap berkata dengan kata yang sama .
"Udah ma.. Rayyan mau temuin papa." Rayyan menaiki tangga menuju ruang kerja sang ayah. Cinta pun ikut mengekori putranya dari belakang.
Ceklek.. Rayyan membuka pintu kerja dengan perlahan. Terlihat Rey yang sedang menerima telepon di ponselnya dengan suara yang meninggi sambil tangannya menghentakkan ujung ballpoin ke meja kerja dihadapannya.
"Saya bilang, kemarin itu hari terakhir penyerahan dokumen, mengapa tidak dilaksanakan?" Suara Rey menggelegar.
Rayyan langsung memeluk ibunya dengan wajah takut.
"Kalian ini, saya gaji mahal-mahal ga becus!" Rey melempar ponselnya ke meja. Tangannya mengusap ngasar wajahnya yang tengah berdiri dengan saparuh mendudukkan dirinya di ujung meja kerja.
Cinta mendekati suaminya yang sedang berantakan.
__ADS_1
"Ada apa by?" Cinta memegang pipi Rey. Rey mengambil tangan Cinta yang berada di pipinya, lalu dikecup.
"Tak apa sayang, biasa mis komunikasi," jawab Rey dengan raut wajah yang sudah berubah normal. Kemudian Rey menunduk untuk menganggkat putranya yang berada di sebelah Cinta.
"Kamu takut lihat papa tadi ya?" Tanya Rey pada Rayyan yang sudah berada digendongannya.
Rayyan mengangguk dan berkata, "papa masih sibuk ya?"
"Tidak."
"Berarti, kita jadi jalan-jalan pa?" Tanya Rayyan riang dan diangguki Rey.
"By, jangan dipaksa kalau urusan kamu belum selesai. Kita ga apa-apa kok kalau tidak jadi jalan." Kata Cinta sambil mengelus pundak suaminya.
"Tak apa sayang, justru jalan-jalan dengan kalian akan menenangkan kepalaku. Hmm.." Rey mencubit dagu Cinta, lalu Cinta pun tersenyum.
Cinta tidak akan menanyakan detail apa yang sedang terjadi dengan suaminya saat ini. Karena biasanya, ketika Rey sudah merasa tenang, ia akan bercerita dengan sendirinya. Dan itu terjadi biasanya pada saat di ranjang, sebelum tidur atau setelah melakukan penyatuan malam. Di saat itulah high quality untuk komunikasi antara suami istri.
*****
Rey, Cinta dan Rayyan berada di sebuah mall yang terdapat area sky buatan. Setelah setahun lalu Rayyan di ajak ke negara bersalju, ia jadi ketagihan bermain salju dan sky.
"Ma.. sini.. ayo ikutan main." Ajak Rayyan yang sudah berada di arena.
"Mama ga bisa sayang," Teriak Cinta yang masih di area luar arena itu.
__ADS_1
Rey yang berada disamping Rayyan, berjalan menghampiri Cinta. "Bisa sayang, sebelumnya juga bisa. Kalau takut, pegangan terus ke aku." Kata Rey lembut. Sumpah demi apa, cinta yang Rey berikan pada Cinta begitu jelas, membuat orang yang di sekitarnya cemburu.
Rey berjongkok memakaikan sepatu sky pada Cinta yang tengah duduk. Cinta mengusap kepala Rey dan berkata, "orang-orang ngeliatin kita, by."
Rey tersenyum dan mendongakkan kepalanya, "karena perempuan didepanku cantik."
Cinta tersenyum manis, "aku wanita paling beruntung."
"Aku lebih beruntung." Rey berdiri setelah selesai memakaikan Cinta sepatu dan mengandeng sang istri untuk perlahan melangkah, membuat Cinta terbiasa dengan sepatu kesukaan Rayyan.
Kemudian mereka bertiga menikmati permainan itu. Cinta meminta Rey untuk mengikuti Rayyan yang sudah bermain jauh dari jangkauannya. Namun Rey pun enggan meninggalkan istrinya sendirian.
"Cari Rayyan dulu by, aku ga apa-apa disini."
Rey mengejar Rayyan. "Sayang kita ke mama dulu yu, kasihan mama sendirian disana." Rey menunjukkan tempat tadi ia meninggalkan Cinta. Namun Rayyan memang sedang asyik dengan dunia bermainnya sendiri.
Tiba-Tiba ada seseorang yang menubruk Rey dari belakang dan memeluknya. Rey hampir terhuyung dengan pelukan itu.
"Haaa.... Mama akhirnya bisa..." Ucap riang Rayyan.
Rey membalikkan tubuhnya dan mengeratkan pelukannya.
"Sudah jangan capek-capek, kamu lagi hamil." Rey melihat istrinya yang energik.
Kemudian Rey menuntun sang istri untuk duduk dan menemani Rayyan yang tengah membuat istana dari es salju.
__ADS_1