Sang Pemilik Cinta

Sang Pemilik Cinta
~Bonus Chapter 1~


__ADS_3

Malam semakin larut, Rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk bisa sampai ke rumah. Sejak memiliki Rayyan, Rey dan Cinta tidak lagi tinggal di apartemen. Rey membeli rumah yang tidak terlalu besar, sesuai permintaan Cinta yang menginginkan bangunan rumah minimalis, namun memiliki taman yg cukup luas untuk bermain anak-anaknya.


Rey memarkirkan mobilnya asal, ia bergegas masuk rumah. Rey langsung berlari ke kamarnya, tak ada Cinta disana, berlari ke dapur juga tidak menemukan keberadaan sang istri. Kemudian Rey membuka pintu kamar Rayyan, terlihat Cinta yang tengah terlelap memunggunginya karena posisi Cinta menghadap ke arah Rayyan.


*flashback*


Rey saat ini tengah mendapat undangan dari Bryan, teman semasa kuliahnya dulu. Bryan hendak melakukan kerjasama bisnis dengan Rey. Mereka bernegosiasi cukup lama, hingga akhirnya mendapatkan kesepakatan.


Ketika masih Kuliah di LN Rey dan Bryan lumayan dekat. Terkadang Rey menemui Bryan untuk sekedar reuni, jika Bryan mengunjungi Bali. Maklum, kerinduan Bryan di indonesia hanya Bali.


Bryan memesankan wanita cantik dan s*xy untuk Rey sebagai ucapan terima kasih. Wanita dengan rok sangat pendek dan kemeja yang super ketat dengan dua kancing diatasnya yang terbuka, memperlihat gundukan dadanya itu langsung mendekat ke arah Rey dan duduk di pangkuannya.


"Maaf tuan, saya di utus Mr. Bryan," Kata gadis s*xy itu dan langsung duduk di pangkuan Rey.


Rey kaget langsung berdiri, membuat gadis itu terjatuh dilantai.


"Maaf," ucap Rey sambil membungkukkan punggungnya sedikit.


Wanita s*xy itu terbangun dan masih menggoda Rey, "saya akan memuaskan anda, tuan." Tangan wanita itu masih menempel didada Rey dan memutar-mutarkan jarinya.


Rey lelaki normal, semua pria dilakukan seperti itu pasti akan membangkitkan gairahnya.


"Pergi." Suara Rey meninggi, memerintahkan wanita itu untuk segera meninggalkannya.

__ADS_1


Setelah wanita itu pergi, Rey pun langsung meninggalkan tempat itu dan segera menancapkan gas mobilnya. "shit." Batin Rey berkata, mengumpat dengan keadaannya saat ini. Sungguh ia ingin segera bertemu istrinya karena hanya istrinya yang selalu ia inginkan.


*flashback off*


Rey menghampiri sang istri dan berkata tepat di telinga Cinta "sayang."


Cinta tetap tidak bergerak. Lalu Rey mengelus lembut rambut Cinta, mengecup leher jenjangnya. Lidahnya terus menciumi sang istri, hingga menggigit kecil pundak Cinta.


"Hmm.. aaakhh, kamu udah pulang?" Suara lembut Cinta yang sangat disukai Rey sambil membuka matanya perlahan.


"Hmm.. pindah ke kamar ya." Tanpa menunggu Cinta bangun, Rey langsung menggendong ala bridal sang istri menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Rey meletakkan Cinta di ranjangnya. Kemudian kembali mencium bibir dan wajah sang istri. Nafasnya begitu memburu.


"Ada yang menggodamu lagi dikantor?" tanya Cinta lagi, pasalnya ini bukan kali pertama Rey disuguhkan wanita cantik dan s*xy. Dalam dunia pekerjaannya hal itu sudah lumrah terjadi, jika kedua belah pihak saling sepakat, maka setelahnya pasti akan ada waktu untuk bersenang-senang.


Rey mengangguk, kemudian Cinta bertanya lagi, "cantik? s*xy?"


"Tidak ada yang secantik kamu dan tidak ada yang ses*xy kamu." Mata Rey dan Cinta beradu. Rey tersenyum lembut pada sang istri.


"Masa sih?" ledek Cinta dengan suara menggoda dan senyum yang manis.


"Ini nih, suara dan senyumnya ini yang bikin aku klepek-klepek." Rey mengelus lembut bibir Cinta dengan ibu jarinya.

__ADS_1


"Ooyaa.." Cinta mulai memutarkan jarinya didada Rey.


"Suara lembut kamu itu menggairahkan, ditambah senyummu juga menggemaskan." Rey kembali mel*mat bibir Cinta dengan lembut dan makin menuntut.


Rey memanjakan Cinta dengan sentuhannya. "Rey, udah hmm.. Rey... hmm... aaakhhh.. hmm..." desahan Cinta lolos dari bibirnya dengan ekspresi wajah yang sangat Rey sukai. Cinta mencapai pelepasannya terlebih dahulu. Rey selalu bisa memuaskan Cinta dan membuatnya melayang ke langit ketujuh.


Begitupun sebaliknya Cinta memuaskan Rey dengan sedikit liar, membuat Rey sering mengulas senyum. "Aaakkkhhh.." teriak panjang Rey yang mencapai pelepasannya, setelah satu jam bergelut. Hingga akhirnya mereka terkulai lemas.


Rey mengecup pucuk kepala Cinta dan berkata, "terima kasih sayang." Setiap kali selesai berhubungan, Rey akan selalu mengucapkan kata-kata itu pada sang istri. Cinta mengangguk dan tersenyum.


Rey mengelus perut sang istri, "jadi mau buka IUD?"


Mata Cinta langsung terbuka dan mengangguk, "boleh?"


"Masa ngga boleh." Rey tersenyum dan berkata lagi, "Aku mau anak perempuan, supaya disayang dan diperhatikan seperti kamu ke ayah Ferdi".


"Berarti mulai sekarang, kamu harus banyak makan telur, susu, kacang merah dan brokoli untuk menghasilkan kromosom X ya." Cinta menunjukkan satu persatu jarinya seperti berhitung, sambil terus mengulas senyum.


"Loh bukannya kamu yang harus makan kaya gitu, kan kamu yang hamil."


"Memang benihnya dari siapa?" Bibir Cinta menyungging. Akhirnya bisa juga meminta suaminya agar menyukai sayuran.


"Baiklah, demi anak perempuan."

__ADS_1


__ADS_2