Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
honeymoon 1


__ADS_3

Sebelum keberangkatan Rey dan Cinta ke Turki, Ferdi dan Nisa meresmikan hubungannya. Cinta meminta Rey untuk menunda perjalanannya dalam beberapa minggu, agar ketika ia pergi, sang ayah ada yang menemani.


Ferdi dan Nisa melangsungkan pernikahannya dengan sederhana, hanya proses ijab qobul dan ramah tamah yang dihadiri oleh kerabat dekat saja.


Cinta tak henti-hentinya mengeluarkan airmata bahagia melihat senyum yang merekah dibibir sang ayah yang sedang menanggapi ucapan selamat dari beberapa tamu yang datang. Walau ketika bersama Cinta, Ferdipun selalu terlihat bahagia, namun kali ini ada senyum yang berbeda menghiasi raut wajah yang mulai menampilkan garis kerutan itu.


Rey mengelus punggung sang istri "ssshh..." memeluknya dari samping.


"Aku bahagia liat ayah." Kata Cinta.


"Aku juga." Rey mengusap airmata sang istri dan tersenyum.


"Terima kasih hubby." Cinta mengeratkan pelukan pada suaminya, pasalnya diluar sepengetahuan Cinta, Rey sudah menelusuri latar belakang Nisa dan terbukti wanita pilihan Ferdi adalah wanita baik-baik dari keluarga yang baik.


Kini Cinta mulai mengemas pakaiannya dan pakaian suaminya. Menata segala keperluan yang akan dibawa. Rey bilang kepergiannya mungkin akan memakan waktu dua minggu atau lebih. Karena Rey tahu sang istri sangat menyukai negara itu, jadi Rey menyusun banyak agenda jalan-jalannya disana.


Rey menatap wajah sang istri "ayo tidur sudah malam."


"Hmm.. ada lagi ga ya yang kurang," jawab Cinta menatap beberapa koper yang sudah ia rapihkan.


"Kalau ada yang kurang, nanti bisa beli disana."

__ADS_1


Cinta mengangguki dan menghampiri sang suami untuk istirahat bersama.


****


"Pusing?" tanya Rey saat keduanya berjalan mendorong troli di Bandar Udara Istanbul Ataturk.


"Iya, saat landing makin terasa pusingnya," jawab Cinta yang masih jetlag.


"Kita duduk dulu sebentar." Rey menuntun istrinya duduk dan mengeluarkan minyak angin yang memang sudah Cinta sediakan di tasnya.


Rey memijat sedikit kepala dan tengkuk Cinta "sudah enakan?"


Rey mengangguk dan mendorong lagi trolinya.


Di pintu bandara sudah terlihat seseorang yang membawa kertas ditangannya dengan tulisan nama 'Reynaldy Fernandes.'


Jetlag yang dirasakan Cinta menghilang setelah berendam air hangat dan menikmati indahnya kota Istanbul dari balkon hotel yang ia tempati. Perjalanan yang panjang terbayarkan sudah dengan pemandangan indah didepan matanya.


"Suka?" tanya Rey yang sudah melingkarkan tangannya pada pinggang Cinta.


"Hmm.. suka." Senyum manis Cinta pada Rey.

__ADS_1


"Maaf beberapa hari ini, aku selesaikan pekerjaanku dulu"


"Iya tak apa." Jawab Cinta yang menyenderkan kepalanya pada dada bidang milik sang suami.


****


Rey sudah terlihat rapih untuk berangkat menemui kliennya, namun langkah kakinya tertahan.


"Ayo ikut aku!" ajak Rey yang tak tega meninggalkan istrinya sendirian di hotel.


Cinta menggeleng, "nanti ganggu kamu kerja".


"Engga, kamu bisa jalan-jalan sendiri jika bosan menungguku yang sedang bertemu klien, setelah selesai kita jalan berdua. Bagaimana?" saran Rey langsung diangguki sumringah sang istri.


Lima hari di Turki tidak membuat Cinta bosan, walau sering ditinggal Rey bekerja, namun tak menyurutkan semangat Cinta untuk mengetahui lebih dalam negara yang membuat ia terpesona. Bukan hanya terpesona dengan pemimpinnya, namun juga gedung-gedung yang dibangun dan budaya yang diterapkan.


Hari ini urusan Rey benar-benar selesai, Rey berhasil melakukan kesepakatan dan membangun bisnis barunya disini. Ia sudah bisa menemani dan memanjakan istrinya dengan pergi ketempat-tempat yang Cinta sukai.


Dan setelah Turki, Rey sudah merencanakan pergi ke negara yang paling Cinta inginkan. Tanpa sepengetahuan sang istri, Rey sudah menyiapkan akomodasinya dengan baik.


Rey mengajak Cinta ke pantai dan berakhir di hutan yang diatasnya terdapat pemandangan pegunungan nan indah. Disana terlihat sebuah pondok kecil yang pas untuk menikmati malam panjang mereka.

__ADS_1


__ADS_2