
"Memang apa yang Rey tidak tahu om?" tanya Rey bingung.
Ferdi menatap lekat wajah Rey dan berkata "Cinta gagal menikah."
"Bagaimana bisa?" Rey sangat terkejut mendengar kabar ini langsung dari ayahnya Cinta, antara senang dan bahagia, semua campur aduk. Sebenarnya ia ingin sekali langsung bersujud, namun enggan dilakukan karena dihadapannya ada Ferdi.
Lalu Ferdi menceritakan kronologis cerita gagalnya pernikahan Cinta dan Alif.
#flashback
Pagi itu Cinta sudah mengambil keputusan, setelah ketiga sahabatnya menginap, ia menemui Alif ketika makan siang.
Di Restoran yang dekat dengan tempat Alif bekerja, mereka bertemu.
"A Alif maaf sebelumnya, aku harus mengambil keputusan ini, sungguh aku tak bisa meninggalkan ayah, aku tak bisa jauh darinya." Ucap sedih Cinta.
Sebelumnya Cinta bersikeras menginginkan bertemu dengan Alif, padahal menurut kesepakatan kedua belah pihak, seminggu sebelum pernikahan sudah tidak boleh saling bertemu lagi, sampai saat pernikahan tiba baru mereka bertemu.
Alif yakin pasti Cinta ingin memutuskan sesuatu, jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam ia menyesal mengapa tidak memberitahukan kepada Cinta tentang keinginannya untuk menetap di Mesir. Benar kata Cinta, seharusnya ia mendiskusikan sebelum ia memutuskan, bukankah mereka akan menikah dan setiap keputusan harus kesepakatan bersama. Jika saat ini saja Alif sudah bisa memutuskan apa-apa sendiri, bagaimana nanti.
"Kamu yakin akan keputusanmu?" tanya Alif sedih, pasalnya Cinta sudah menyerahkan cincin yang disematkan ketika Alif melamarnya.
"Kita bisa bicarakan ini Ta, kamu jangan gegabah ambil keputusan sendiri. Pernikahan kita tinggal lima hari lagi."
__ADS_1
"Lalu kamu juga melakukan yang sama, kamu juga mengambil keputusan sendiri."
"Maaf, aku minta maaf. aku tidak akan lagi melakukan ini, setelah ini apapun yang terjadi kita akan mengambil keputusan bersama," jawab Alif lemah.
"Tidak, jika aku sudah jadi istrimu, akan ada dosa jika aku melanggar keputusanmu. karena untuk saat ini belum, jadi aku putuskan mundur." Ucap Cinta gemetar dan menunduk.
Entahlah dorongan apa yang membuat Cinta begitu yakin akan keputusannya. Yang jelas disetiap pertiga malam, Cinta hanya bisa memohon padaNya meminta yang terbaik, karena hanya Dia yang tahu apa yang akan terjadi nanti.
"Baiklah, jika ini keputusanmu." Kata-kata yang keluar dari mulut Alif terdengar sangat lemah
"Aku tidak akan memaksamu, apapun yang terjadi pada kita, aku tetap berangkat seminggu setelah hari pernikahan kita. Jika kamu datang melihatku pergi, maka aku anggap kita tetap berhubungan dan akan menjadwalkan hari pernikahan lagi. Namun jika kamu tidak datang menemuiku, maka aku anggap kita selesai dan tidak ada hubungan apapun yang mengikat kita," ucap Alif tegas.
Alif memang orang yang tegas dan penuh mimpi. Cinta memang mengaguminya tapi mungkin hanya sebatas mengagumi bukan berarti harus memiliki dan hidup bersama.
"Baiklah." Kata Cinta sambil tersenyum, kemudian pergi dari hadapan Alif.
Kemudian ia tersenyum melangkah. "Tak ada yang lebih aku cintai selain Dia dan ayah." Cinta bersuara pada dirinya sendiri.
Alif menunggu dibandara, menunggu kedatangan Cinta sampai akhirnya terdengar pengumuman di speaker bandara yang mengatakan bahwa pesawat yang Alif tumpangi akan segera datang.
Ia berimajinasi Cinta berlari ke arahnya dan meminta waktu pengulangan hari pernikahannya, namun itu hanya ilusi. Nyatanya Cinta tidak datang sampai Alif menduduki kursi pesawat.
"semoga kamu bahagia Cinta." Batinnya sambil menghapus semua foto Cinta di ponselnya.
__ADS_1
#flashback off
Mendengar cerita Ferdi, mata Rey berkaca-kaca. Jalan Allah begitu indah, Dia memang selalu memberikan sesuatu tanpa diduga.
Intinya hanya berdoa, setelah usahamu maksimal biarlah Allah yang memegang kendali setelahnya dan yakin Dia akan mengabulkan.
Rey langsung memeluk Ferdi dan berkata, "om, boleh Rey panggil om, ayah?"
"Dengan senang hati, Rey." Senyum Ferdi mengembang.
Ryan menghampiri sahabatnya dan menepuk pundak anaknya yang tengah duduk.
"Hei, kau menangis," ledek Ryan.
"Hahahaha kelilipan pi." Rey hanya tertawa dan mengusap ujung matanya.
"So, kapan kita kerumah Ferdi?" tanya Ryan.
"Malam ini pi," jawab Rey semangat.
Ferdi masih belum 'on' maksud dari anak dan ayah ini.
"Ayolah son, kamu baru sampai dan belum istirahat. Besok weekend, besoklah kita kerumah Ferdi dan makan siang."
__ADS_1
"Bagaimana? Oke Fer" Tanya Ryan sambil menepuk pundak Ferdi.
"Makan siang bersama di rumahku?" Oke kenapa tidak," jawab Ferdi yang belum tau tujuan Rey sebenarnya.