Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
tinggal induk dan anaknya


__ADS_3

Alif menelepon Cinta, mengabari bahwa pamannya yang dari Mesir telah datang ke Jakarta khusus untuk melamar Cinta. Rencananya besok malam, Alif akan kerumah Cinta.


"Ayah sudah pulang?" sapa Cinta yang melihat ayahnya duduk di meja makan.


"Iya sudah dari tadi, kamu aja yang ga keluar kamar." Jawab Ferdi yang dibalas dengan cengiran kuda oleh Cinta.


"Yah besok malam, Alif dan pamannya akan kesini," ucap Cinta.


"Kamu sudah menentukan pilihan?" tanya Ferdi dan di angguki Cinta.


"Kamu yakin Ta?" tanya aunty Ayu sambil membawakan makanan ke meja makan


"Sudah istikharah?" tanya Ferdi lagi.


"Istikharah belum yah, kalau ditanya yakin, insyaAllah Cinta yakin aunty karena memang dari awal ketemu Alif, Cinta sudah mengaguminya. Imannya baik, karakternya juga baik, soal pekerjaan walaupun sekarang Alif masih pegawai honorer, namun sambil berjalan, kita sama-sama berjuang." Jawab Cinta dengan lantang.


Ferdi dan aunty Ayu hanya terdiam seraya berkata


"ayah hanya bisa meerestui."


"Aunty juga, semua terserah kamu. Karena kamu yang akan menjalani, Ta."


****

__ADS_1


"Bro, udah donk jangan diem aja," ucap Mario "tadi gw ajak ke club ga mau, lo minta kesini aja," saat ini mereka tengah berada di Cafe XYZ.


"Gue masih trauma sama club," jawab Rey.


"Hahahaha.. gaya lo trauma, biasanya juga doyan," ledek Mario.


"Sial*n lo," ucap Rey dingin.


"Lagi ngincer perawan, Dara mah lewat." Sekarang giliran Andre yang meledek sahabatnya. pasalnya dulu ketika Rey berpacaran dengan Dara layaknya sepasang suami istri, hubungan badan sering mereka lakukan walaupun Rey bukan yang pertama untuk Dara.


"Ck.. Lo semua bukannya cari solusi gimana caranya hubungan gw sama Cinta baik lagi, malah pada ngeledekin aja," ketus Rey.


"Lah emang lo udah punya hubungan sama Cinta?" tanya Mario.


"Ya belum, tapi paling ngga dia ga ngehindarin gue," emosi Rey.


"Lo emang solutif ndre," riang Rey.


"Ck.. Kalau gue mah langsung aja tarik ke KUA Rey," ucap Mario.


"Pengen gue juga sih gitu, tapi gue mandang bokapnya," ucap datar Rey meletakkan gelas yang di minumnya.


****

__ADS_1


Shinta kini sendirian di mansion Roy, Alisha lebih memilih tinggal di asrama, setelah dinyatakan lulus perguruan tinggi negeri jalur undangan, kini Alisha menjadi mahasiswa Universitas Indonesia dengan jurusan psikologi. Karena kedekatannya dengan Cinta, membuatnya terinspirasi untuk mengambil jurusan yang sama. Aletha, dia seperti bang toyip versi laki-laki.


Shinta tengah duduk di sofa menonton berita, ternyata disana disiarkan kabar seorang artis yang terciduk jaringan narkoba dengan kedua temannya, salah satu temannya itu berinisial GS dengan postur tubuh yang sangat Shinta kenali.


Shinta langsung menelepon Aletha, memberitahukan kabar yang ia lihat ditelevisi, sekaligus meminta Aletha mencari tau apa inisial itu adalah ayahnya.


Shinta menelepon kesana kemari, mondar mandir sambil memegang ponselnya. Setelah beberapa menit Aletha menelepon dan menjelaskan bahwa benar inisial itu adalah Geri Saputra. Aletha juga menjelaskan bahwa ada yang menjebak ayahnya.


Shinta bingung, uangnya sudah menipis untuk membayar jasa pengacara, Aletha juga sudah tidak bisa mengambil seenaknya uang perusahaan karena Rey membuat aturan baru dalam pengambilan keuntungan pemilik saham. Gaji bulanan yang diterima Shinta dan Alethapun habis karena gaya sosialitanya masing-masing.


"Sial*n kamu Rey, aku tau ini ulahmu, anak kurang ajar, akan kubalas kau." Umpatan Shinta dalam kesendiriannya.


Masih di cafe XYZ, Andre melihat berita itu di ponselnya dan berkata "beres, baru satu biangnya keciduk" Reypun tersenyum mendengar Andre bicara.


"Tinggal induk dan anaknya," ucap Mario dan berkata lagi "lo rela kalau Aletha dipenjara Ndre?"


"Yah kalau dia salah, memang seharusnya dipertanggungjawabkan. Lagian kayanya lebih lucu adiknya dibanding kakaknya." Seringai licik Andre sambil tersenyum.


"Apa? Alisha masih kecil Ndre," sahut Rey.


"Udah ga kecil Rey, dia udah kuliah sekarang," jawab Andre santai.


"Wah.. pada ngincer perawan. apa kabar gue?" ucap Mario.

__ADS_1


"Makanya tobat!" Bersamaan Rey dan Andre menjawab sambil mentoyor kepala Mario


"Aww.. sakit pala gue." Ucapan Mario kemudian membuat mereka bertiga tertawa.


__ADS_2