
Disetiap hari sabtu, jika tidak ada acara, Cinta mempergunakan waktu liburnya untuk membereskan rumah. Walaupun ada beberapa maid dikediamannya, namun tetap urusan membereskan pakaian ke lemari anak dan suaminya itu, pasti ia sendiri yang mengerjakan.
Rayyan tengah asik bermain lego yang diberikan sang kakek beberapa hari lalu. Sementara Rey tengah berada diruang kerjanya, memeriksa sedikit pekerjaannya.
"Loh anak mama sendirian?" tanya Cinta pada Rayyan sambil memeluk dan mencium pipinya dari belakang.
"Mama jangan cium-cium, aku sudah besar."
"Oiya, tapi kamu masih kecil."
"Aku sudah besar mama." Rayyan memasang muka cemberutnya.
"Siapa sih yang sudah besar?" Suara Rey dari arah tangga.
"Tuh ada papa, mama kalau mau cium, cium papa aja." Kata Rayyan santai, masih tetap fokus dengan legonya.
"Loh, memang mama minta cium?" Rey menggoda dan mendekati istrinya.
"Anak kamu ga mau aku cium, katanya sudah besar." Cinta menjelaskan dengan senyum meledek pada Rayyan.
"Eh emang iya anak papa sudah besar?" Rey menggendong Rayyan tinggi ke atas. "ah masih bisa papa gendong, berarti belum besar."
"Papa turunin." Kesal Rayyan. Kemudian Rey dan Cinta tertawa. Rey mulai mengelitiki anaknya supaya tertawa, dan berhasil. Akhirnya Rayyan ikut tertawa.
"Anakmu tua sebelum waktunya." Ledek Cinta yang membuat Rey tersenyum.
Sambil menunggu Rayyan menyelesaikan legonya, Cinta menonton televisi. Rey tiduran dipangkuan istrinya sambil memainkan ponsel.
"Sayang, minggu depan papa Roy ulang tahun." Kata Rey, masih dengan posisinya.
__ADS_1
"Iya, Mely juga bilang. aku belum beli apa-apa loh untuk papa Roy dan mama Diana."
"Besok, sebelum kerumah mommy, kita mampir ke mall," Jawab Rey.
"Kita mau jalan-jalan ma?" tanya Rayyan yang sudah menyelesaikan hasil karyanya.
"Bukan hari ini sayang, besok sebelum kerumah oma," jawab Cinta.
Rey bangun dan meminta sang putra mendekat padanya.
"Mana hasil karyamu?" Rayyan menyerahkan legonya pada sang ayah.
"Bagus, semua tersusun dengan benar. Anak papa pintar." Rey mengusap kepala Rayyan dan sang anak tersenyum puas.
"Di luar hujan, jadi hari ini kita ga kemana-mana pa?" tanya Rayyan yang sudah mulai bosan.
"Di rumah aja Ray," jawab Cinta.
"Tapi diluar hujan pa, kita main bola sambil hujan-hujanan?" Mata Ray berbinar senang.
"Enak saja, no! kita main bola di play station." Rey tersenyum. Rayyan memgangguki.
Disela kebersamaan ayah dan anak itu, Cinta beralih kedapur. Ia ingin sekali memakan mie instan. Entah mengapa, akhir-akhir ini perutnya mudah lapar.
"Hmm... mama masak mie? aku mau, aku mau." Rengek Rayyan melihat sang mama yang tengah berada didapur.
"Yah, mama terciduk," jawab Cinta melas.
"Papa mau juga donk," celetuk Rey yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
"Ya udah sana, pada main lagi. Nanti mama buatin." Rayyan sudah berlalu dari Rey dan Cinta.
Rey berdiri menempelkan bokongnya pada kitchen set yang berada tak jauh dari Cinta. "lagi ngidam mie instan?" tanya Rey santai sambil menyesap air mineral ditangannya.
"Siapa yang ngidam? cuma lagi pengen aja."
"Semoga ngidam ya." Rey sudah berada di belakang Cinta dan mengelus perutnya.
"Ini mie buat aku?" Rey langsung bertanya, setelah matanya tertuju pada wajan panas dihadapan Cinta.
"Iya khusus buat kamu, mie instant pakai brokoli."
"Ah curang, kok kamu engga pakai brokoli juga? malah pakai bakso."
"Demi mendapatkan bibit perempuan." Ledek Cinta.
Rey masih memeluk pinggang istrinya dari belakang dan menempelkan dagunya pada bahu Cinta.
"Plis sayang, tiap hari aku makan brokoli. Ini namanya penyiksaan." Rey berucap dengan suara sangat manja.
Cinta hanya tersenyum. "Awas ya nanti malam, gantian aku yang siksa kamu." Kata Rey lagi yang sudah mengendurkan pelukan, agar mereka bertatapan.
"Hmm.. maauuu.." Cinta menoleh ke wajah Rey dari samping dengan suara sensual dan menggoda.
Rey tersenyum lebar "nakal." Kemudian Rey berlalu dari Cinta, setelah meremas dan mencubit put*ng pay*da*a istrinya yang dibalut pakaian.
"Ih pelecehan." Teriak Cinta.
Rey yang sudah berada jauh dari Cinta, namun pandangan masih berada pada istrinya, membalas dengan senyuman dan bibir yang dimonyongkan menjadi bentuk ciuman "mmuaaach" tanpa suara.
__ADS_1
"Dasar mesum," gumam Cinta tersenyum.