Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
kagum sama suka beda tipis


__ADS_3

"Ke club yuk Rey," ucap Mario yang saat ini sedang berada diruangan Rey dan ada Andre juga disana.


Seperti biasa, Mario kadang singgah ke kantor Rey di jumat malam, menjelang weekend mereka selalu ke club, cafe atau main biliard hanya untuk menghilangkan penat rutinitas lima hari sebelumnya.


"Cafe aja deh, lagi males clubing gue," jawab Rey.


"Wait, tumben banget lo, biasa ngajakin duluan," sahut Mario.


"Biasa lagi kasmaran," celetuk Andre.


"Oh ya siapa? wah ketinggalan berita nih gue" ledek Mario.


"Itu anaknya pak Ferdi, yang gantiin gue sementara," jawab Andre.


"Oh iya, gue denger kabarnya, orang kepercayaan bokap lo kan?" tanya Mario.


"Yups, cantik man.. beda bangetlah sama yang biasa dimainin tuan muda," ledek Andre lagi.


"Seneng banget ya lo pada ngeledek gue." "gw cuma kagum sama dia, that's it." Terang Rey.


"Kagum sama suka beda tipis bro." Tepuk Mario kepundak Rey.


tiba-tiba pintu Rey diketuk "masuk," ucap Rey.

__ADS_1


"Maaf pak, saya pulang duluan ya." Pamit Cinta setelah membuka pintu ruangan Rey.


"Oh iya Ta, hati hati," jawab Rey.


"Pulang sama siapa Ta," celetuk Andre.


"Ada teman yang jemput pak," jawab Cinta sambil nyengir.


"Temen apa temen," ledek Andre pada Cinta.


"Temen pak, tetangga rumah saya, kebetulan saya ga bawa kendaraan, jadi lumayan tumpangan gratis hehehehe," jawab polos Cinta.


"Oh ini yang nama Cinta, boleh kenalan." Sambar Mario dan langsung menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


"Iya pak, saya Cinta." Cinta tersenyum sambil menerima uluran tangan Mario.


"Ngga pak, kenapa?"


"Apaan sih lo yo, anak orang pengen istirahat dirumah, bapaknya lagi sakit juga," ucap Rey mencoba menahan maksud sahabat gilanya itu.


"Kita mau main tenis, tapi kurang satu orang. ikut ya Ta, bisa kan?" rayu Mario.


"Boleh, kayanya asyik.. oke kabari aja ya pak. saya permisi," jawab Cinta lalu pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Gila lo, mau ngapain sih." Kata Rey kesal.


"Ga apa apalah, gue mau kenal aja" jawab Mario


"Iya Rey, lagian udah lama juga kita ga main tenis," sahut Andre.


"Yuk ah cabut."


Sesampainya dirumah, Cinta bercengkrama dulu dengan ayah, aunty Ayu, Zidan dan Zoya, terutama Zoya yang menggemaskan dan selalu membuatnya tertawa.


Ketika menjelang tidur ga lupa, dia video call dulu dengan Inka, Melly dan Jessy, bertukar cerita rutinitas masing masing dihari itu, bergosip dan kisah percintaan diantara mereka.


*****


Dikediaman Rey, diam-diam Ryan masih menyelidiki kasus yang menimpanya kemarin, Dia belum puas dengan hasil putusan sidang yang menjatuhkan hukuman hanya pada pelaku penembakan tapi untuk pelaku sebenarnya yang menyuruh pembunuh itu belum terungkap.


Ryan curiga dengan istri siri Roy. Namun baik Diana ataupun anak laki lakinya tidak pernah menunjukkan gelagat aneh ketika bertemu keluarga Ryan. Sementara saat ini Roy lumpuh dan sudah setahun berada dikursi roda akibat kecelakaan, sedangkan Shinta istri sah Roy sangat jauh dari kata kejam. Dia lebih lembut dan penyabar.


"Bagaimana pi, kira kira siapa dalang dari ini semua. mami belum tenang. keluarga kita pasti akan terus diteror," ucap Vena


"Papi juga berfikir demikian mi, papi juga belum tenang sebelum pelaku sebenarnya terungkap."


"Entahlah mi, papi terkadang lelah dengan ini semua, apalagi sampai melibatkan orang luar. papi berhutang banyak ke Ferdi," jawab Ryan.

__ADS_1


"Mami hanya bisa berdoa, semoga keluarga kita terlindungi."


"Aamiin." Keduanya menutup perbincangan.


__ADS_2