Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
istri untuk ayah


__ADS_3

Sesampainya Cinta dirumah Ferdi, ia langsung keluar dari mobil dan berlari menemui ayahnya. Rey yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.


"Ayah..." Peluk Cinta pada Ferdi yang sedang merapihkan perkebunannya ditaman belakang.


Ferdi membalas pelukan sang putri dengan sekenanya karena saat ini tangan Ferdi sedang dilumuri banyak tanah.


"Dengan Rey?" tanya Ferdi yang langsung diangguki Cinta.


"itu.." Tunjuk Cinta pada Rey yang sedang menghampirinya.


"Yah" Rey menunduk hormat dan ingin mencium punggung tangan mertuanya.


"Iya Rey, maaf tangan ayah kotor." Ferdi bergegas membersihkan kedua tangannya.


Rey dan Cinta berjalan melihat hasil berkebun Ferdi, yang menjadi hobbynya saat ini sejak pensiun.


"Wah mawar putih, sejak kapan ayah memeliharanya." Selidik Cinta, pasalnya kebanyakan wanita yang menyukai mawar putih, tidak dengan sang ayah.


Tiba-tiba ada sosok wanita yang muncul dari pintu dapur yang mengarah taman belakang. Wanita itu menghmpiri Cinta, Rey dan Ferdi yang sedang berdiri ditaman.


"Fer, makanan sudah siap." Kata Nisa lembut.


"Nis, ini Cinta dan ini Rey suaminya." Ucap Ferdi mengarahkan tangannya pada Cinta dan Rey. Cinta syok melihat ada seorang wanita dirumahnya dan memasak untuk sang ayah. Pasalnya sang ayah tidak pernah sekalipun bercerita tentang wanita manapun padanya, apalagi sedekat ini.


"Cinta," dengan wajah ragu, Cinta mengulurkan tangannya.


"Nisa... benar kata Ferdi, kamu cantik sekali Cinta." Senyum manis Nisa pada Cinta. Kemudian beralih pada Rey.


"Rey." senyum Rey pada wanita yang memang sudah ia ketahui.


"Nisa."

__ADS_1


"Baiklah, kita makan dulu Rey." Kata Ferdi


"Ayah" panggil Cinta pada Ferdi untuk meminta penjelasan.


Melihat kecanggungan ini, akhirnya Nisa pamit kedalam, meninggalkan Ferdi beserta anak dan menantunya.


"Siapa dia yah? mengapa ayah tidak pernah cerita? ayah anggap Cinta apa?"


"Sayang, biarkan ayah menjelaskan dulu, jangan kamu cecar dengan banyak pertanyaan." Kata Rey sambil merangkul sang istri dan memintanya untuk duduk.


Ferdi juga sudah duduk dibangku taman itu. "maaf Cinta, ayah hanya sulit untuk memulai dari mana"


Cinta berjongkok dihadapan ayahnya, "maaf ayah, Cinta tau ayah kesepian." Cinta menatap ayahnya dengan intens.


"Jika ayah sudah mengenal dia, ayah nyaman dan ingin berbagi hari tua bersamanya, Cinta tidak masalah yah, ayah tak perlu takut Cinta akan menolaknya." ucap Cinta lagi.


Ferdi tersenyum dan berkata "kamu memang anak ayah yang paling pengertian, penurut dan selalu membuat ayah bahagia."


Di dalam hati Rey berkata bahwa ia ingin sekali mempunyai anak perempuan, yang akan menyayanginya seperti Cinta yang menyayangi ayahnya. Berbeda dengannya yang dari dulu cuek kepada kedua orangtuanya, mungkin karena memang seperti itulah gaya anak laki-laki.


Cinta mencoba membuka diri pada Nisa. Nisa pun mencoba mengakrabkan diri pada Cinta. Mereka saling bercerita di sela santainya diruang keluarga. Rey dan Ferdi berbincang berdua seputar politik dan ekonomi yang tengah panas dan viral.


"Yah Cinta dan kak Rey ke kamar dulu ya." Pamit Cinta setelah Rey dan Ferdi selesai melaksanakan sholat maghrib dimasjid.


"Aku juga pamit dulu ya mas." Kata Nisa.


"Aku antar Nis," ucap Ferdi.


Kemudian Nisa berpamitan pada Cinta dan Rey.


"Ayah tinggal dulu ya Rey." Pamit Ferdi pada menantu dan putrinya.

__ADS_1


Cinta memasuki kamarnya yang sudah hampir satu bulan tidak ia tempati. Matanya langsung tertuju pada boneka bear besar yang tingginya 100cm, boneka yang selalu jadi teman curhat dan teman tidurnya dari kecil.


"Kamu apa kabar? hmm..." Peluk Cinta pada boneka bear-nya.


Rey hang melihat itu tidak terima dan langsung menarik 'si bear'.


"Ih siniin kak, aku kangen dia." Cinta menarik lengan si bear.


"Ga boleh, kangennya sama aku aja."


"ih.. apaan sih, sebelum ada kamu, dia udah jadi teman tidurku."


"Oh gitu, jadi kamu udah ngapain aja sama dia?" kesal Rey menunjuk si bear dan menonjoknya.


Cinta yang melihat kelakuan sang suami hanya tertawa dan menggelengkan kepala, "dasar possesive, masa sama boneka aja cemburu."


"Ya iyalah, enak aja dia tidur sama kamu dari kecil, terus dapet morning kiss dari kamu setiap hari, ga terima," ucap Rey manja.


"Pokoknya kamu harus dapet hukuman." Kata Rey lagi yang langsung menarik sang istri hingga terjatuh di ranjang dan menindihnya.


Mereka melakukannya lagi, menikmati penyatuan dengan yang halal dan berpahala. Cinta yang mulai nakal dan bisa mengimbangi permainan Rey, membuat Rey tak bosan menginginkannya lagi dan lagi.


****


"Ahh.." Cinta meringis merasakan sakit diperutnya. Setelah sholat subuh berjamaah bersama Rey tadi, ia masih belum bisa tidur lagi, padahal Rey sudah terpejam.


Rey terbangun memeluk sang istri dari belakang. Posisi keduanya masih berada di ranjang. "kenapa sayang? tadi aku terlalu keras ya sampai perutmu sakit?" suara Rey lirih merasa bersalah.


"Ngga kak." senyum Cinta menoleh kearah sang suami "mungkin aku datang bulan."


"Yah, beneran?" ucap Rey lemas.

__ADS_1


Cinta hanya tertawa dan mencium pipi suaminya dari samping sambil berkata "puasa seminggu dulu ya," ledek Cinta. Kemudian berlalu meninggalkan Rey dan beranjak ke kamar mandi.


__ADS_2