
"Boleh aku tebak, kecelakaan itu terjadi di villa merah bogor." Kata Rey.
"Loh koq kamu tau? atau jangan-jangan itu villa mu?" pertanyaan Cinta langsung di angguki Rey.
"Ketika itu terjadi ada yang menolongmu?" tanya Rey mencoba membuka ingatan Cinta
"iya ada, seorang laki-laki ABG"
"ABG?"
"iya, mungkin usianya 17 atau 18 tahun."
"Terus kamu ingat wajah si penolong itu."
"Enggak," jawab Cinta santai.
"Sama sekali tidak ingat?" tanya Rey meyakinkan Cinta, namun tetap ia menggeleng.
"Laki-laki ABG itu adalah aku, Cinta." Kata Rey lembut.
Cinta langsung membelalak kaget.
"Benarkah? coba aku lihat." Cinta menangkup wajah suaminya, diputar kekiri dan kekanan.
"Tapi ga mirip, kak? Sekarang kok ganteng banget sih"
"Halah gombal.. emang kamunya aja yang ngga pernah perhatiin aku, padahal aku selalu merhatiin kamu," ucap Rey.
__ADS_1
"Masa?"
"Hmm.. sebenarnya sewaktu kamu kecil, kita sudah dua kali bertemu, pertama ketika di Bali kamu menangis ditinggal ayah dan aku menemanimu membelikan es krim. Kemudian saat di villa, aku lihat dari jendela ketika kamu baru sampai bersama ayah keluar dari mobil. Entah mengapa kamu sudah membuatku terpesona pada saat itu."
Lalu Rey melanjutkan kata-katanya lagi, "Terus makin dewasa, makin mempesona." Rey mulai memangut bibir Cinta lagi.
Mmphmp... Cinta melepas pangutan itu dan mendorong dada Rey, " sekarang kamu yang gombal."
Rey tertawa kemudian bangkit dari duduknya menuju kamar mandi.
Cinta memegang tangan Rey dan berkata, "hutang aku ke kamu banyak ya?"
"Banget." Rey tersenyum, padahal ia tak bersungguh-sungguh berkata itu.
"Terus gimana cara aku balesnya?" Tanya Cinta memelas.
Rey mendekat pada telinga Cinta. "Cukup cintai aku."
Rey tersenyum lebar mendengar penyataan Cinta. Ia melebarkan kedua tangannya untuk memeluk wanuta pujaannya itu dan mengecupnya sekilas.
Rey bergegas menuju kamar mandi, Cinta menunggu suaminya selesai bersih-bersih. Kemudian sholat isya berjamaah, tak lupa di sempatkan sholat sunah dua rakaat setelahnya.
Usai sholat berjamaah, Rey membalikkan tubuhnya, agar berhadapan pada wajah Cinta yang berada di belakang sebagai makmum. Cinta meraih punggung tangan Rey dan menciumnya. Sungguh damai rasanya hati Rey.
"Semoga Allah senantiasa mempererat kasih sayang di antara kita." ucap Rey, yang kini sudah jauh lebih reliji.
"Aamiin.." Jawab Cinta dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Rey mulai membaringkan tubuh Cinta di ranjang, "siap?" Cinta mengangguk tanda setuju.
Rey membantu Cinta membuka mukena yang masih melekat, usai berdoa. Sekali lagi ia terpana, melihat keindahan makhluk yang Tuhan ciptakan tepat di hadapannya. Rambut Cinta tergerai lurus dan panjang, warnanya hitam pekat. Bulu mata yang panjang lentik, alis tebal membentuk bulan sabit, hidung mancung dan bibir merah muda, menambah kecantikan yang natural.
"MasyaaAllah.. kamu cantik." Rey tersenyum dan mengambil tangan Cinta untuk di cium.
Kemudian, Rey mencium kening Cinta, hidung dan bibir, Tubuh Cinta menegang. Ini adalah pengalaman pertama untuk Cinta, karena tak pernah sekali pun ia bersentuhan dengan lawan jenis. Rey kembali menciumnya rakus hingga turun ke leher. Disana Rey mulai menggigit sehingga membuat tanda merah, tangan Rey juga tak bisa diam mengelus punggung sampai kebawah.
Kini Rey berada di gunung kembar milik Cinta, menghisap dan menggigitnya bergantian, sehingga mampu membuat Cinta mengeluarkan suaranya. Ciuman Rey turun ke perut, dan terus mencumbunya, hingga membuat Cinta menggelinjang hebat. Sungguh ini membuat Cinta sedikit melayang, merasakan sensasi yang luar biasa.
"Aku akan melakukannya dengan lembut, percayalah." Rey mulai membimbing Cinta untuk kembali santai. Karena Cinta mulai meringis, keika Rey coba menyatukan dirinya.
"Masih bisa dilanjutkan?" tanya Rey lembut, sungguh ia tidak bisa melihat Cinta kesakitan.
Cinta mengangguk, ia pun tidak ingin mengecewakan suaminya, untuk surga yang sedang ia bangun.
Akhirnya penyatuan itu terjadi. Rey menghapus air di ujung mata Cinta seraya berkata, "maaf sayang."
Cinta menggeleng dan tetap tersenyum. "Tak apa, Kak."
Rey kembali mel*mat bibir istrinya lagi untuk memberikan ketenangan. Kini tubuh Cinta mulai menerima sentuhan suaminya itu. Ia tak lagi kaku.
Malam itu menjadi saksi pergulatan panas mereka, karena Rey mengulanginya lagi dan lagi. Sampai menjelang subuh, mereka mandi dan melaksanakan sholat subuh berjamaah. Baru kemudian mereka bisa tertidur.
Sungguh lelah rasanya, namun untuk Rey ini sangatlah nikmat, ia tidak pernah merasakan berhubungan badan senikmat ini sebelumnya, walaupun ia pernah melakukannya.
Tangan Rey memeluk Cinta dari belakang, mengelus kepala Cinta dan berkata, "terima kasih sayang."
__ADS_1
Cinta hanya mengangguk karena matanya sudah tertutup. Rasa kantuknya sudah tidak bisa ditahan lagi.
Awalnya Rey berniat akan melakukannya sekali saja, mengingat ini adalah yang pertama untuk Cinta. Khawatir Cinta akan sangat kelelahan, namun hasratnya begitu besar dan tidak bisa dihentikan.